Prof. Ali Agus: Mari Bergotong Royong Bantu Sesama

web prof ali agus
Mari kita buktikan bersama falsafah hidup Pancasila dalam kehidupan nyata di masa sulit seperti ini, dengan bergotong royong, berbagi, dan peduli akan kesulitan sesama anak bangsa, sebagai wujud pengamalan nyata Pancasila.

Meningkatkan solidaritas antar sesama anak manusia sangat penting di masa-masa sulit seperti akibat dampak Covid-19 yang sedang kita hadapi bersama ini.

Semangat berbagi perlu di kembangkan tidak hanya berbagi informasi (klick-share) di sosial media, tetapi berbagi pengalaman, berbagi waktu, berbagi tenaga, fikiran dan berbagi rezeki bergotong royong membantu sesama yang lebih membutuhkan, adalah jauh lebih mulia. Demikian disampaikan Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., Dekan Fakultas Peternakan UGM sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DI Yogyakarta.

Akibat pandemi Covid-19, lanjut Prof Ali Agus, berdampak pada kelompok masyarakat tertentu yang rentan dan terdampak langsung seperti buruh ataupun pekerja harian, buruh tani, keluarga prasejahtera, orang berpenghasilan rendah dan tidak tentu.

“Sehubungan dengan hal itu, sebagai Ketua HKTI DPP DIY yang juga Dekan Fak Peternakan UGM saya mengajak para dermawan dan kelompok masyarakat berpenghasilan lebih, dan ekonominya kuat, untuk peduli membantu mereka yang lemah dan membutuhkan khususnya dalam hal pangan dan bahan pangan,” papar Prof. Ali Agus dalam pesan diaplikasi percakapan instan Whatsapp.

Melalui jejaring yang dimiliki saat ini, HKTI berharap bantuan telur ayam dan bahan pangan pokok seperti beras, minyak, gula pasir, dan lainnya, yang bersumber dari berbagai mitra kami dapat sedikit membantu. “Mari berbagi dan peduli kepada sesama meringankan beban hidup mereka yang urgen membutuhkan,” ujar Prof. Ali Agus.

Menurutnya, momentum kali ini adalah momentum tepat membumikan nilai nilai Pancasila. Bergotong royong dengan niat tulus ikhlas atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, demi Kemanusiaan dan memanusiakan manusia secara adil dan beradab.

“Maka kita harus bersatu dalam bingkai Persatuan Indonesia dengan cara bersinergi ringan sama dijinjing berat sama dipikul, menuju masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin,” jelas Prof. Ali Agus.

Mari kita buktikan bersama falsafah hidup Pancasila dalam kehidupan nyata di masa sulit seperti ini, dengan bergotong royong, berbagi, dan peduli akan kesulitan sesama anak bangsa, sebagai wujud pengamalan nyata Pancasila.

“Pancasila tidak cukup hanya diucapkan dengan teriak lantang ‘Saya Pancasila’.” Tandas Prof. Ali Agus.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Close