Ditulis oleh 8:38 am KABAR

Pertanian di Lahan Sempit

Dengan keterbatasan lahan bukan berarti kita tidak bisa bercocok tanam.

Pertanian di lahan sempit ialah memanfaatkan lahan sempit di samping rumah atau tempat lainnya yang relatif kecil. Lahan sempit tersebut biasanya berada di perkotaan. Dengan keterbatasan lahan bukan berarti kita tidak bisa bercocok tanam. Kegiatan bercocok tanam di lahan sempit atau di perkarangan rumah ini, selain membuat perkarangan rumah terlihat hijau kita juga dapat memanfaatkan perkarangan rumah agar dapat berproduktif dan dapat memberi keuntungan.

Saat ini sudah banyak diciptakan inovasi bercocok tanam yang memanfaatkan media tanam yang tidak memakan lahan yang luas. Seperti inovasi-inovasi yang ada di bawah ini, diantaranya :

1. Bercocok tanam dengan tabulampot.

Metode tanam dengan tabulampot ini merupakan metode tanam dengan lebih mengoptimalkan pengunaan pot. Biasanya metode ini lebih cenderung ke tanaman buah-buahan dalam pelaksanaannya.

Media tanam yang paling cocok untuk digunakan dalam metode bercocok tanam yang satu ini adalah campuran antara tanah, kompos dan sekam dengan komposisi 1:1:1. Wadah tanaman dapat menggunakan tanah liat, logam (drum), plastik, semen maupun kayu. Namun pot berbahan tanah liat dan kayu sangat baik untuk tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembapan dan temperatur media tanam lebih stabil.

2. Bercocok tanam dengan cara hidroponik.

Metode tanam dengan hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Adapun tanaman yang diproduksi dan dikembangkan dengan metode ini biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang dikembangkan menggunakan tanah, baik dalam hal rasa maupun kandungan gizi. Tanaman yang biasanya dibudidayakan di media tanam hidroponik adalah jenis tanaman hortikultura yang meliputi tanaman sayur, buah, obat-obatan dan tanaman hias.

3. Bercocok tanam dengan metode aeroponik

Metode aeraponik merupakan metode bercocok tanam dengan memberdayakan udara. Aeroponik berasal dari dua kata yaitu Aero yang berarti Udara dan Ponus yang berarti daya.

Pada dasarnya metode ini merupakan salah satu tipe dari metode hidroponik karena juga memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Teknik ini menghasilkan tanaman yang tumbuh lebih cepat dan produksi yang tinggi.

4. Bercocok tanam dengan metode vertikultura

Metode vertikultura merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertikal.

Metode ini sangat cocok untuk diterapkan dalam membudidayakan tanaman yang berumur singkat seperti sayuran. Berbagai macam sayuran seperti sawi, kangkung, seledri, pakcoi dan tomat bisa dikembangkan.

(Visited 297 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 8 Juni 2020
Close