Perikanan Sebagai Penopang Gizi Warga Miskin

Hanya saja, lanjut Muslich, bangsa ini perlu melakukan pelacakan secara historis mengenai kapan puncak pengelolaan perikanan Indonesia. “Karena ada kecurigaan juga bahwa nenek moyang kita...

DI Yogyakarta memiliki wilayah laut dengan kekayaan ikan besar. Namun, warganya tidak memiliki tradisi melaut, mengambil ikan. Potensi sumber pangan yang terabaikan.

Demikian disampaikan Ir. Muslich Zainal Asikin, MBA., MT., ATU Direktur Abhiseka Training Center saat menjadi pembicara diskusi buku dengan judul Politik Sumber Daya Alam karya Arif Satria, Jum’at, pekan lalu, di Sekretariat Yayasan Abdurrahman Baswedan.

Buku Politik Sumber Daya Alam sendiri menyoroti tata kelola bidang perikanan pada masa pemerintahan Presiden SBY dan Presiden Jokowi.

“Di Gunung Kidul dulu pernah mengalami masa kekurangan pangan. Padahal kurang apa, ikan di Gunungkidul itu terlantar, karena tidak ada petani yang mau mengambil ikan. Baru-baru ini saja ada upaya nelayan di Gunungkidul untuk mengambil ikan. Malah banyak nelayan dari daerah lain yang beroperasi di wilayah Gunungkidul,”jelas Muslich.

Baca juga: Zulkifli Halim: Pemerintah Jago Menyusun Rencana, Tidak Implementasi

Padahal kepiawaian nenek moyang kita mengelola ikan itu luar biasa. Semestinya tidak ada daerah miskin di Yogya kalau potensi perikanan ini dapat dioptimalkan.

Hanya saja, lanjut Muslich, bangsa ini perlu melakukan pelacakan secara historis mengenai kapan puncak pengelolaan perikanan Indonesia. “Karena ada kecurigaan juga bahwa nenek moyang kita yang begitu banyak menjadi pelaut tidak untuk menjadi nelayan, tetapi berdagang, misalnya orang Bugis,” jelas Muslich.

Ikan dengan kualitas yang rendah pun, bisa menjadi penopang pangan dan kecukupan gizi bagi warga miskin. “Di Pantura di daerah yang paling miskin pun tidak termasuk daerah yang kurang gizi. Nah, ikan ini sangat penting untuk membangun kecerdasan anak-anak. Mereka-mereka yang berada di pedalaman, di pegunungan, semangat untuk mengejar ilmu kalah dengan mereka yang di pesisir, karena modal otaknya lebih baik dengan makan ikan,” ujar Muslich.

Oleh karena itu, bidang perikanan perlu mendapat perhatian pemerintah. Baik perikanan tangkap maupun budidaya. Hanya saja, didunia perikanan kita kekurangan orang yang memiliki semangat tinggi. Padahal potensi perikanan Indonesia sangat besar.

Selain Muslich Zainal Asikin, hadir pula sebagai pembicara Drs. Zulkifli Halim, M.Si Mantan Anggota DPR RI, Penasehat KAHMI DIY dan Habib Abdillah N., ST., M.Eng., M.Sc. Dosen Prodi Teknik Lingkungan UP45. Diskusi buku Yayasan Abdurrahman Baswedan diselenggarakan rutin tiap Jum’at sore.

(Visited 40 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020