Ditulis oleh 9:02 pm COVID-19

Perjuangan Kemanusiaan Menghadapi Pandemi Covid-19

Organisasi pengelola zakat adalah potensi kekuatan sosial bangsa Indonesia yang agamis dalam menanggulangi dampak Covid-19.

Oleh M. Fuad Nasar

Pandemi virus corona (Covid-19) sebuah bencana kesehatan dan tragedi kemanusiaan yang berbeda dari bencana alam. Menurut data yang dihimpun Worldometer hingga 6 April 2020, sebagaimana dikutip Nana Sudiana dalam buku Inisiatif Gerakan Zakat Hadapi Pandemi Corona: Menjawab Musibah dengan Kolaborasi, Tanpa Caci Maki (2020), Covid-19 telah tersebar di sedikitnya 208 negara di semua benua dengan jumlah kasus yang dilaporkan sedikitnya 1.273.499. Dari angka ini, sebanyak 69.451 jiwa meninggal dunia, sedangkan 262.351 berhasil disembuhkan.

Bila pada Januari-Februari Cina menduduki peringkat pertama jumlah kasus Covid-19, maka sepanjang Maret-April negara-negara di luar Cina menggeser jumlah temuan pasien positif. Berturut-turut Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis menjadi negara-negara dengan temuan kasus Covid-19 melampaui Cina. Untuk khusus Cina, beberapa pihak mensinyalir laporan yang diberikan rezim di bawah Xi Jinping  ke WHO sebenarnya di bawah angka-angka kasus sebenarnya.

Organisasi kesehatan sedunia WHO mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi global. Sains dan teknologi belum bisa menahan dan menghentikan wabah yang penyebarannya sangat cepat dan meluas dalam interval waktu singkat. Data resmi di Indonesia saat tulisan ini dibuat, orang yang positif Covid-19 telah mendekati angka 5.000 (per 14 April 2020), sembuh 426 dan meninggal 459, termasuk yang meninggal dokter dan tenaga medis. Sangat disesalkan adanya kasus penolakan warga atas penguburan jenazah tenaga medis korban Covid-19. Sebuah foto cukup menyentuh dibuat oleh tim medis sebuah rumah sakit menjadi viral dengan tagline, “Kami berikan jasa kami. Jangan tolak jasad kami.”   

Selain prihatin dengan risiko kematian yang terus bertambah tanpa bisa diminimalisasi, juga efek resesi ekonomi akibat Covid-19 membayangi negara kita. Para buruh lepas, pekerja di sektor informal, pekerja industri kreatif, pekerja di sektor pariwisata, pedagang kecil, pedagang keliling, serta masyarakat lapisan bawah merasakan dampak yang sangat berat dalam hari-hari belakangan ini. Penduduk yang bergantung dengan penghasilan harian dan tidak punya tabungan harus diselamatkan dari tubir jurang kemiskinan dan frustrasi sosial.      

Angka kemiskinan diperkirakan bertambah dari 24,79 juta disebabkan mutasi kelompok rentan menjadi kelompok miskin dengan sebaran yang luas dan perubahan sangat cepat. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal menghantui pekerja dan pengusaha di berbagai wilayah tanah air.  Menurut data Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI, jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan per 13 April 2020 mencapai 2,8 juta orang, berasal dari pekerja formal dan nonformal, dan akan terus bertambah sebagai dampak ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kondisi darurat ini, pemenuhan kebutuhan primer-lah  yang menjadi prioritas untuk mencegah kelaparan, kriminal dan anarki. Dengan kata lain, epicentrum persoalan ekonomi harus mendapat perhatian dan penanganan serius bersamaan dengan epicentrum penyebaran wabah virus itu sendiri.

Program stimulus ekonomi dan fiskal serta Jaring Pengaman Sosial yang digulirkan pemerintah harus dikawal pelaksanaannya di lapangan agar betul-betul efektif dan tepat sasaran. Di samping itu dukungan dari non state actor di dalam negeri, mengingat keterbatasan kemampuan keuangan negara, sangat diperlukan.  

Program stimulus ekonomi dan fiskal serta Jaring Pengaman Sosial yang digulirkan pemerintah harus dikawal pelaksanaannya di lapangan agar betul-betul efektif dan tepat sasaran.

Organisasi pengelola zakat adalah potensi kekuatan sosial bangsa Indonesia yang agamis dalam menanggulangi dampak Covid-19.  Untuk itu pengelolaan zakat diharapkan menghadirkan “shelter kemanusiaan” dalam rangka melindungi kaum dhuafa di berbagai sudut dan penjuru negeri. Pengelolaan zakat, infak, sedekah dan dana sosial kemanusiaan lainnya adalah untuk kemaslahatan sesama dan mengangkat derajat bangsa.

Peran organisasi pengelola zakat dalam hal ini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah berjalan selama ini, di samping membantu darurat medis, diharapkan secara maksimal membantu rakyat kecil agar bisa memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya beli masyarakat yang tertekan akibat Covid-19.

Dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 64 tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Di Lingkungan Badan Amil Zakat Nasional, dijelaskan golongan fakir sebagai salah satu asnaf penerima zakat, antara lain; orang lanjut usia yang tidak bisa bekerja, anak yang belum baligh, orang yang sakit atau cacat fisik/mental, orang yang berjuang di jalan Allah tanpa menerima bayaran, dan/atau korban bencana alam atau bencana sosial. Korban bencana alam atau bencana sosial meliputi orang yang beragama Islam dan non Islam.

Bangsa Indonesia dan masyarakat dunia belum punya pengalaman menghadapi wabah virus sedahsyat Covid-19. Ilmu biologi modern dengan penggunaan alat mikroskop elektron hanya mengenali Covid-19 sebagai makhluk tersendiri yang bisa memperbanyak dirinya dengan cepat, namun pengetahuan manusia hingga kini belum mampu menghentikan pertumbuhan dan memusnahkannya.

Pada akhirnya, diperlukan kerjasama antar-negara di bidang penelitian mikrobiologi untuk menemukan cara efektif dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Pemerintah perlu dibantu oleh para advisor sains di bidang epidemiologis yang mumpuni dalam rangka antisipasi kasus dan penanggulangan laju pertumbuhan virus berbahaya itu.   

Semua elemen bangsa dan jajaran pemerintahan di pusat dan di daerah harus bersatu, satu bahasa dan melakukan langkah terpadu dalam perjuangan kemanusiaan menyelamatkan nyawa rakyat yang bukan sekadar angka statistik.

Semoga Allah SWT melindungi bangsa dan negara Republik Indonesia.

Penulis: Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI

(Visited 170 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 17 April 2020
Close