23.1 C
Yogyakarta
23 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
PENDIDIKAN

Pentingnya Tujuan Dalam Beraktivitas

Salah satu bentuk manajemen modern adalah MBO (Management by Obyektive) yang memberikan otomisasi kerja tim, dan fleksibilitas operasi agar organisasi bisnis semakin efektif. Prinsip utama MBO adalah kejelasan tanggung jawab dan peran karyawan dalam organisasi sehingga mereka mengerti dengan jelas aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Peter Drucker menyebutkan bahwa setiap anggota organisasi harus “menghindari pada jebakan aktivitas”, yang menjalankan aktivitas sehari-hari tetapi lupa pada tujuan utama mengapa ia menjalankan aktivitas tersebut.

Fenomena yang disebutkan Drucker tersebut terjadi pada organisasi yang semangat menjalankan aktivitasnya, tetapi tidak sadar mengapa melakukan aktivitas tersebut. Pada sisi lain banyak pula organisasi yang kurang semangat menjalankan aktivitasnya karena memang tidak tahu mengapa harus beraktivitas.

Kejelasan akan tujuan aktivitas dapat menjadi kunci jawaban aktivitas apa dan mengapa harus dijalankan, sehingga MBO akan memberikan tuntunan yang baik. MBO adalah pendekatan yang sistematik, dan terorganisir yang mendorong manajemen untuk memfokuskan pada pencapaian tujuan dan pencapaian hasil terbaik dari sumber daya yang tersedia.

Pelaksanaan MBO dilakukan dengan menjalankan lima langkah dasar, yaitu:

  1. Merumuskan tujuan organisasi.
  2. Menyusun langlah strategi yang didukung seluruh anggota organisasi.
  3. Mengembangkan langkah-langkah tiap bagian dan tiap orang (tujuan antar sektor dan antar personal).
  4. Menyusun standar kinerja untuk seluruh komponen organisasi.
  5. Melakukan penilaian kinerja secara periodik.

apa yang harus dilakukan, dan mempersilakan pada mereka memilih jalannya sendiri.

Pelaksanaannya dilakukan dengan proses penguatan pada karyawan terbawah atau melakukan prinsip-prinsip desentralisasi. Yaitu membicarakan pada semua anggota tentang apa yang harus dilakukan, dan mempersilakan pada mereka memilih jalannya sendiri.

Dalam praktiknya, pelaksanaan MBO di era 2000-an agak lesu atau mengendur, tidak sepopuler Total Quality Management (TQM). Walaupun begitu penyempurnaan konsep MBO terus dilakukan. Salah satu hasil pengembangan konsep tersebut adalah dirumuskannya konsep SMART (Spesific, Measurable, Attainable, Relevant, Time Related).

SMART dalam MBO adalah alat atau prosedur yang harus dipenuhi dalam merumuskan tujuan organisasi. Agar tujuan tersebut dapat dikomunikasikan dan dijabarkan oleh seluruh anggota organisasi. Permasalahan penting dalam praktik MBO adalah perumusan tujuan yang dijalankan di antara pimpinan dan para bawahannya sedemikian rupa sehingga operasi dari setiap anggota organisasi dapat dikoordinasikan dengan tujuan yang jelas bagi setiap anggota organisasi.

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menerapkan MBO di perusahaan, antara lain:

  1. Menentukan sasaran dan tujuan perusahaan.
  2. Mengontrol pelaksanaan kinerja karyawan dan pengembangannya.
  3. Mengevaluasi setiap hasil kinerja karyawan dan prosesnya.
  4. Memberikan umpan balik.
  5. Memberikan reward dan punishment.

Inti manfaat dari MBO adalah, individu dan tim dapat menyelaraskan tujuannya dengan organisasi. Sehingga baik individu dan tim akan termotivasi dengan baik dalam menjalankan implementasi rencana yang sudah disusun. Etzoni mendefinisikan tujuan organisasi adalah suatu pernyataan keadaan yang diinginkan dimana organisasi “bermaksud merealisasikan” dan “pernyataan tentang keadaan masa mendatang” di mana organisasi mencoba menimbulkannya.

Dengan kata lain tujuan organisasi akan menggambarkan tentang hasil akhir yang diinginkan dan usaha atau kegiatan yang harus diarahkan. Kejelasan perumusan tujuan inilah yang menjadi dasar pelaksanaan MBO, dan metode SMART.

Tujuan adalah suatu cita-cita yang disertai dengan usaha dan pernyataan yang jelas ke mana organisasi akan dibawa. Tidak akan ada langkah maju tanpa adanya tujuan yang tegas. Dalam dunia manajemen, tujuan organisasi dipandang secara luas memiliki beberapa fungsi yang penting serta bervariasi menurut waktu dan keadaan.

Beberapa fungsi dalam penetapan tujuan adalah menjadi pedoman bagi kegiatan. Sebagai sumber legitimasi, adanya standar pelaksanaan, munculnya motivasi untuk mencapai tujuan, dan menjadi dasar rasional pengorganisasian.

perumusan tujuan merupakan usaha perpaduan kepentingan dan masukan.

Proses perumusan tujuan harus mempertimbangkan kekuatan atau kemampuan yang terlibat di dalam organisasi. Sehingga perumusan tujuan merupakan usaha perpaduan kepentingan dan masukan dari semua pihak yang terlibat dan bersinergi dalam mencapai tujuan. Beberapa yang perlu mendapat perhatian dalam merumuskan tujuan organisasi, antara lain:

  1. Proses perumusan tujuan organisasi.
  2. Manajer puncak sebagai perumus tujuan umum.
  3. Tujuan harus realistik, jelas, memiliki alasan dan bersifat menantang.
  4. Tujuan bidang fungsional organisasi harus harmonis dan konsisten dengan tujuan umum.
  5. Manajemen harus senantiasa memonitoring dan meninjau kembali tujuan yang telah ditetapkan.

Sedangkan proses penetapan tujuan merupakan suatu usaha untuk menciptakan nilai-nilai tertentu melalui kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh organisasi. Beberapa unsur-unsur dasar yang melatarbelakangi penetapan tujuan suatu organisasi adalah barang dan jasa. Juga kebutuhan konsumen atau pelanggan, teknologi, kelangsungan hidup (survive), pelayanan manajemen dan konsep diri (self concept).

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA