23 C
Yogyakarta
20 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Peneliti: Resiko Tertular Covid-19 dalam Ruangan Lebih Tinggi

Sebuah hasil penelitian yang cukup mengejutkan datang dari China, penularan virus Corona lebih banyak terjadi di dalam ruangan.

Penelitian yang dipublikasikan 7 April 2020 yang lalu, dalam situs kesehatan medRxiv, yang didirikan oleh Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL), mendapati 79,9 persen penularan Covid-19 terjadi di dalam rumah.

Penelitian gabungan ini dilakukan oleh para peneliti dari berbagai kampus di China, dari Southeast University, The University of Hong Kong, serta Tsinghua University. Penelitian ini menggunakan metode mengekstraksi laporan kasus dari Komisi Kesehatan Kotamadya setempat dari 320 kota prefektur (kota) di China, tidak termasuk Provinsi Hubei, antara 4 Januari dan 11 Februari 2020. Terdapat 1.245 kasus Corona di 120 kota yang menjadi sampel penelitian ini.

“Kami mengidentifikasi semua wabah yang melibatkan tiga atau lebih kasus dan meninjau karakteristik utama dari ruang tertutup di mana wabah dilaporkan dan terkait masalah lingkungan dalam ruangan,” tulis penelitian tersebut, dikutip dari detikcom.

“Tiga ratus delapan belas wabah dengan tiga kasus atau lebih telah diidentifikasi, melibatkan 1.245 kasus yang dikonfirmasi di 120 kota prefektur,” lanjutnya.

Peneliti kemudian melakukan identifikasi penularan Corona berdasarkan tempat penularan, dengan membaginya menjadi enam kategori: rumah, transportasi, makanan, hiburan, belanja, dan lain-lain. Dari identifikasi tersebut, didapati bahwa persentase penularan Corona di dalam rumah mencapai 79,9%.

Kemudian 53,8% melibatkan tiga kasus, 26,4% melibatkan empat kasus, dan hanya 1,6% melibatkan sepuluh atau lebih kasus. Wabah di dalam rumah adalah kategori yang dominan (254 dari 318 wabah; 79,9%), diikuti oleh transportasi (108; 34,0%) banyak pula wabah melibatkan lebih dari satu kategori tempat). Kebanyakan wabah di rumah melibatkan tiga hingga lima kasus. Namun, mereka hanya mengidentifikasi satu wabah di lingkungan luar, yang melibatkan dua kasus.

Dari penelitian ini dapat disimpilkan bahwa risiko tertinggi penularan Covid-19 itu justru ada di dalam ruangan. “Semua wabah yang teridentifikasi dari tiga kasus atau lebih terjadi di lingkungan dalam ruangan, yang menegaskan bahwa berbagi ruang dalam ruangan adalah resiko infeksi SARS-CoV-2 yang utama,” tulis para peneliti dalam kesimpulannya.

Sebelumnya juga telah ada penelitian yang hasilnya tak jauh berbeda. Jianyun Lu peneliti dari Guangzhou Center for Disease Control and Prevention mengatakan bahwa pendingin ruangan atau AC di dalam ruangan berperan dalam penyebaran virus Corona di dalam ruangan. Dalam penelitian tersebut disampaikan 10 kasus Corona berbeda di tiga keluarga, makan di restoran yang sama di Guangzhou. “Aliran udara yang kuat dari AC bisa menyebarkan droplet,” tulis laporan studi itu, yang masih dalam bentuk early release untuk terbitan edisi Juli.

Sumber: Detik.com

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA