Pesan Jibril Kepada Nabi Muhammad SAW

Ada tiga pesan Jibril kepada Nabi Muhammad dan kita semua sebagai ummatnya, apa itu?

Dari Sahl bin Sa’d berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jibril mendatangiku lalu berkata: “Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” Kemudian dia berkata:” Wahai Muhammad! Kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam), dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath no 4278, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak 7921 Hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 2/483).

Hadis ini menerangkan mengenai pesan Jibril kepada Nabi saw, jikalau kita kaji hadis tersebut, bahwa bukanlah suatu pesan yang bersifat Takhsis (khusus) kepada Nabi saw saja, melainkan Li ‘ammah (umum) kepada Nabi dan umat Nabi Muhammad saw. Sehingga hadis ini juga diperuntukkan kepada kita semua umat Nabi Muhammad saw.

Adapun pesan Jibril yang pertama, yaitu:

Hiduplah kamu sesuka hatimu, maka ingatlah kelak kamu akan menjadi mayit.

Maknanya adalah hendaklah mempersiapkan diri seseorang yang tujuan akhirnya adalah kematian, dengan cara menyiapkan diri untuk sesuatu setelahnya (setelah kematian) (Faidhul Qadir, 4/500).

Hal ini selaras dengan Firman Allah swt. Q.S. Ali Imran: 185, artinya: “Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Q.S. Ali Imran: 185)”

Maka jelaslah dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa kehidupan dunia ini hanyalah bersifat sementara. Oleh karena itu, mari kita isi kehidupan kita dengan senantiasa beribadah, mengabdikan diri pada Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt.

“Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Q.S. Az-Zariyat: 56)”

Adapun pesan jibril yang kedua, yaitu:

Dan cintailah apa yang kamu kehendaki sesuka hatimu, tapi ingatlah! Kelak kamu akan berpisah dengannya.

Maksudnya ialah: kita boleh cinta akan harta yang kita punya, cinta kepada anak, cinta kepada suami/istri, cinta kepada keluarga, dan lain sebagainya. Akan tetapi ingatlah! Kelak pasti kita akan berpisah dengannya.Sebagaimana firman Allah swt. Dalam Q.S. Al-Anfal: 28, “artinya: “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Q.S. Al-Anfal: 28)”

Dan cintailah apa yang kamu kehendaki sesuka hatimu, tapi ingatlah! Kelak kamu akan berpisah dengannya.

Berkenaan dengan hal itu, seorang ahli tafsir yakni Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili pernah menyatakan, bahwasanya: “Al-Qur’an sendiripun telah memperingatkan kepada kita tentang adanya fitnah harta, fitnah anak, dan fitnah istri, yang dengannya dapat menjadi sebab kita lalai kepada Allah swt. Dan bahkan dapat menjerumuskan kita kepada jurang kemaksiatan.”Maka dari hal di atas, jelaslah! Bahwa kita boleh cinta akan harta, keluarga, pasangan, anak dan lain sebagainya. Tapi kelak pasti kita akan berpisah dengannya.

Oleh karenanya, mari kita cinta kepada Allah dengan sepenuh hati, karena cinta kepada Allahlah kekal dan abadi.

Adapun pesan Jibril yang ketiga, yaitu:

Dan berbuatlah sesuka hatimu, tapi ingatlah! Bahwa sesungguhnya kelak kamu akan mendapat balasan dari apa yang telah kamu perbuat.

Maksudnya ialah: kita diperbolehkan bebas berbuat sekehendak hati dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, tapi ingatlah! Bahwa kelak pasti kita akan mendapat balasan dari apa yang telah kita perbuat. Apabila perbuatan baik yang kita lakukan, maka hal yang baik pulalah yang kita dapatkan, sedangkan bila perbuatan buruklah maka hal yang buruk pulalah yang kita dapatkan sebagai balasannya.

Sesuai dengan firman Allah swt. Q.S. Al-Zalzalah: 7-8, “Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan) nya. (7) Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan) nya pula.(8)” (Q.S. Al-Zalzalah: 7-8).”

Marilah kita isi kehidupan kita dengan perbuatan yang baik/amal shaleh dengan meningkatkan 3 syarat ibadah yang ditegaskan Nurcholish Madjid yakni Iman, Ilmu, dan Amal. Sehingga balasan yang kita dapatkan nantinya ialah balasan yang baik. Aamiin ya Rabb. Wallahu a’lam.

(Visited 1.234 times, 29 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020