(PUISI) Harapan dan Kisah Corona

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sebuah puisi

Semoga corona segera berlalu
Aku terharu kisah sedih para ibu
Dan perempuan-perempuan hebat itu
Yang tak kenal waktu
Memberikan yang terbaik untuk bangsaku

Semoga corona segara berlalu
Dari perempuan-perempuan hebat di Rumah sakit terpadu
Memberikan pelayanan pasien corona yang tak tentu
Baik strata, usia, ataupun laku
Bertaruh nyawa meregang rindu
Dengan keluarga yang selalu memberi restu

Semoga corona segera berlalu
Dari ibu-ibu yang sabar
Mendampingi anak dalam belajar
Yang tugasnya terkadang tidak wajar
Demi menjadikan generasi bangsa terpelajar

Semoga corona segera berlalu
Dari simbok-simbok di pasar
Yang terkadang dapat info corona yang tidak benar
Akhirnya pikirannya kesasar
Namun tetap bekerja
Demi sesuap nasi dan lauknya

Semoga corona segera berlalu
Dari para buruh perempuan
Korban kesewenangan perusahaan
Pemberhentian tanpa ampunan
Kemana lagi mereka menggantungkan
Apalagi mencari tambahan pemasukan

Semoga corona segera berlalu
Dari seorang perempuan untuk pemimpinya
Wahai tuan, janganlah jumawa
Apalagi merasa corona tidak berbahaya
Menyampaikan informasi seadanya
Membuat kebijakan semaunya
Akhirnya kita ternyana
Korban semakin merana
Yang kembali kepadaNya
Semakin banyak dan tak terhingga

Semoga corona segera berlalu
Bangsaku sedang pilu
Terpaku
Semuanya harus bangkit dan maju
Berkontribusi semampumu
Walau hanya doa ibarat sebait lagu
Dan aku yakin badai pasti berlalu


Condongcatur, 15 April 2020 jam 19.46
Puisi ini saya dedikasikan kepada para perempuan di tengah pandemi covid-19. Semoga bermanfaat

Diyah Puspitarini

Diyah Puspitarini

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2016-2020

Terbaru

Ikuti