Pesan dari Wakil Walikota Jogja

Ayooo… kita putus mata rantai sebaran virus Corona.

Assalamualaikum Wr Wb.

Apapun yang terjadi kita harus berpikir dengan jernih dan tidak panik.
Setiap kota kondisinya berbeda. Kemampuannya pun juga berbeda. Masyarakatnya pun punya sikap yang tidak sama.

Jogja mendasarkan pada gerakan riil yang jelas-jelas akan mengurangi dan memutus mata rantai sebaran virus Corona. Bukan aksi-aksian saja. Lockdown atau karantina wilayah apakah kita sudah siap. Apakah masyarakat siap hanya di rumah saja. Apakah kita semua sudah siap punya logistik untuk makan pada saat semua produktivitas ekonomi menurun semua. Apakah pemerintah cukup dana untuk menyiapkan logistik seluruh kota dalam waktu sebulan atau dua bulan.

Bayangkan jika semua kota-kota me-lockdown-kan diri. Bagaimana kehidupan dan bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-harinya kita. Tahukan teman-teman dan Saudara kita di Jakarta, membeli barang kebutuhan saat ini dengan belanja online. Menerima barang dengan jarak tertentu dan uang langsung masuk dalam plastik dan langsung semprot pula. Karena tidak percaya semuanya bersih. Betapa Jakarta memang kondisinya sudah sedemikian rupa dan harus dengan tangan yang kuat agar tidak merembet kemana-mana.

Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Yogyakarta saat hadir sebagai narasumber dalam sarasehan di Yayasan Abdurrahman Baswedan, Kamis, 25 Juli 2019.

Tapi apakah kota lain sudah seperti yang terjadi di jakarta dan sekitarnya. Berapa yang sudah positif, berapa yang sudah PDP (pasien dalam pengawasan) dan berapa yang ODP (orang dalam pemantauan), dan yang paling penting berapa jumlah warga yang sudah diperiksa.

Jogja alhamdulillah selama bulan Maret (1-29) ada 9.000 orang sudah diperiksa di Puskesmas, RS Jogja dan RS Pratama. Siapa mereka, sebagian besar adalah mereka yang baru pulang dari bepergian, dan mungkin juga yang sudah mudik. Itulah kesadaran warga, datang sendiri dan memeriksakan diri.

HASILnya apa? Dari 9000 yang diperiksa 267 ODP, 9 PDP dan 2 positif. Yang positif ini, satunya sebenarnya sudah sehat dan sudah lewat masa inkubasinya, tinggal nunggu hasil Uji lab akhirnya saja.

Sebelumnya, di Keparakan ada balita positif, dan dua orangtuanya PDP, dan serumahnya total 19 orang ODP. Alhamdulillah semua sudah sembuh. Yang PDP semula ada 23 dan 14 sudah sembuh.

Dan di Jogja tidak ditemukan kasus dari ODP naik jadi PDP. Alhamdulillah berkat kerja keras teman-teman Dinkes, RS Jogja, RS Pratama dan Puskesmas semuanya masih bisa ditangani.

Kita terus berharap semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan kepada kita, agar mampu mengatasi semuanya. Itulah kenapa kita masih mampu mengatasi.

Disamping perlindungan Allah, kesadaran masyarakat yang pulang dari bepergian segera periksa, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya dengan terus bersih dan semprot secara mandiri dan semangat, atas kerjasama semua pihak, sehingga kita bisa terus menanganinya.

Sampai 29 Maret, sudah hampir 75% wilayah jogja di kampung-kampung sudah melakukan semprot disinfektan. Hampir Semua pertokoan, pasar, tempat-tempat publik menyediakan tempat cuci tangan, yang istimewanya dilakukan secara swadaya masyarakat.

Sekai lagi, itu istimewanya masyarakat Jogjakarta. Saya berharap dengan hal tersebut di atas, kita selalu saling menjaga, saling melindungi dengan penuh kasih sayang. Saudara kita yang baru datang atau mudik, kita dorong untuk diperiksa di Puskesmas, kita dorong melakukan isolasi diri selama 14 hari. Hal itu karena atas kesadaran saling mengasihi dan melindungi untuk memberikan keselamatan bersama, keselamatan orang tua dan saudara-saudaranya, keselamatan tetangganya dan keselamatan seluruh masyarakat Jogja yang selalu terbuka dan saling menghormati.

Mari kita jaga Jogja agar terus bisa memutus mata rantai sebaran virus Corona karena kebersamaan kita semua. Karena kasih sayang diantara kita semua, karena keinginan untuk saling menyelamatkan seluruh masyarakat Yogyakarta.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kita semua.
Jangan bosan menyebar virus kebaikan, agar kebaikan itu menular kemana-mana.

Ayooo… kita putus mata rantai sebaran virus Corona.

Wassalamualaikum Wr Wb

Heroe Poerwadi-Wawali Yogya
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja


Keterangan: Naskah ini dimuat atas persetujuan Bapak Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Yogyakarta.

(Visited 48 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020