Penanggulangan Kenakalan Remaja Pada Era Milenial

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang agamis, berbudaya ketimuran, dan mewujudkan pergaulan yang ramah dan sopan santun.

Masa depan Bangsa sangat ditentukan oleh peran generasi muda dalam ikut serta mengisi pembangunan.

Masa depan Bangsa sangatlah ditentukan oleh para generasi muda dalam rangka terus mempertahankan kelangsungan bangsa yang aman, damai, dan sejahtera. Kaum muda sebagai penerus perjuangan bangsa yang kita cintai dan kita banggakan, ke depan harus terus disiapkan baik dari sisi kompetensi, kecerdasan, kreatifitas, dan produktifitasnya. Hal itu, dalam upaya menjaga kedaulatan bangsa dan melestarikan sosial dan budaya dari waktu ke waktu serta mengukir peradaban bangsa Indonesia.

Sejarah bangsa di masa mendatang tergantung kepada kesiapan para generasi penerus bangsa sebagai penerus estafet dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Oleh karena itu, sejak usia emas mereka sekolah di pendidikan dasar setingkat SD dan SMP membutuhkan penanganan serius utamanya kompetensi dasar serta pendidikan perilaku agar anak memiliki karakter yang baik.

Kompetensi lulusan peserta didik pada pendidikan dasar mengacu pada standar kompetensi lulusan masing-masing satuan pendidikan ditambah memiliki kepribadian yang baik telah ditentukan oleh sekolah dimana mereka belajar.  Untuk selanjutnya mereka disiapkan ke pendidikan menengah atas setingkat SMA agar memiliki kesiapan kerja ataupun melanjutkan ke perguruan tinggi yang nantinya siap untuk bekerja dan hidup bersama masyarakat. Oleh karena itu generasi muda merupakan asset penting bagi negara dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia. Dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaultan bangsa ini, tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi.

Terjadi banyak remaja salah asuh anak menuju ke tingkat kedewasaan yang berakibat adanya kenakalan remaja seperti: pemabuk, perokok, peminum, pelajar tawuran, perkelaian masal, dan perbuatan tercela lainnya yang marak dilakukan para remaja karena salah didik. Faktor terjadinya kenakalan remaja disebabkan oleh dua faktor penting, yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan pertemanan. Dua faktor ini memiliki peran penting pada perkembangan pemikiran dan kehidupan seorang remaja untuk masa depannya. Orang tua tentunya harus benar-benar memperhatikan perkembangan anaknya dalam kehidupan ini, terutama saat remaja.

Faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja

1. Keluarga tidak harmonis

Keluarga yang tidak harmonis, diantaranya orang tua sering bertengkar hingga tindakan KDRT, yang dapat menyebabkan remaja melakukan berbagai perilaku nakal untuk mencari perhatian. Saat keluarga tidak harmonis, sudah tentu komunikasi antar orang tua dan anak menjadi tidak baik. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab kenakalan remaja yang paling banyak ditemui. Remaja menjadi tidak terjadi komunikasi terbuka kepada orang tua mengenai masalah yang terjadi pada dirinya. Apalagi orang tua sibuk dengan masalahanya sendiri bertengkar dan tidak mempedulikan anak. Hal inilah yang mengakibatkan kenakalan remaja mencari tempat di luar rumah untuk mengaktualisasi dirinya atas ketidakpuasan mereka berada di rumah atas ketidakharmonisan keluaarga.

2. Kurang kasih sayang

Kasih sayang yang didapatkan anak dari orang tua sering menjadi faktor penyebab kenakalan pada remaja. Mereka menjadi kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang karena orang tua sering bertengkar atau akibat pekerjaannya orang tua sering pulang malam sehingga tidak sempat memiliki waktu berkomunikasi dengan anak-anak. Hal ini menyebabkan anak mencari pelampiasan ke luar rumah untuk mengisi kekosongan dan ketidakpuasan mereka atas kesibukan para orang tua

3. Anak biasa dimanja

Salah didik dengan memanjakan anak menjadi salah satu faktor penyebab kenakalan remaja, walaupun seringorang tua kurangmenyadari. Anak-anak yang terbiasa dimanjakan dari kecil akan merasa keinginannya wajib dipenuhi sampai ia beranjak remaja, akan bertindak semaunya. Dengan begitu, sebaiknya orang tua tetap melakukan bimingan kepada anak sebaik mungkin, dan tidak terlalu memanjakannya.

4. Didikan orang tua yang terlalu keras

Orang tua mendidik anak dengan terlalu keras juga berakibat buruk terhadap perkembangan psikis anak yang dapat sebagai pemicu kenakalan remaja. Sebagian orang tua memberikan pendidikan yang keras harapan anak akan tumbuh seperti yang diharapkan, namun sebaliknya anak akan tertekan yang luar biasa membuat hatinya tergores dan berontak dan melakukan berbagai kenakalan.

5. Kondisi kekurangan ekonomi pada keluarga

Kondisi ekonomi yang serba kekurangan orang tua dapat membuat anak remaja bertindak nakal dan melakukan tindakan kriminal, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, dan kenakalan lainnya. Hal itu dilakukan untuk memenuhi keinginan dan kepuasan dirinya yang tidak terpenuhi karena orang tuanya tidak dapat memenuhi keinginannya. Akibatnya keinginan seorang remaja dapat membuatnya nekat dengan jalan apapun dilakukan termasuk tidak terpenuhinya pendidikan karakter yang dilakukan pada keluarga tersebut.

6. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan tentunya dapat berperan penting sebagai faktor penyebab kenakalan remaja. Lingkungan pergaulan menjadi salah satu penyebab utama seorang remaja berbuat kenakalan. Untuk itu, menjaga kondisi lingkungan yang baik dalam masyarakat sangat penting agar remaja terhidar dari pergaulan lingkungan yang salah.

7. Perkembangan teknologi informasi

Faktor penyebab kenakalan remaja yang terakhir adalah perkembangan teknologi dan informasi. Kemajuan teknologi dan informasi dapat menjadi penyebab kenakalan remaja. Para remaja selalu ingin tahu tentang apa yang belum dia lakukan, tetapi jika mencontoh berbagai tayangan media internet yang dibuka lebar tanpa filter dapat mendorong para remaja melakukan berdasarkan apa yang telah mereka saksikan. Oleh karena itu, orang tua harus dapat membekali pendidikan karakter dan keagamaan yang baik terhadap anak mereka agar memiliki dasar keimanan dan ketaqwaan dalam menghadapi era millenial.

Lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang agamis, berbudaya ketimuran, dan mewujudkan pergaulan yang ramah dan sopan santun.

Dari waktu ke waktu apa lagi pada era milenial cenderung adanya  pergaulan bebas terjadi pada saat ini, sehing perlu mendapat perhatian dan keprihatinan kita bersama. Oleh karena itu, untuk membangun masa depan bangsa harus dipastikan bahwa kehidupan remaja saat ini, jangan sampai terjadi salah asuh agar terhindar dari pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Berbagai lembaga pendidikan harus memiliki pembiasaan program penguatan pendidikan karakter yang terprogram dan terencana dengan baik. Orang tua harus ikut bertanggung jawab sepenuhnya ikut terlibat memberikan layanan pendidikan karakter ketika berada di luar sekolah sekaligus dapat memberikan teladan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari ketika berada di rumah. Orang tua harus mampu menciptakan keluarga yang harmonis, menyediakan waktu dalam usaha mendampingi dan membimbing anak-anak setelah mereka berada di luar pendidikan formal. Anak-anak pada masa sekarang harus dibekali pendidikan agama yang cukup sehingga setelah menginjak dewasa memiliki keimanan dan ketaqwaan sehingga menjadi remaja yang cerdas, berkarakter, dan akhlakul karimah.

Masyarakat sebagai bagian dari komunitas dan lingkungan tepat pergaulan anak-anak harus diciptakan menjadi lingkungan yang agamis, ramah literasi sesuai budaya ketimuran, aman, tenteram, dan damai. Tokoh masyarakat dan masyarakat yang berada dalam lingkungan tempat tinggal mereka harus ikut terlibat dalam membudayakan hidup sopan santun, saling hormat menghormati, serta menciptakan pergaulan lingkungan yang baik. Oleh karena itu, kenakalan remaja yang terjadi marak belakangan ini bukan semata-mata kesalahan guru, orang tua tetapi seluruh komunitas dalam masyarakat ikut bertanggungjawab menciptakan lingkungan sehat, beradap, dan berbudaya sesuai adat ketimuran yang kita banggakan.

Kadar

Kadar

PNS di Lingkungan Pemda Kabupaten Kebumen.

Terbaru

Ikuti