Ditulis oleh 9:15 am COVID-19

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Era Covid-19

PAUD sangat penting sebagai stimulus anak untuk mengembangkan potensi dirinya. Namun, dalam kondisi pandemik seperti sekarang ini, apa yang harus dilakukan orang tua?

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dan kreatif dapat mengembangkan potensi dirinya diantaranya: spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya (Hernawati,2015). Pendidikan anak usia dini adalah proses memberikan stimulus kepada anak usia 0-6 tahun, agar dapat mengembangkan potensi dalam dirinya secara optimal diantaranya: motorik, kognitif, sosial, dan spiritualnya (Nadlifah,2019). Pendidikan anak usia dini harus juga disesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut oleh keluarga dan lingkungannya (Windisyah Putra,2012).

Penanaman konsep sosial tentang kerukunan dan saling menghargai teman satu dengan lainnya mulai ditanamkan sejak anak usia dini. Untuk itu, guru perlu mengetahui secara mendalam karakter dan kepribadian yang dimiliki peserta didik (Corol Seefeldt & Barbara A.Wasik , 2008). Anak usia dini, sejak lahir sampai umur 6 tahun secara psikologi memiliki pemahaman dan pengamatan yang berbeda dalam merespon untuk dapat mengenali lingkungan mereka. Pengetahuan dan keterampilan mereka dapat berkembang karena adanya pengaruh pendidikan yang berlangsung baik di dalam kelas bersama guru, di rumah bersama orang tua mereka, maupun bergaul dengan lingkungan masyarakat.

Kondisi saat ini dengan adanya wabah covid 19, guru tidak dapat bertatap muka dengan peserta didik. Tantangan dan ujian bagi kelangsungan proses pembelajaran PAUD, apalagi peserta didik belum dapat mengoperasikan HP android untuk berkomunikasi dengan guru. Proses pembelajaran selama ini yang berlangsung pada PAUD berlangsung dengan penuh kegembiraan, keakraban, kasih sayang, dan berbagai keharmonisan lainnya, lenyap ditelan wabah Covid-19.

Berdasarkan data Kompas.com, Minggu, 26 April 2020, total kasus Covid-19 menjadi 8.882 pasien. “Data yang kita dapatkan hari ini penambahan kasus positif yang terkonfirmasi dengan pemeriksaan real time PCR adalah 275, sehingga total menjadi 8.882,” kata Yuri saat memberikan keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penelitian terbaru dari Data Driven Innovation Laboratorium Singapore University of Technology and Design memprediksi, penyebaran virus corona covid-19 di Indonesia akan berakhir pada 6 Juni 2020. Pada tanggal tersebut, berdasarkan penelitian ini, tingkat keamanan situasi Indonesia dari virus corona mencapai 97 persen.  Selanjutnya, Indonesia baru akan mengalami penghentian penyebaran virus sebesar 99 persen pada 23 Juni 2020. Masih berdasarkan penelitian yang sama, Indonesia baru mencapai 100 persen situasi aman atau tak lagi ada penyebaran virus corona dua bulan kemudian, yakni 7 September 2020. Dalam keterangannya, para peneliti dalam prediksi ini menyebutkan sifat pandemi yang terus berkembang, khususnya perubahan kebijakan pemerintah dan perilaku individu, kurva, infleksi, dan tanggal akhir akan memengaruhi perubahan hasil. Mereka menuliskan, penelitian ini masih harus terus diestimasi ulang dengan data terbaru dari saluran resmi setiap hari.

Berdasarkan penelitian tersebut praktis proses pembelajaran PAUD pada tahun pelajaran 2019/2020 dan awal tahun pembelajaran 2020/2021 praktis tidak dapat berlangsung. Kita sangat prihatin mensikapi kondisi wabah Covid-19 yang sedemikian dasatnya sehingga proses pembelajaran PAUD yang semestinya tatap muka antara guru dengan peserta didik tetapi tidak dapat berlangsung. 

Tujuan diselenggarakan pendidikan TK/RA adalah: (1) membangun landasan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan tanggung jawab; (2) mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan sosial pada masa usia emas pertumbuhan lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan; dan (3) membantu peserta didik mengembangkan berbagai potensi psihis dan fisik yang meliputi akhlakul karimah, sosio-emosional, kemandirian, kognitif, dan fisik/motorik agar siap memasuki pendidikan dasar.

Kondisi seperti itulah diharapkan para orang tua tanggap untuk bisa mendidik, membimbing, dan mengarahkan pembelajaran secara mandiri di rumah masing-masing. Para orang tua harus segera berkomunikasi dengan guru agar dapat mengganti peran guru dalam aktivitas pembelajaran di rumah. Tentu hal ini tidak mudah tetapi paling tidak orang tua dapat mengisi aktivitas anak-anak mereka dengan hal yang positif, mengacu standar pembelajaran yang berlangsung di PAUD. Tanpa adanya komunikasi dengan guru orang tua akan mendapatkan kesulitan dalam mendidik, melatih, dan mengarahkan anak-anak mereka, apalagi kepedulian orang tua yang kurang inten karena selama ini menyerahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah.

Tantangan terberat bagi para orang tua dengan kondisi merebahnya Covid-19 tentnya mempengaruhi penurunan kemampuan ekonomi mereka. Hal tersebut dapat mempengaruhui sikap dan perilaku orang tua dalam mengawasi, membimbing, melatih, serta memberikan perhatian terhadap anak-anak mereka. Dinamika yang melanda utamanya para orang tua dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dengan adanya pandemi Covid-19 ini, sangat sulit bertahan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya.  Kondisi yang demikian menjadi keprihatinan kita semua, semoga  para anak usia emas sebagai bagian dari gererasi penerus tetap dapat tumbuh dan berkembang sebagai modal dan aset bangsa dalam pembangunan di masa mendatang

(Visited 6.491 times, 11 visits today)
Tag: , Last modified: 2 Mei 2020
Close