Ditulis oleh 9:16 am COVID-19

Perjuangan Menghadapi Covid-19 Melalui Aktualisasi Nilai-Nilai Kebangkitan Nasional

Nilai semangat Kebangkitan Nasional harus diaktualisasikan dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19 ini.

Kasus positif terkonfirmasi virus corona (Covid-19) di Indonesia pertama kali muncul dan diumumkan secara resmi oleh Presiden Jokowi pada Senin 2 Maret 2020 yaitu dua orang warga negara Indonesia.  Perkembangan jumlah kasus positif Covid-19 hingga Senin, 18 Mei 2020 jam 12.00 WIB atau dalam rentang waktu kurang lebih dua setengah bulan mencapai 16.010 kasus.

Sementara khusus di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kasus pasien positif Covid-19 pertama kali muncul dan diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Daerah pada 15 Maret 2020, yaitu bayi tiga tahun yang dua pekan sebelumnya pergi bersama orang tuanya ke Depok, Jawa Barat. Dalam rentang yang sama, perkembangan jumlah pasien positif Covid-19 di DIY mencapai 200 kasus. Mencermati perkembangan jumlah kasus pasien positif terkonfirmasi virus corona baik pada tingkat nasional maupun lokal DIY seperti belum ada tanda-tanda bahwa wabah pandemi corona tersebut akan segera berakhir.

Musibah pandemi Covid-19 telah berdampak secara luas dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, khususnya aspek sosial dan ekonomi. Upaya mencegah penyebaran virus corona dilakukan dengan adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan social distancing atau physical distancing yang diikuti dengan anjuran untuk bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah. Kebijakan ini di sisi lain telah membawa dampak perubahan pada aspek sosial dan ekonomi di masyarakat. Misalnya kaitannya dengan kegiatan pendidikan bagaimana para pendidik tiba-tiba harus melakukan pembelajaran dengan model, pendekatan, dan strategi yang berbeda dengan sebelumnya. Demikian juga dengan orang tua yang selama ini sebagian besar melimpahkan tanggung jawab mendidik anak-anak mereka kepada para guru di sekolah/madrasah, tiba-tiba mereka harus ikut terlibat secara langsung mendampingi proses belajar anak-anak mereka yang melakukan belajar di rumah.

Dalam bidang interaksi sosial, yang selama ini antar warga masyarakat dapat bergaul secara luas dan fleksibel, tiba-tiba dibatasi sedemikian rupa sehingga terlihat ada kekakuan dalam berintereksi sosial. Dampak negatif yang dirasakan sangat berat bagi masyarakat adalah pada aspek ekonomi, khususnya bagi warga masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja harian dan berpengahasilan tidak tetap. Dengan pandemi Covid-19 ini banyak bidang usaha yang mengalami penurunan produktivitas bahkan tidak sedikit yang kemudian menghentikan kegiatan usahanya. Akibatnya banyak karyawan/pegawai yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Akibat selanjutnya tidak sedikit warga masyarakat yang mulai kesulitan untuk sekedar memenuhi kebutuhan pokok hidup keluarganya.

Dampak pandemi Covid-19 khususnya secara ekomoni sudah semakin berat dirasakan oleh warga masyarakat. Untuk itu upaya mengatasi problem tersebut tidak dapat hanya dibeban pada salah satu pihak saja, misalnya pemerintah yang sepertinya kemampuannya memang sangat terbatas. Oleh karena itu, dalam mengatasi dampak wabah pandemi Covid-19 ini sangat baik jika kita mengaktualisasikan kembali spirit/semangat Kebangkitan Nasional di tengah-tengah masyarakat. Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo oleh para tokoh bangsa Indonesia adalah sebuah ide yang sangat jenius untuk menyelesaikan persoalan bangsa yaitu terbebas dari penjajahan yang telah menyengsarakan kehidupan masyarakat di bawah penindasan kaum penjajah. Perjuangan untuk merdeka sebenarnya sudah lama dilakukan oleh bangsa Indonesia tetapi sifatnya sporadis dan kedaerahan. Masing-masing tokoh daerah baik pemimpin lokal bersama rakyatnya ataupun tokoh agama berserta pengikutnya telah lama berjuang melawan kaum penjajah. Tetapi perjuangan dan perlawanan mereka belum berhasil membebaskan bumi nusantara ini dari kaum penjajah. Hal ini terjadi karena perjuangan tersebut tidak terkoordinasi dan bersinergi antara satu dengan yang lainnya sehingga meskipun semangat juang mereka sangat tinggi masih dapat dipatahkan oleh lawan.  

Belajar dari pengalaman tersebut, muncullah sebuah kesadaran dari tokoh-tokoh nasional bangsa Indonesia yang dipelopori oleh dr. Sutomo dan kawan-kawan dengan memunculkan organisasi Budi Utomo yang tujuannya antara lain untuk menyatukan dan mensinergikan semua kekuatan elemen bangsa ini menjadi satu kesatuan sehingga akan lebih memiliki kekuatan yang lebih dahsyat untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia yaitu terbebas dari penindasan kaum penjajah.  Lambat laun perjuangan ini membuahkan hasil sehingga akhirnya kemerdekaan dapat diraih. Nilai-nilai semangat Kebangkitan Nasional inilah yang harusnya diaktualisasikan dalam menghadapi wabah pandemi covid 2019 ini. Dengan semangat kebersamaan dan bersinergi yang didasari oleh rasa cinta, keikhlasan, dan tanggung jawab insyaallah kita dapat melalui persoalan akibat wabah pandemi Covid-19 ini dengan baik.

Masyarakat Kampung Pasekan Maguwoharjo merupakan masyarakat yang majemuk baik dilihat dari sisi latar belakang sosial ekonomi, agama, pendidikan, bidang pekerjaan, dan asal muasal. Meskipun demikian, masyarakat kampung Pasekan tersebut terkenal memiliki rasa kebersamaan dan semangat gotong royong yang tinggi. Dalam kasus menghadapi wabah pandemi Covid-19 ini, terlihat ada semangat kebersamaan dan gotong royong tersebut dan yang menarik ada sinergi yang cukup baik antar elemen masyarakat khususnya antara tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus kampong (RW dan RT), PKK, dan pemuda.

Masyarakat kampung mencoba mengaktualisasikan nilai-nilai semangat kebangkitan nasional  dalam berpartisipasi mengatasi persoalan yang timbul akibat wabah pandemi Covid-19 khususnya pada level kampung. Hingga saat ini, dan semoga untuk seterusnya, di kampung Pasekan sendiri belum ada kasus yang masuk kategori PDB apalagi yang positif Covid-19. Akan tetapi dampak dari wabah pandemi Covid-19 sudah sejak awal dirasakan oleh masyarakat Pasekan, karena sebagian besar warga memiliki mata pencaharian bidang informal sebagai pekerja harian. Sejak awal pemerintah pusat maupun daerah (DIY) mengumumkan secara resmi kasus positif Covid-19, tokoh agama (yang tergabung dalam pengurus takmir masjid), tokoh masyarakat, dan pengurus kampung melakukan koordinasi menyikapi perkembangan wabah pandemi Covid-19 dan kemungkinan-kemungkinan dampaknya terhadap berbagai bidang kehidupan di masyarakat utamanya bidang kegiatan keagamaan, kegiatan kampung, dan pememuhan kebutuhan pokok hidup sehari-hari sebagian masyarakat.

Melaui sinergi dari berbagai elemen masyarakat tersebut dapat membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh warga masyarakat baik aspek sosial, agama, maupun juga aspek ekonomi. Program dan kegiatan keagamaan di masjid dan kegiatan di kampung dapat diterjemahkan ulang dan diaktualisasi sesuai dengan kondisi yang ada dan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gesekan di masyarakat berkat adanya sinergi antara tokok agama, pengurus takmir, tokoh masyarakat, dan pengurus kampung.

(Visited 149 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 20 Mei 2020
Close