Ditulis oleh 10:17 am COVID-19

Profesionalisme Guru di Tengah Covid-19: Sebuah Refleksi di Hari Pendidikan Nasional 2020

Covid-19 menjadi sebuah kado dan ujian terindah dalam peringatan hari Pendidikan Nasional tahun 2020 ini.

Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 ini terasa ada yang berbeda, tanpa ada upacara bendera dan seremoni lainnya, Covid-19 telah mengubah wajah pendidikan yang ada di Indonesia, bermula dari kasus yang ada di Depok Jawa Barat kemudian menyebar ke tetangga sebelah DKI Jakarta dan akhirnya ke seluruh penjuru tanah air.

Lockdown menjadi sebuah jurus ampuh yang coba diterapkan oleh pemerintah yang kemudian segera diikuti oleh seluruh pemerintah daerah sampai ke kampung kampung dengan harapan penyebaran virus dapat segera terputus, terakhir beberapa kota besar di Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Social Distancing diharapkan akan dapat memutus mata rantai penyebaran virus yang bemasa inkubasi 14 hari tersebut. Sebagai warga negara yang baik seharusnya memahami akan aturan berikut tata cara hidup bersih dan sehat. Pada kondisi dilapangan ternyata hal ini sangat berbalik 180 derajat, pemerintah bersama aparat penegak hukum masih saling kejar kejaran berusaha untuk membatasi mobilitas masyarakat dengan dalih mudik.

Pendidikan di tengah wabah Covid-19 telah membawa nuansa tersendiri dalam kegiatan belajar mengajar, guru dituntut untuk lebih profesional dalam menggunakan serta memahami teknologi ditengah pembelajaran online. Pertengangan Maret 2020 seiring dengan dikeluarkannya surat edaran Gubernur DIY Nomor 443/6229 tentang Pengaturan Ulang Aktivitas Pendidikan dalam Masa Tanggap darurat Covid-19, setelah sebelumnya kota Surakarta menetapkan KLB karena salah satu warganya positif covid-19, maka sejak saat kegiatan pembelajaran online diberlakukan di wilayah DIY.

Semua sekolah di wilayah DIY berikut kantor kantor pemerintah menerapkan sistem Work From Home ( WFH), mereka mulai bekerja dan belajar dari rumah. Pada masa awal KBM online siswa merasa kebingungan dan nyaris tanpa koordinasi langsung saat KBM online dimulai. Semua koordinasi hanya dapat dilakukan melalui media sosial, whatsapp menjadi andalan dalam berkomunikasi baik antarsiswa maupun dengan guru.  Dalam posisi seperti ini guru dituntut untuk lebih bermanuver dalam menyampaikan materi dengan memanfaatkan beberapa aplikasi tentang pembejaran.

Google Classroom dan Youtube menjadi media yang sering kali penulis gunakan dalam menyampaikan materi dalam KBM. Interaksi guru dengan siswa dapat berjalan dengan lancar melalui media tersebut, melalui youtube guru dapat menyampaikan materi secara garis besar dalam durasi antara 5 sampai dengan 10 menit. Siswa sangat tertarik dengan media ini, menurut beberapa siswa  melalui Youtube dapat menjadi media pelepas rindu antara guru dengan siswa yang sudah lama rindu akan sekolah. Meskipun penulis hanya mendapat jadwal KBM seminggu satu kali ternyata kegiatan KBM telah berjalan cukup lancar, hanya ada beberapa kendala klasik yang penulis hadapi yaitu masalah anak yang masih tidur dan kuota.

Kuota dan anak yang masih tidur menjadi kendala yang cukup sering dihadapi oleh penulis dalam KBM online, peran orang tua sangat sekali diperlukan dalam kegiatan KBM online ini. Guru tidak dapat memantau siswa secara langsung karena sifatnya searah sehingga peran orang tua sangat diperlukan. Kepedulian orang tua dalam KBM online sangat diperlukan, hal itu dikarenakan guru tidak dapat beratap muka langsung dengan siswa. Di sinilah peran unsur-unsur pendidikan sangat diperlukan, sekolah, orang tua dan masyarakat, sekolah hanya dapat memfasilitasi secara online selanjutnya orang tua dan siswa dituntut juga untuk lebih peduli. Hal ini dikarenakan kegiatan KBM online ini kapan akan berakhir belum dapat diketahui secara pasti hal ini tergantung dari pola hidup kita dan gaya hidup kita dalam usaha untuk memutus mata rantai virus.

Covid-19 menjadi sebuah kado  dan ujian terindah  dalam peringatan hari Pendidikan Nasional tahun 2020 ini, semoga dengan jiwa yang terdidik dan semangat untuk terus belajar kita semua dapat menghadapi ujian dan cobaan ini dengan tabah. Sebagai bangsa yang terdidik dan terus belajar mari kita semua terus berusaha untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini supaya semuanya segera berakhir dan kita dapat kembali bersekolah, sekolah sudah rindu akan kedatangan kalian.

(Visited 293 times, 5 visits today)
Tag: , , Last modified: 20 Mei 2020
Close