Perjuangan Menghadapi Covid-19

Oleh: Dra. Fauziyah Tri Astuti, M.A.

Awalnya kita hanya mengira bahwa wabah covid-19 hanya merebak di salah satu daerah di negara China yang bernama Wuhan sebagai pusat munculnya wabah pandemi Covid-19. Dunia dikejutkan dengan video orang-orang tumbang satu persatu di mana-mana. Dari Wuhan China Covid-19 menyebar ke seluruh benua dan mengancam keselamatan penduduk dunia.

Bangsa Indonesia terlambat menyadari bahwa Covid-19 benar-benar ada dan mengancam nyawa. Bahkan diantara pejabat negeri kita ini terkesan meremehkan dan  menganggap enteng dengan hadirnya Covid-19  ini. Menhub  adalah salah seorang korban keganasan Covid-19 yang terselamatkan jiwanya.

Terjadi perdebatan, pro dan kontra tentang kebijakan menyikapi wabah Covid-19 yang sudah berkembang menjadi pandemi. Di antara alternatif langkah penanggulangan bencana pandemi wabah Covid-19 adalah lockdown. Pemerintah enggan mengambil langkah lockdown untuk menghindari konsekuensi menanggung kehidupan rakyat semua. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itulah alternatif yang dipilih dengan segala suka dan dukanya.

Rakyat Indonesia bangga punya Gubernur Jakarta, Anies Baswedan yang sangat cekatan menanggulangi pandemi  Covid-19 ini. Beliau rela bekerja pagi hingga malam demi menyelamatkan nyawa rakyatnya. Beliau adalah sosok pemimpin yang selalu ada untuk rakyatnya dan menjadi pengayom rakyatnya. Sungguhpun demikian ada saja pihak yang iri dan tidak suka dengan prestasi dan sepak terjang Gubernur yang penuh simpati dan empati ini, Bahkan kebijakan beliau menempatkan para dokter dan petugas kesehatan di hotel berbintang dengan segala fasilitasnya pun dikritisi.

Kesyukuran tiada hentinya saya panjatkan ke hadirat Ilahi Robbi karena masih berkesempatan memenuhi panggilan Nya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh bersama Surya Citra Madani PWM DIY di awal bulan Februari 2020, karena di akhir bulan Februari 2020 sudah ada larangan dari pemerintah Saudi Arabia untuk perjalanan umroh, memang saat perjalanan pulang ke tanah air sempat dengar kalau ada jamaah umroh yang terpapar virus Covid-19.

Di masa tanggap darurat Covid-19 ini ketenangan kita, kesabaran kita, ketabahan kita, keikhlasan kita dan penyesuaian diri kita sedang diuji, sejauh mana kualitas sikap positif kita miliki di tengah masa yang serba keterbatasan ini, seberapa besar kita mampu menikmati situasi dan kondisi yang kita hadapi ini, stay at home dan work from home. Bagaimana kita mampu mengelola segala keterbatasan ruang gerak dengan aktivitas yang bermanfaat dan menyenangkan, kesibukan  dalam work from home yang dinamis, pembelajaran online, bimbingan dan konsultasi online serta komunikasi online dengan teman-teman guru, para santri dan orang tua.

Berangkat dari nilai-nilai dasar keimanan kita kepada Allah yang maha Rahman dan Rahim kita meyakini bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah yang di dalamnya terdapat makna, hikmah dan ada kemaslahatan di balik peristiwa seperti Covid-19 ini, apa maknanya? Kita positive thinking/berhusnuzhan, berbaik sangka dan berusaha mewujudkan makna di balik peristiwa. Di bulan Ramadhan tahun ini semuanya stay at home, work from home, study from home, menikmati keberadaan dan kebersamaaan di dalam rumah bersama keluarga, termasuk tarawih berjamaah, tadarus bersama, literasi Al Qur’an dalam keluarga.

Tawakal kepada Allah adalah salah satu pondasi yang wajib tertanam dalam jiwa seorang mukmin. Dengan bertawakal, seluruh kehidupan seseorang akan berubah. Dengan kepasrahan kepada Allah seluruh badai masalah akan dihadapi dengan penuh ketenangan dan ketegaran serta siap membantu orang lain dalam kehidupannya.

Tawakal kepada Allah adalah salah satu pondasi yang wajib tertanam dalam jiwa seorang mukmin.

Menjadi orang yang ikhlas memang bukan hal yang mudah. Keikhlasan itu bisa dimulai dan dilatih dengan sebuah kesadaran, karena tak diragukan lagi bahwa pahala di sisi Allah itu pasti lebih baik dan lebih kekal dari pujian,  penghargaan, dan balasan manusia. Sebenarnya orang yang ikhlas memiliki modal yang sangat mudah yaitu melakukan segala sesuatu hanya karena Allah untuk mencari keridloan-Nya.

Dalam kondisi yang berat dan sulit seperti saat ini juga bisa menjadi ladang pahala bagi seorang hamba. Kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi berbagai ujian dan musibah adalah sumber pahala yang tak terbatas.

Di masa pandemi wabah Covid-19 ini tentunya kita berharap tidak terjadi musibah terhadap keluarga kita dan orang-orang yang kita sayangi, namun itu semua tidak terlepas dari takdir Ilahi, ibunda tercinta menghadap Ilahi di daerah Banyumas Jawa Tengah, sehingga kami bertekad pergi keluar kota di rumah adik tempat jenazah ibunda disemayamkan untuk melepas kepergian beliau ke tempat peristirahatan terakhir, meski ada rasa sedih di hati bukan karena tidak ikhlas dengan kepergian ibunda tetapi karena putra dan putri ibunda yang tinggal di luar Jawa seperti Samarinda dan Lampung, juga Jakarta dan Klaten terpaksa tidak bisa melepas kepergian ibunda untuk terakhir kalinya karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan seiring dengan masa darurat wabah pandemi  Covid-19.

Beberapa saran dikemukakan untuk mencegah terjangkitnya wabah covid-19 diantaranya adalah:

  • Sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Gunakan dengan hand sanitaizer bila sedang bepergian
  • Gunakan masker bila keluar rumah dan bepergian
  • Jaga jarak dengan orang lain, sekurang-kurangnya 1,5 m bila berada di tempat umum
  • Lakukan social distancing dan phisical distancing
  • Banyak konsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin C
  • Di rumah saja bila tidak ada keperluan yang mendesak
  • Perbanyak doa dan dzikir kepada Allah
  • Perkuat ibadah
  • Lindungi  selalu kelompok orang yang rentan terhadap virus

Semoga bangsa Indonesia segera terbebas dari pandemi wabah Covid-19, sehingga kehidupan kembali normal.

(Visited 145 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020