17 C
Yogyakarta
15 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
SAINS

Perbedaan Penggunaan Dan Penguasaan Bahasa Pada Individu

Meskipun kebanyakan orang telah belajar berbicara bahasa ibu mereka dengan lancar, namun masing-masing dari individu pengguna bahasa asli memiliki kemampuan berbeda dalam menggunakan bahasa mereka. Pengguna bahasa yang telah dewasa tidak hanya mengetahui jumlah kata yang lebih banyak, namun mereka juga memiliki perbedaan dalam kecepatan mereka menghasilkan dan memahami kata dan kalimat. Mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah perbedaan individu dalam kemampuan bahasa terkait dengan kemampuan kognitif umum?

Pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab dengan menguji sejumlah besar individu pada sejumlah besar tes bahasa dan kognitif. Penulis utama studi, Florian Hintz dan timnya merancang deretan ujian dengan tujuan untuk menggunakannya dalam studi yang lebih besar. Dalam studi ‘IndividuLa’ yang lebih besar (didanai oleh konsorsium Language in Interaction), para peneliti akan menggabungkan data kinerja tes dengan DNA dari seribu peserta. Selain itu, otak sekitar 300 dari 1000 peserta tersebut akan dipindai. Namun, peneliti pertama-tama perlu menguji coba deretan tes tersebut dengan jumlah peserta yang lebih sedikit.

Hintz mengatakan studi mengenai perbedaan individu sebelum studi yang dirinya lakukan sering kali berfokus pada serangkaian keterampilan yang terbatas. Kini, dataser yang ada melangkah lebih jauh dan memberikan gambaran menyeluruh tentang keterampilan linguistik dan non-linguistik pengguna bahasa, dengan beberapa tes per keterampilan.

Para peneliti mencari relawan peserta sebanyak 112 orang dengan rentang usia 18 hingga 29 tahun dan latar belakang pendidikan campuran ke lab mereka di Nijmegen. Para peserta tersebut menyelesaikan deretan dari 33 tes sebanyak dua kali guna melihat dan menetapkan tingkat ketepatan dari pengukuran baru, dengan rentang satu bulan di antara sesi tes. Pengujian memakan waktu sekitar delapan jam per peserta.

Deretan dari tugas tersebut mencakup tiga jenis tes: (1) tes pengalaman linguistik seperti ukuran kosa kata, (2) tes keterampilan kognitif umum seperti kecepatan pemrosesan atau kapasitas memori kerja, dan (3) tes keterampilan pemrosesan linguistik, mengukur produksi dan pemahaman kata dan kalimat. Terlepas dari tes terstandarisasi yang terkenal (seperti matriks Raven), deretan tersebut juga memasukan tes yang baru dikembangkan (seperti tes ekspresi idiomatik dan tes aturan normatif tata bahasa Belanda).

Mayoritas dari tes-tes tersebut terbukti andal dan sesuai untuk studi utama IndividuLa, yang saat ini sedang berlangsung. Para peneliti masih merekrut peserta untuk studi utama, sehingga penutur asli Belanda (umur diantara 18 dan 30) diundang untuk ambil bagian dalam studi ini.

Penulis studi memutuskan untuk membagikan data dari studi percontohan mereka, yang tersedia secara gratis di arsip data UK Data Service (UKDA). Para peneliti mendorong para peneliti lain untuk menggunakan database untuk analisis baru. Hintz mengatakan bahwa studi mengenai perbedaan individu jarang dilakukan, oleh karena studi semacam ini memakan waktu dan biaya yang besar, terutama dalam situasi saat ini, di mana pengujian secara langsung tidak selalu memungkinkan. Dengan adanya sumber daya ini, maka mungkin dapat diberikan rute alternatif untuk melakukan penelitian.

Hintz menyimpulkan bahwa basis data tersebut sangat berharga bagi peneliti, dokter, atau guru yang tertarik untuk menyelidiki hubungan antara keterampilan linguistik, keterampilan non-linguistik, dan pengetahuan linguistik. Pada akhirnya, dengan menggunakan kumpulan data tersebut, siapapun dapat mengambil langkah pertama untuk menjawab pertanyaan ‘Apa yang membuat seseorang dapat menggunakan bahasa secara lebih baik?’


Sumber:
Situs: sciencedaily. Materi awal berasal dari Max Planck Institute for Psycholinguistics. Foto: Pixabay.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA