Ditulis oleh 10:26 am PENDIDIKAN

Pentingnya Statistik dalam TQM

Statistik adalah seni pengambilan keputusan tentang suatu proses atau populasi berdasarkan pada suatu analisis informasi yang terkandung di dalam suatu sampel.

Saat ini ilmu mengenai Quality Control (QC) sudah berkembang menjadi ilmu Total Quality Management (TQM). Dengan QC, kita hanya mampu mengevaluasi kesalahan teknis dalam proses produksi suatu perusahaan. Namun dengan TQM, kita sudah mampu mengevaluasi sistem manajemen perusahaan.

Kemampuan untuk mengevaluasi ini biasanya dipelajari dalam ilmu statistik yang lebih dikenal dengan metode Six Sigma. Six Sigma ini adalah sebuah metode untuk inspeksi, mengukur, menganalisis, memperbaiki dan mengontrol produksi suatu perusahaan. Alat yang digunakan untuk membantu proses analisis ini adalah Diagram Pareto dan Histogram. Inilah alasan mengapa kita harus paham dulu ilmu dasar matematika.

Menurut Goetsch dan Davis, ada sepuluh karakteristik Total Quality Management, yaitu sebagai berikut (Tjiptono, 2003:15):

  1. Fokus pada pelanggan.
    Dalam TQM, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal merupakan driver. Pelanggan eksternal menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka, sedangkan pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas tenaga kerja, proses, dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa. 
  2. Obsesi terhadap kualitas.
    Dalam organisasi yang menerapkan TQM, pelanggan internal dan eksternal menentukan kualitas. Dengan kualitas yang ditetapkan tersebut, organisasi harus terobsesi untuk memenuhi atau melebihi apa yang ditentukan mereka. Hal ini berarti bahwa semua karyawan pada setiap level berusaha melaksanakan setiap aspek pekerjaannya berdasarkan perspektif. 
  3. Pendekatan ilmiah.
    Pendekatan ilmiah sangat diperlukan dalam penerapan TQM, terutama untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. Dengan demikian, data diperlukan dan dipergunakan dalam menyusun patok duga (benchmark), memantau prestasi, dan melaksanakan perbaikan. 
  4. Komitmen jangka panjang.
    TQM merupakan suatu paradigma baru dalam melaksanakan bisnis. Untuk itu, dibutuhkan budaya perusahaan yang baru pula. Oleh karena itu, komitmen jangka panjang sangat penting guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan dengan sukses. 
  5. Kerjasama tim.
    Dalam organisasi yang dikelola secara tradisional seringkali diciptakan persaingan antar departemen yang ada dalam organisasi tersebut agar daya saingnya terdongkrak. Sementara itu, dalam organisasi yang menerapkan TQM, kerjasama tim, kemitraan, dan hubungan dijalin dan dibina, baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok, lembaga-lembaga pemerintah, dan masyarakat sekitarnya. 
  6. Perbaikan secara berkesinambungan.
    Setiap produk dan atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu di dalam suatu sistem/ lingkungan. Oleh karena itu, sistem yang ada perlu diperbaiki secara terus-menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat makin meningkat. 
  7. Pendidikan dan pelatihan.
    Dewasa ini masih terdapat perusahaan yang menutup mata terhadap pentingnya pendidikan dan pelatihan karyawan. Kondisi seperti itu menyebabkan perusahaan yang bersangkutan tidak berkembang dan sulit bersaing dengan perusahaan lainnya, apalagi dalam era persaingan global. Sedangkan dalam organisasi yang menerapkan TQM, pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang fundamental. Setiap orang diharapkan dan didorong untuk terus belajar. Dengan belajar, setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan keterampilan teknis dan keahlian profesionalnya. 
  8. Kebebasan yang terkendali.
    Dalam TQM, keterlibatan dan pemberdayaan karyawan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah merupakan unsur yang sangat penting. Hal ini dikarenakan unsur tersebut dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab karyawan terhadap keputusan yang telah dibuat. Meskipun demikian, kebebasan yang timbul karena keterlibatan dan pemberdayaan tersebut merupakan hasil dari pengendalian yang terencana dan terlaksana dengan baik.
  9. Kesatuan tujuan.
    Supaya TQM dapat diterapkan dengan baik, maka perusahaan harus memiliki kesatuan tujuan. Dengan demikian, setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama. Akan tetapi, kesatuan tujuan ini tidak berarti bahwa harus selalu ada persetujuan/ kesepakatan antara pihak manajemen dan karyawan, misalnya mengenai upah dan kondisi kerja. 
  10. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.
    Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan dapat meningkatkan kemungkinan dihasilkannya keputusan yang baik, rencana yang baik, atau perbaikan yang lebih efektif, karena juga mencakup pandangan dan pemikiran dari pihak-pihak yang langsung berhubungan dengan situasi kerja serta meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab atas keputusan dengan melibatkan orang-orang yang harus melaksanakannya

Banyak mahasiswa yang mengeluh bahwa tidak suka/senang dengan mata kuliah matematika atau statistik bahkan ketika masih di bangku SMP/SMA mereka sudah merasakan kurang suka/senang dengan mata pelajaran matematika, Padahal ilmu matematika dan statistik ini sangat penting bukan sekadar ilmu tentang hitung-menghitung tetapi sangat penting dalam membuat keputusan penting dalam perusahaan ataupun dalam kehidupan pribadi.

Setiap usulan, gagasan atau argumentasi yang didasari dengan data dan fakta yang kuat akan sulit ditangkis. Oleh karena itu, jangan bosan untuk mendorong teman sejawat dan seprofesi yang kebetulan memiliki latar belakang keilmuannya bukan dari matematika, statistik, keuangan dan akuntansi hendaknya mau belajar ilmu matematika dan statistika dan penerapannya dalam dunia usaha ataupun kehidupan pribadi.

Di dalam dunia usaha penggunaan hasil analisis statistik, analisis costs and benefits, proyeksi, extrapolasi, probabilitas dan perhitungan finansial lainnya sangat dibutuhkan. Apalagi di dalam TQM, instrumen-instrumen pengukuran berbasis statistik seperti Histogram, Pareto, Diagram Ishikawa dan lain-lain menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari atau adegiumnya sering kita dengar “berbicaralah dengan dukungan data”.

Statistik adalah seni pengambilan keputusan tentang suatu proses atau populasi berdasarkan pada suatu analisis informasi yang terkandung di dalam suatu sampel. Metode statistik ini memainkan peranan penting dalam penjaminan mutu/kualitas. Oleh karena itu, kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen dalam memilih produk atau jasa maka dibutuhkan suatu kegiatan yang harus dilakukan terus menerus selama proses produksi berjalan sehingga kualitas produk atau jasa tersebut tetap terjaga.

Pengendalian kualitas statistik (Statistical Quality Control/SQC) adalah alat bantu manajemen untuk menjamin kualitas. Pengujian statistik diperlukan untuk menyelesaikan masalah seperti ini, dan dalam SQC teknik-teknik tersebut diaplikasikan guna memeriksa dan menguji data untuk menentukan standar dan mengecek kesesuaian produk dalam mencapai operasi manufaktur yang maksimum, dan biasanya menghasilkan biaya kualitas yang lebih rendah dan menaikkan tingkat posisi kompetitif terhadap produk perusahaan.

Metode statistika yang terkait langsung dengan pengendalian mutu akan memberi tahu bahwa statistik dapat digunakan dalam upaya memingkatkan mutu produk dan telah digunakan di berbagai Negara. Oleh karena itu, “berpikirlah” dengan tenang dan jangan “kecut” bila mendengar kata statistik dan jangan pula statistik dijadikan sebagai “momok” atau “hantu” yang mengerikan dan menakutkan. Berpikir secara statistik memiliki keuntungan, antara lain:

  1. Memberitahu bahwa tingkat kepentingan yang tinggi terletak pada fakta dari pada konsep abstrak (baik, bagus, tak bagus/buruk dan lain-lain).
  2. Tidak mengekspresikan fakta dalam istilah rasa (perasaan) dan ide. 
  3. Gambaran/ekspresi keadaan, diturunkan dari hasil pengamatan spesifik. 
  4. Dari hasil pengamatan akan ditemukan secara bersama-sama tentang kesalahan dan variasi, yang merupakan bagian dari sesuatu yang tersembunyi. Menemukan bagian yang tersembunyi itulah tujuan puncak (utama) dari pengamatan/pengukuran; 
  5. Menemukan kecendrungan teratur yang muncul. Dalam sejumlah pengamatan/pengukuran, diperoleh/muncul kecendrungan yang teratur, itu adalah informasi yang Andal. [Andal adalah dapat dipercaya atau memberikan hasil yang sama, pada uji atau percobaan yang dilakukan berulang]. Jadi “informasi yang andal” adalah informasi yang dapat dipercaya atau memberikan hasil yang sama, pada uji atau percobaan yang dilakukan berulang.

(Visited 67 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 24 Juli 2020
Close