Peningkatan Gairah Belajar Masa Pandemi Covid 19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Walaupun pembelajaran dilakukan dengan online namun prinsip, nilai dan tujuan pendidikan harus tetap tercapai oleh setiap peserta didik.

Oleh : Dr. Tutik Hartanti, M.Pd

“Sesudah kesulitan itu akan ada kemudahan” ( Q S Al insyiroh)

Untuk mengatasi pandemi corona yang semakin menggelisahkan dan meresahkan semua pihak, baik di Yogyakarta, Indonesia maupun seluruh dunia  pada umumnya. Kita harus melakukan hal-hal yang lengkap dalam kaitannya dengan upaya lahir, upaya batin. Upaya fisik maupun nonfisik.

Pola hidup sehat harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan dari segi:

  1. Pola makan (makanan yang banyak sayur- sayuran dan buah)
  2. Pola istirahat/tidur yang berkualitas
  3. Pola olah raga (rutin/teratur minimal 30 menit jalan kaki)
  4. Pola berfikir (menjauhi stress)
  5. Menjaga jarak aman (lebih kurang 2 meter)
  6. Selalu memakai masker (baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan)
  7. Sering cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer
  8. Berpikir positif
  9. Tetap waspada dan tidak panik

Pola hidup sehat tersebut perlu ditanamkan terlebih dahulu kepada seluruh peserta didik, pendidik, maupun seluruh masyarakat.

Satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan. Para pembaca pasti sudah seringkali mendengar ayat berikut:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu, “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”  (QS. Al-Insyirah: 6).

Kita sering mendengar ayat ini, namun kadang kita lalai, sehingga tidak betul-betul  memahaminya. Padahal jika ayat tersebut betul-betul direnungkan sungguh luar biasa faedah yang dapat kita petik.

Dalam upaya mencegah dan mengatasi Virus Covid-19 ini sangat perlu ditanamkan  pengetahuan kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan dan juga spiritual, kesehatan mental (kesiapan psikis) peserta didik. Terutama dikaitkan dengan religi, pemahaman ayat ayat AlQuran dan melakukan ibadah ibadah khusus dan ibadah umum.

Covid-19 yang menggejala di Indonesia mulai “mengancam” nasib pendidikan Indonesia. Beberapa pemerintah provinsi telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan aktivitas di sekolah selama dua pekan, kemudian disusul oleh beberapa universitas. Kegiatan belajar-mengajar dipindahkan melalui daring (online).

Kita perlu apresiasi sikap tersebut sebagai sebuah antisipasi, namun disi lain kita harus juga memahami dan menyiapkan alternatif kebijakan bagaimana ketika pembelajaran dilakukan dengan online namun prinsip, nilai dan tujuan pendidikan tetap tercapai oleh setiap peserta didik.

Tujuan Pendidikan Nasional yang  termaktub dalam UU. No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 dijelaskan mengenai tujuan pendidikan yaitu, “mengembangkan potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang beriman serta juga bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, berilmu, cakap, berakhlak mulia, kreatif, mandiri dan juga menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam kaitannya dengan Hari pendidikan ini, perlu sekali dibangkitkan semangat dan gairah belajar peserta didik yang sudah mulai BOSAN dan JEMU untuk tinggal di rumah, belajar di rumah, beribadah di rumah.

Adapun pedoman penyelenggaraan Hardiknas Tahun 2020 disampaikan melalui surat Nomor 42518/MPK.A/TU/2020, ter tanggal 29 April 2020 dan ditandatangani oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud juga meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang biasanya dilakukan satuan pendidikan, kantor Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, serta perwakilan pemerintah Republik Indonesia di luar negeri sebagai bentuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kebosanan ini sangat perlu untuk segera diatasi, baik dengan pengarahan-pengarahan dari guru maupun orang tua, serta pemerintah.

Jika kebosanan peserta didik tidak diarahkan kepada hal-hal positif, maka sangat mungkin hal tersebut dapat merugikan diri sendiri, keluarga, pemerintah. Misalnya kegiatan kebut-kebutan di jalan, nongkrong-nongkrong sambil ngobrol, dll. Hal ini sangat berbahaya karena tidak menjaga jarak sosial dan sangat mungkin menjadi carrier.

Insan pendidikan tetap dapat memperingati dan memeriahkan Hardiknas Tahun 2020 dengan melakukan beragam aktivitas/kegiatan kreatif yang menjaga dan membangkitkan semangat belajar di masa darurat Covid-19 dan mendorong pelibatan dan partisipasi publik, serta mematuhi protokol kesehatan pencegahan-penyebaran Covid-19.  Dengan  melakukan pembatasan sosial dan jaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kegiatan-kegiatan memperingati hari pendidikan ini misalnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan kreatif yang menyenangkan bagi peserta didik. Antara lain dengan membuat puisi dengan tema hari pendidikan Nasional di tengah Covid-19, dan dibaca dengan di rekam melalui video yang selanjutnya ditayangkan melalui Youtube. Dengan kegiatan yang menyenangkan ini, tidak saja akan menyehatkan pikiran dan psikologi peserta didik, namun sekaligus juga mampu membangkitkan semangat dan gairah belajar peserta didik sekaligus  mengusir kebosanan dalam diri peserta didik.

Selanjutnya puisi yang di upload di Youtube tersebut bisa di nilai oleh semua pihak termasuk guru, peseta didik, maupun pemerhati pendidikan. Dengan contoh kegiatan tersebut, selain mengusir rasa jemu juga bisa berdampak EKONOMIS, karena jika di like oleh ribuan orang, akan mendapatkan keuntungan finansial selain keuntungan profesional.

Dr. Tutik Hartanti, M.Pd

Dr. Tutik Hartanti, M.Pd

Guru SMA Negeri 1 Sewon