Ditulis oleh 5:52 pm COVID-19

PHK

Keadaan seperti ini mestinya mengundang solidaritas antar seluruh elemen bangsa, agar masalah ini menjadi masalah bangsa dan tentu penyelesaian yang dilahirkan adalah penyelesaian bangsa.

Wabah telah membawa dampak ekonomi yang nyata. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri nampaknya tak terhindarkan (lihat Detik.com). Upaya pemerintah memberikan stimulus, dikatakan tidak mampu membendung arus PHK. Masalah, keadaan telah membawa kelesuan yang kompleks. Meskipun ada suntikan dana, namun jika pasar lesu, tentu tidak membawa dampak yang signifikan.

Masih adakah cara untuk mengatasi dampak tersebut? Apakah dunia usaha benar-benar tidak mampu bertahan dan harus memilih jalan PHK? Apa yang harus dilakukan para pekerja ketika PHK menimpanya? Apakah pemerintah dapat menanggung beban keluarga-keluarga yang di PHK melalui bantuan langsung? Sampai kapan pemerintah mampu bertahan?

Keadaan seperti ini mestinya mengundang solidaritas antar seluruh elemen bangsa, untuk agar masalah ini menjadi masalah bangsa dan tentu penyelesaian yang harus dilahirkan adalah penyelesaian bangsa. Solidaritas dimaksud dimulai dengan kesadaran bersama bahwa masalah yang muncul telah mencapai taraf yang membutuhkan kerjasama tulus antara seluruh elemen bangsa, mengingat luas dan besarnya masalah.

Apa yang hendak ditekankan di sini adalah bahwa masalah yang muncul tidak dapat diatasi dengan cara individual, atau cara-cara parsial, tetapi membutuhkan cara yang bersifat holistik. Cara dimaksud setidaknya memuat dua hal: Pertama, memperkuat solidaritas antar warga, sehingga yang tidak mampu sebagai akibat PHK dapat dibantu untuk bertahan hidup, sampai memperoleh pekerjaan kembali.

Apakah saling bantu antar warga bersifat langsung? Tentu tidak. Karena masalah yang muncul bukan hanya menyangkut satu atau dua keluarga, melainkan menyangkut sebagian besar angkatan kerja.

Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sistem tersendiri, yang bersifat memfasilitasi bantuan antara warga. Sangat perlu dipersiapkan mekanisme “jembatan” tersebut, atau jika mungkin memperkuat organisasi yang telah ada untuk pada waktunya mempunyai kemampuan yang dibutuhkan.

Kedua, tidak hanya mengupayakan bantuan langsung, tetapi juga memikirkan bagaimana agar keadaan segera pulih dan ekonomi kembali bergerak. Hanya saja ekonomi yang tumbuh haruslah sudah dengan watak yang baru.

Hal ini mengisyaratkan bahwa bantuan antara warga, juga diarahkan untuk ikut mendorong pemulihan ekonomi. Artinya kerjasama antara warga tidak saja memungkinkan bantuan pembiayaan namun juga menciptakan ekosistem yang membuat ekonomi lebih cepat normal. Semoga wabah segera berlalu. Dan semoga ekonomi warga segera pulih.

(t.red)

(Visited 63 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 10 April 2020
Close