Ditulis oleh 9:45 am COVID-19

Perjalanan Panjang Belajar Mandiri dan Online di Tengah Pandemi Covid- 19

Sudah lebih dari dua bulan saya menjalani masa-masa belajar di rumah dengan metode daring. Saya sudah menjalani masa pembelajaran daring mulai dari tanggal 21 Maret lalu. Jadi saya harus memastikan memiliki jaringan yang bagus agar dapat mengetahui dan mengerjakan materi dan juga tugas yang diberikan oleh ustadzah-ustadzah.

Pagi hingga sore itu kami masih bersekolah dan beraktivitas seperti biasanya. Namun ketika malam harinya bakda isyak, umi mengumumkan bahwa kami diminta mengepaki buku dan pakaian, serta merapikan almari dan membersihkan kamar. Karena adanya pandemi Covid-19, kami diminta belajar di rumah. Pandemi Covid-19, mengakibatkan perubahan secara tiba-tiba dalam keseharian kita semua dalam beraktivitas dan membawa perubahan yang luar biasa untuk semua bidang.

Salah satu yang terdampak paling besar adalah bidang pendidikan. Sehingga belajar dari rumah merupakan kewajiban, termasuk kegiatan asrama karena sekolah saya berbasis asrama/boarding. Ketika wabah corona masuk di Indonesia dan diawali dengan kebijakan di Jawa Tengah, bahwa mulai tanggal 16 Maret 2020 memberlakukan study from home bagi sekolah-sekolah. Maka kebijakan belajar di rumah untuk sekolah saya tertanggal 17 Maret 2020 sore, orang tua di minta melakukan penjemputan ke semua siswa kecuali siswa kelas III/IX dan kelas VI/XII. Kelas tersebut menunggu kebijakan ujian. Ketika akhirnya ujian ditiadakan, siswa kelas III/IX dan kelas VI/XII juga dipulangkan. Kondisi pandemi corona ini membuat sekolah saya yaitu siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta terpaksa merombak kurikulum dan sistem belajar siswa yang tadinya tatap muka berubah dengan metode belajar online.

Sudah lebih dari dua bulan saya menjalani masa-masa belajar di rumah dengan metode daring. Saya sudah menjalani masa pembelajaran daring mulai dari tanggal 21 Maret lalu. Jadi saya harus memastikan memiliki jaringan yang bagus agar dapat mengetahui dan mengerjakan materi dan juga tugas yang diberikan oleh ustadzah-ustadzah. Dan hari ini juga sudah ada surat edaran lagi bahwa kegiatan belajar dari rumah akan diperpanjang hingga Agustus.

Memang cukup sulit untuk menjalani masa-masa pembelajaran daring ini. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut ustadzah-ustadzah di sekolah saya membuat kelas-kelas pembelajaran online. Seperti zoom, google slides, google classroom dan juga whatsapp, dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mempermudah proses pembelajaran. Setiap hari kami diminta menghadap laptop, presensi dan mengikuti pembelajaran online. Ustadzah melalui zoom dan google classroom melaksanakan pembelajaran interaktif. Ustadzah memberikan materi dan menyapa kami, memberikan penjelasan dan tanya jawab termasuk memberikan tugas-tugas dan evaluasi pembelajaran.

Kegiatan di asrama juga dipantau dan dilaporkan ke ustadzah pengampu. Mulai kegiatan kami bangun tidur, aktivitas pagi, tilawah, belajar mandiri, setotan hafalan yang dibantu kerjasama dan pengawasan dari orangtua di rumah. Hal yang penting yang sangat diperlukan untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh seperti saat ini adalah adanya kemandirian belajar kami sendiri selaku anak. Apalagi saya sebagai siwi kelas I yang baru masa penyesuaian kemandirian dan belajar di Madrasah dan asrama. Dan kembali di tahun ajaran baru nanti kami juga harus belajar mandiri dan online. Sebuah perjalanan belajar mandiri yang sangat panjang di tengah aktivitas dan bimbingan masing-masing keluarga kami di rumah.

Kami selalu berdoa semoga pandemik ini segera berlalu. Kami dapat bersekolah dan kembali ke asrama serta belajar kembali dengan tenang bersama ustadzah-ustadzah kami.

(Visited 99 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 1 Juni 2020
Close