Penyembelihan Hewan Kurban Harus Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Semua orang yang ada di tempat penyembelihan hewan kurban, harus menggunakan masker wajah dengan benar, menutup mulut dan hidung.

Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan tiba. Sebagaimana biasanya hari raya tersebut diisi dengan berkurban yang dilaksanakan di masjid-masjid. Namun kali ini situasinya berbeda. Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya bisa dihilangkan. Oleh karena itu, penyembelihan hewan kurban harus tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Mencermati situasi tersebut, Baznas Kota Yogyakarta berkerjasama dengan Yayasan Abdurrahman Baswedan, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Yogyakarta dan Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM menyelenggarakan Webinar Penyembelihan Hewan Qurban Masa Pandemi Covid-19, pada Rabu, 8 Juli 2020, melalui aplikasi meeting online Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Ir. H. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM serta Sri Panggarti dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.

Syamsul Azhari Ketua Baznas Kota Yogyakarta mengatakan pada hari raya Idul Adha 1441 H mendatang, Baznas Kota Yogyakarta ditunjuk Walikota Yogyakarta untuk mengkoordinir pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dari panitia atau takmir masjid untuk disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Baznas juga ditunjuk untuk mengkoordinir penyerahan hewan kurban yang akan disembelih di luar kota Yogyakarta.

“Kami juga menghimpun hewan kurban dari shohibul kurban yang kemudian diolah menjadi bentuk abon atau bentuk lain dan diserahkan kepada jamaah yang berhak menerima. Ini sudah dilakukan secara rutin sejak tahun tahun yang lalu. Kami juga mengirim daging kurban dalam bentuk abon ke daerah-daerah bencana,” jelas Syamsul Azhari.

Pelatihan ini, lanjut Syamsul, penting agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban sesuai ketentuan syar’i tetapi juga tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Nanung Danar Dono dalam paparannya mengatakan dalam proses penyembelehan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebab kita tidak dapat memprediksi dimana Covid-19 itu berada. Penyembelihan hewan kurban di area masjid dilakukan hanya apabila memungkinkan dan harus mengikuti protokal kesehatan dan mengurangi kerumunan. Apabila hewan kurban tidak dapat disembelih di area masjid, maka penyembelihan sebaiknya dilakukan di RPH resmi.

“Lebih baik gembira karena jaga diri daripada menderita karena terinfeksi,” ujarnya.

Oleh karena itu, semua orang yang ada di tempat penyembelihan hewan kurban, harus menggunakan masker wajah dengan benar, menutup mulut dan hidung. Bahkan jika memungkinkan menggunakan face shield atau goggles plastik atau kaca.

“Penting juga untuk diingatkan agar tetap menjaga jarak secara fisik dengan orang lain minimal 1,5-2 m dan tidak merokok. Pengurus takmir menyediakan air dan sabun atau hand sanitizer,” jelas Nanung.

Panitia penyembelehan hewan kurban juga diminta untuk tidak melibatkan anak-anak, serta lansia, di atas 45 tahun, dan warga yang sakit. “Shohibul kurban juga tidak harus hadir di area penyembelihan, kita percayakan sepenuhnya kepada panitia,” jelas Nanung.

Materi lengkap Ir. H. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM dapat disimak di bawah ini.

Erik T.

Erik T.

Terbaru

Ikuti