Pustakawan Penulis

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Dengan menuliskan gagasan yang cemerlang, untuk kemajuan ilmu perpustakaan, maka orang akan mengakui eksistensi pustakawan.

Siapakah orang yang paling tepat untuk melahirkan sebuah tulisan? Banyak orang beranggapan bahwa hanya guru bidang studi Bahasa Indonesia saja yang berhak menorehkan sebuah tulisan, baik berupa artikel, puisi, cerpen, jurnal, dan sebagainya. Padahal, semua orang berhak dan bisa menulis.

Semua profesi berhak melahirkan karya-karya dalam bentuk tulisan yang berkaitan dengan disiplin ilmunya. Misalnya seorang dokter, berhak menuliskan sesuatu tentang ilmu kedokteran, seorang psikolog juga bisa menulis tentang ilmu psikologi, dan seorang pustakawan juga mempunyai hak yang sama untuk menuliskan ilmu kepustakawanannya.

Bukankah ketika seseorang akan lulus sebuah perguruan tinggi diwajibkan membuat karya tulis, baik berupa skripsi, tesis, ataupun disertasi? Hal tersebut mencerminkan bahwa menulis merupakan kemampuan intelektual tertinggi bagi seseorang.

Dengan menulis, maka sesuatu akan abadi dan tidak akan hilang ditelan waktu. Sedangkan sesuatu yang tidak pernah dicatat atau ditulis pasti akan hilang tanpa bekas. Contoh kongkrit yaitu ada suatu sekolah yang sama sekali tidak tahu tentang asal-usul dari sekolah tersebut, tahun berapa berdiri? Siapa pendirinya? Hal tersebut terjadi karena tidak ada catatan sejarah mengenai sekolah tersebut.

Pustakawan harus bisa menuangkan ide dan gagasan yang inovatif melalui tulisannya.

Menulis menjadi sangat penting bagi seorang pustakawan yang ingin mengembangkan diri. Pustakawan jangan hanya bergelut dalam pelayanan teknis saja, seperti memberikan cap pada buku, menyampuli buku, menata buku di rak dan pekerjaan teknis lainnya. Pustakawan harus bisa menuangkan ide dan gagasan yang inovatif melalui tulisannya. Dengan menuliskan gagasan yang cemerlang, untuk kemajuan ilmu perpustakaan, maka orang akan mengakui eksistensi pustakawan. Betapa peran pustakawan sangat dibutuhkan, apalagi di era industri 4.0, dimana teknologi informasi berkembang sangat pesat.

Pustakawan penulis diharapkan mengalirkan ide dan gagasan-gagasan barunya, sehingga melalui tulisannya itulah pustakawan dapat mengubah dunia. Dunia milenial yang penuh dengan hoak akan berubah menjadi dunia yang dipenuhi dengan berita sesuai dengan fakta yang ada, sehingga perselisihanpun bisa diminimalisir.

Baca juga: Disrupsi dan Eksistensi Pustakawan di Jaman Teknologi Informasi

Dwi Astutiningsih, S.I.Pust.

Dwi Astutiningsih, S.I.Pust.

Pustakawan SMP Negeri 1 Bantul. Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) Kecamatan Pundong, Bantul. Founder Ajang Kreasi Pustakawan Bantul Menulis (Annelis)

Terbaru

Ikuti