Ditulis oleh 10:47 am COVID-19

Peran Ibu sebagai Pengajar di Masa Pandemi Covid-19 (Tulisan Kedua/Terakhir)

Ibu memiliki peran lebih dari sekolah yaitu membangun kecerdasan emosional bahkan spiritual anak.

Berbagai peran seorang ibu dalam keluarga dan terhadap anak sudah dibahas pada tulisan pertama, dan salah satu yang kemudian menjadi alasan dilanjutkan tulisan itu adalah Ibu Ibaratnya Sebagai Guru Yang Harus Bisa Mendidik Anak-Anaknya Agar Bisa Cerdas Dan Berkepribadian Baik. Sehingga tidak salah andai disebut bahwa Ibu merupakan orang terdekat  pertama bagi anak, karena seorang anak sudah mempunyai keterikatan fisik dan psikis dengan ibunya dari sejak dalam kandungan dan dalam aktivitas kesehariannya di dalam rumah. Ibu juga tempat madarasah pertama  (Al -Ummu madrasah Al-ula) dan  guru pertama bagi anak-anaknya.

Ibu memiliki peran lebih dari sekolah yaitu membangun kecerdasan emosional anak bahkan membangun kecerdasan spiritual anak. Untuk itu seorang wanita harus mempunyai segudang ilmu dan pengetahuan yang luas untuk mengelola dan menghadapi persoalan-persoalan tersebut yang berkaitan dengan rumah tangga. Tentu saja untuk menghadapi persoalan-persoalan tersebut membutuhkan komitmen yang tinggi dan kerjasama dengan suami.

Rumah adalah sekolah pertama sebelum anak mengenyam pendidikan di luar rumah dimana anak belajar pada ayah dan ibunya. Keluarga menjadi lingkungan utama dan pertama bagi anak untuk mendapatkan ilmu karena di keluargalah  pertama kali anak mendapatkan pendidikan. Keluarga menjadi sumber pendidikan utama bagi anak, sehingga orang tua khususnya ibu menjadi tempat anak belajar dan mengambil contoh hingga akhirnya kepribadian dan karakter anak akan terbentuk. Pendidikan anak merupakan hal yang sangat penting, sebab anak adalah generasi penerus masa depan dari keluarga dan cikal bakal masyarakat.

Baca juga: Seberapa Pentingkah Peran Ibu dalam Mendidik Anak (Tulisan 1)

Ibu menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya. Ibu sebagai wanita, tentunya dituntut untuk mampu mendampingi anak-anaknya sesuai dengan kondisi, hal ini seperti pernyataan Ali Bin Abi Thalib yang terkenal, “Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu”. Tentunya demikian pula kita harus menyesuaikan cara kita mendidik anak dengan seiring perubahan jaman yang tentu akan mempunyai masalah yang berbeda-beda..

Seperti kondisi saat ini, saat terjadi pandemi Covid 19 yang kemudian ada peraturan #dirumah saja , #stay at home , # Work For Home , #belajar dirumah, #study at home dansebagainya yang pada dasarnya berkurangnya kontak sosial, kontak fisik, sehingga diberlakukan Social Distansing, phisical distansing, semuanya berubah secara mengagetkan dan harus bergerak cepat. Semuanya harus segera beralih dari yang sebelumnya harus pergi bekerja sekarang harus dirumah baik untuk ibu-ibu yang bekerja di luar rumah, bapak-bapak yang bekerja di luar rumah, bapak ibu guru yang biasanya mengajar dengan tatap muka dengan peserta didik, anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah, ke kampus bertemu dengan teman-temannya juga guru-gurunya saat ini tidak bisa dilakukan. Seandainyapun harus ke kantor, ke sekolah juga tidak setiap hari dan bapak ibu guru tidak ketemu peserta didiknya begitupun untuk para dosen dengan mahasiswanya. Yang sebelumnya untuk pengajaran dilakukan oleh bapak Ibu guru, bapak Ibu Dosen saat ini dengan pandemi covid 19 tugas itu secara tidak langsung beralih ke orang tua yang mungkin lebih banyak tugas itu beralih ke ibu-ibu. Banyak ibu-ibu yang sebelumnya mungkin kurang peduli dengan proses belajar anak-anaknya, namun saat ini harus sangat peduli terutama bagi ibu bapak yang  mempunya anak-anak dibangku taman-Kanak-kanak atau PAUD, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk keluarga yang mempunyai anak di SMA,SMK sepertinya akan lebih enteng tugasnya sebagai pengganti guru sekolah walaupun masih ada juga peran ibu untuk mengajar/ membimbing anak-anaknya.

Sepertinya kondisi saat ini sudah sangat memberlakukan adanya transformasi pendidikan, dengan revolusi industri 4.0, semuanya serba digital, internet, dengan sekejap dapat menjangkau dimana- mana. Namun ternyata belum semua siap adanya perubahan ini , malah terjadi ibu-ibu yang lumayan stres menghadapi kondisi ini apalagi yang sebelumnya anak belajar dibiarkan belajar sendiri atau di panggilkan guru les, tapi dengan kondisi ini semua itu tidak mungkin dilakukan harus turun sendiri untuk mengtasi anak-anaknya yang sedang belajar apalagi beberapa saat lalu anak-anak kelas 6 (enam), 9 (sembilan)  menghadapi ujian.

Ada cerita tentang kondisi seperti itu yang diperoleh penulis secara langsung dari ibu-ibu yang saat ini sedang memerankannya sebagai guru, sebagai pengajar di rumah. Seorang ibu dan juga kasus serupa dialami oleh beberapa ibu yang  menyuruh   anaknya yang akan menghadapi ujian kelas sembilan (9) untuk belajar namun jawaban anak-anaknyanya sangat santai dan menganggap enteng sehingga ibunya berucap besok saat ujian yang ujian bunda-bunda nya ya.. dan kejadian ini terjadi karena ujian dilaksanakan dirumah dengan pendampingan ibunya.

Diperoleh data dari beberapa ibu yang mengalami serupa yaitu menjadi guru dadakan yang sebelumnya tidak terbayangkan harus mengajarkan berbagai mata pelajaran kepada anaknya kemudian mengirimkan proses belajar kepada guru sekolah anaknya baik berupa video maupun foto.

Beberapa  ibu mengatakan bahwa ternyata menjadi guru/pengajar dirumah membutuhkan perjuangan tersendiri dalam menghadapi anak karena materi ajar di SD sekarang ini sangat berat juga tidak punya bekal dalam metode pembelajaran. Ada lagi yang menyampaikan di awal adanya harus belajar dirumah ibu- ibu merasa sangat sedih karena kalau anak-anak  belajar dirumah hasilnya kurang maksimal karena waktu yang diberikan juga kurang maksimal selain itu sebagai ibu juga tidak bisa mengajarkan secara profesional. Bagi ibu-ibu yang mempunyai anak yang sudah mahasiswa ternyata permasalahannya berbeda lagi, bukan lagi ibu harus menjadi dosen tapi masalah sinyal internet sampai-sampai harus keluar rumah meskipun hujan lebat anaknya dipayungi untuk mendapatkan sinyal yang baik karena harus segera membuat tugas dan dikumpulkan kepada dosennya lewat email dosen. Bahkan handphone si ibu juga menjadi sasaran dipakai oleh anaknya karena harus mengerjakan tugas lewat online atau dilaporkan, disampaikan lewat grup-grup WA dan sebagainya. 

Dengan kondisi pandemi ini ternyata membawa dampak positip dan juga negartif bagi keluarga terutama ibu. Salah satu  peran ibu sebagi Guru Yang Harus Bisa Mendidik Anak-Anaknya Agar Bisa Cerdas Dan Berkepribadian Baik betul-betul sangatlah besar dan berat.  Di masa pandemi covid 19  ini dengan #study at home, #belajar dari rumah memberikan lahan bagi ibu untuk berperan sebagai  Ibu yang hebat karena sangat diperlukan keberadaannya untuk mendampingi anak-anaknya.

Ada beberapa peran Ibu yang perlu disimpulkan dan ditambahkan dalam peran-peran yang sebelumnya, yaitu:

  1. Dikembalikan fungsi ibu yang sebenarnya yaitu sebagai guru anak-anaknya, ummu madrasatul ulla.
  2. Ibu  harus terus belajar dan tidak berhenti untuk belajar.
  3. Ibu  harus bisa menjadi pendamping anak-anaknya saat belajar
  4. Ibu jadi banyak dirumah dan mengetahui lebih banyak tentang anak
  5. Ibu harus mampu mengelola emosi anak untuk dapat belajar di rumah
  6. Ibu harus semakin bersabar dalam menghadapi emosi anak yang bosen belajar dirumah
  7. Ibu mampu mengelola anak untuk menggunakan gadget dengan baik
  8. Ibu harus mampu memberi contoh pemanfaatan gadget dengan positip
  9. Ibu dapat mendampingi anak yang sedang belajar problem solving.
  10. Ibu juga memberikan pembelajaran pada anak tentang keterampilan hidup

Selain itu para ibu ternyata mampu memahami bahwa menjadi guru itu tidaklah mudah dan sangat mengapresiasi peran dan fungsi guru di sekolah, GURU TERNYATA LUAR BIASA.

Pendidikan akan berlangsung, berjalan dengan baik dan menghasilkan anak didik baik pula dan berhasil apabila ada peran dari keluarga, peran sekolah dan peran masyarakat, seperti yang disampaikan Ki Hadjar Dewantoro tentang Tripusat pendidikan.

 

(Visited 1.518 times, 3 visits today)
Tag: , , Last modified: 22 Juni 2020
Close