22.7 C
Yogyakarta
21 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Pentingnya Pendidikan Keluarga

Oleh: Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA

“Pendidikan keluarga yang efektif adalah ikhtiar pendidikan oleh orangtua yang mampu berkontribusi untuk mewujudkan anak sebagai hamba Allah dan Khalifah di atas bumi”
Rochmat Wahab

“Parents can only give good advice or put them on the right paths, but the final forming of a person’s character lies in their own hands.”

Anne Frank

Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang paling awal anak terima. Orangtua sebagai guru pertamanya. Siap atau tidak siap orangtua secara otomatis menjadi pendidik utamanya, yang bertanggung jawab akan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Di sini orangtua mendapat amanat langsung dari Tuhan, pencipta alam semesta. Yang pada akhirnya orangtua mempertanggungjawabkan kepada-Nya.

Pendidikan keluarga juga memberikan anak bimbingan ekstrakurikuler dengan orangtua yang diharapkan dapat memainkan peran sebagai model yang baik. Orangtua adalah orang-orang yang sangat dicintai anak-anaknya, teman yang paling dekat, dan memberikan dampak yang sangat esensial terhadap perkembangan dan kesuksesan anak.

Pendidikan keluarga adalah sangat penting, karena dapat memungkinkan keluarga dapat menegakkan dan memelihara hubungan yang benar di antara anggota keluarga, teman-teman dan orang lain. Pendidikan keluarga juga memberikan pengetahuan, nilai dan keterampilan yang penting bagi kehidupan anak. Pendidikan keluarga ikut bertanggung jawab dalam membangun fundasi semua aspek kehidupan, karena itu dibutuhkan intervensi secara sadar dan positif dari orangtua. Sejauh manakah kita orangtua sudah menujukkan tanggung jawab kita di hadapan Tuhan?

Kita sangat menyadari bahwa kualitas pendidikan sekolah sangat tergantung pada kondisi sekolah dan tingkat kualitas guru. Analog dengan itu, bahwa kualitas pendidikan keluarga juga ditentukan oleh kualitas lingkungan keluarga dan kualitas orangtua. Kualitas lingkungan keluarga bisa berbentuk lingkungan fisik, bisa juga berbentuk lingkungan sosial baik statis maupun dinamis. Demikian juga kualitas orangtua bisa terkait dengan kondisi kesehatan, latar belakang pendidikan, pekerjaan, ekonomi, dan kehidupan beragama orangtua. Juga kualitas hubungan antara anggota keluarga, terutama kualitas hubungan antara orangtua dan anak.

Menurut Lauran Cole (2017) bahwa kesalahan umum yang sering terjadi dalam Pendidikan keluarga, di antaranya: (1) orangtua tidak memperlakukan anak sebagai individu yang berkarakter, yang berkepribadian, akibatnya anak berlaku aneh dan salah; (2) menjadi cemas yang membebani dan melihat dunia luar yang penuh ancaman dapat mempengaruhi perkembangan sosial anak, sehingga anak dijauhkan dari berteman; (3) orangtua yang tidak bisa mewujudkan impian menginginkan anaknya dapat mencapai impiannya dan hal ini bisa merupakan kesalahan besar, karena membebani anak; (4) orangtua yang menunjukkan kurangnya kasih sayang dengan meninggalkan anak di suatu tempat tanpa ada yang bertanggung jawab, atau mengawasi akan keselamatannya; (5) orangtua menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak benar dengan membandingkan anaknya dengan teman sebayanya; dan (6) salah satu kesalahan yang sangat besar adalah semua anggota keluarga tidak pernah bertanya terhadap dirinya sendiri akan kegagalan yang menimpa anaknya.

Di era millenial yang syarat dengan perubahan, pendidikan keluarga tidak cukup bersifat konvensional. Melainkan nuansa pendidikan keluarga harus bersifat modern dan futuristik. Pendidikan keluarga tidak cukup hanya membekali anak sebatas kecakapan personal dan sosial untuk kepentingan hidup sehari-hari, melainkan lebih dari itu dengan memberikan kecakapan intelektual dan kreatif, kecakapan adaptif, kecakapan digital dan kemampuan moral. Karena itu orangtua tidak cukup dengan pengalaman personal yang diperoleh di masa kecilnya. Orangtua harus mengupgrade diri dengan kemampuan modern, sehingga bisa mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak dengan baik. Pendidikan keluarga harus bisa menyiapkan anak menjadi warga negara global yang menjunjung tinggi local wisdom.

Demikianlah beberapa hal penting tentang pendidikan keluarga. Pendidikan keluarga yang efektif, tidak hanya dibatasi dengan misi terbatas, yang bersifat domistik, melainkan juga dengan misi tak terbatas, yang bersifat global. Pendidikan keluarga tidak hanya berorientasi kehidupan duniawiyah semata, melainkan juga berorientasi kehidupan akhirat. Pendidikan keluarga tidak hanya bertumpu kepada kedua orangtua saja, melainkan juga semua anggota keluarga terutama yang dewasa. Pendidikan keluarga tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional saja, melainkan juga bisa menggunakan jasa teknologi moderen (digital) sepanjang itu positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Akhirnya bahwa pendidikan keluarga yang terbaik adalah pendidikan yang dilakukan oleh orangtua mampu membangun fundasi kehidupan beragama.

(Yogyakarta, 22/04/2020, Rabu, pk. 06.35)

Penulis adalah Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA