27.4 C
Yogyakarta
21 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
PENDIDIKAN

Peran Guru Dalam Era Pendidikan Daring

Banyak pengalaman dan banyak pelajaran yang bisa kita petik dalam pandemi ini. Pelajaran yang sangat berharga yang dapat dipetik dalam Pandemi ini buat guru khususnya dunia. Di tengah pandemi Covid-19, yakni kegiatan belajar tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif dan lebih manusiawi ketimbang secara online.

Selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi. Pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka tidak bisa merasakan getaran jiwa seorang guru, dengan gaya bahasa dan tingkah yang punya khas sendiri. Sehingga pelajaran secara daring akhir-akhir ini banyak menimbulkan keluhan dari peserta didik maupun orangtua.

Pemberian pelajaran bukan hanya soal transfer ilmu. Tetapi melalui proses belajar mengajar secara tatap muka, siswa mendapatkan nilai-nilai yang tak bisa didapatkan melalui pembelajaran daring. Nilai-nilai tersebut antara lain religius, sosial budaya, etika, dan moral. Sehingga siswa mendapatkan proses pendewasaan dari kehidupan yang sebenarnya. Semua itu yang hanya bisa didapatkan dengan interaksi sosial di suatu area pendidikan antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.

Teknologi tak punya hati. Padahal dalam proses pembelajaran yang dihadapi adalah siswa yang punya hati, punya rasa. Punya perasaan bukan hanya soal logika saja. Sehingga peran guru kini sangatlah penting mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Guru harus benar benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara online.

Peran guru sebagai motivator, inovator harus dipraktekkan dalam pembelajaran daring.

Peran guru sebagai motivator, inovator harus dipraktekkan dalam pembelajaran daring. Karena guru adalah orang pertama dan utama sebagai pendidikan negara mengingat pendidikan adalah wadah pencetak generasi bangsa. Oleh karena itu, di tengah pandemik virus corona ini, beberapa peran guru yang sangat “urgent” untuk diterapkan dalam pembelajaran daring.

Guru sering lupa bahwa, seorang guru adalah motivator. Yang harus tetap memberikan materi atau penugasan terhadap siswa, disertai dengan motivasi pada siswa untuk tetap semangat dalam belajar. Dalam kesempatan yang sama guru juga harus memberikan nasihat atau hal-hal yang bersifat positif. Agar siswa tidak hanya berpikir tentang ilmu dan menjadi bosan.

Di lain sisi, guru juga harus memerhatikan mood belajar siswa agar tidak terlalu stress akibat tugas, dengan berbagai pendekatan. Guru hendaknya mengajar daring dengan tetap memberikan penjelasan pada siswa. Bukan semata-mata hanya dengan memberikan tugas secara terus menerus, sebab siswa juga butuh penjelasan untuk memahami materi yang dibahas.

Di lain pihak, tugas guru tidak hanya sebagai penyampai materi saja. Namun guru sebagai inovator perlu diperlihatkan pada siswa dalam proses belajar yang dilakukan secara online. Guru harus inovatif terhadap media maupun metode yang digunakan dalam pembelajaran. Guru hendaknya menguasai beberapa cara untuk belajar secara online .

Tak ketinggalan guru harus menguasai metode yang diterapkan juga. Bahwa ini akan berbeda dari biasanya, sebab belajar tidak berlangsung secara langsung. Guru harus pintar-pintar memilih metode yang akan digunakan dalam proses belajar daring ini.  Dengan berganti-ganti metode diharapkan siswa tidak bosan.

Guru harus mampu mengevaluasi apa kekurangan dari pembelajaran online.

Guru sebagai metamorfosis pembelajaran. Guru sebagai orang yang selalu mengikuti suatu proses perkembangan siswanya yang selalu berganti hingga mencapai kedewasaan secara sempurna, serta mengalami suatu perubahan pola pikir harus selalu mengikuti perkembangan siswanya. Sehingga setelah proses pembelajaran daring dilakukan, guru harus mampu mengevaluasi apa kekurangan dari pembelajaran online. Masalah-masalah yang timbul pada siswa maupun saat proses pembelajaran. Apakah siswa menerima materi dengan baik atau tidak, dan masalah lainnya.

Bagaimana peran guru di masa digital ini? Era digital ini justru sangat membutuhkan peran guru dalam memfilter informasi kepada para peserta didik. Oleh karena itu, menjadi tantangan pendidik agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman terutama era digital ini membuka inovasi dalam mengajar.

Sebagai kesimpulan, peran guru yang demikian kompleks haruslah disadari oleh guru itu sendiri. Untuk memajukan siswa-siswinya secara humanis, religius, sosial dan perasaan. Peran guru tak dapat tergantikan dengan teknologi.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA