Ditulis oleh 9:00 am COVID-19

Ramadhan 1441 H, Instrospeksi Diri dan Momentum Kebangkitan Nasional dalam Melawan Corona

Kebangkitan nasional mengajarkan kita untuk terus memperbarui informasi, belajar saling tenggang rasa serta mengajarkan semangat untuk lepas dari kebodohan.

Introspeksi diri ketika puasa terasa sempurna mengingat berbagai keutamaan bulan Ramadhan. Antara lain, sebagai bulan penuh berkah, seperti disebut dalam hadist Nabi Muhammad SAW, “Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian…” (HR. Agmad, An-NasaI dan Al-Baihaqi).

Ramadhan juga merupakan bulan penuh pengampunan. Hadist Nabi Muhammad SAW mengenai hal tersebut, “Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadhan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim) Serta, pada Ramadhan, dibukakan pintu surga oleh Allah SWT. Seperti terungkap dalam hadist: “Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”(HR. Bukhari)

Tak terasa sudah hampir sekitar dua bulan ini kita semua hidup di tengah pandemi. Virus corona yang menyebar ke Indonesia, telah merubah segalanya. Aktivitas peribadahan dibatasi, aktivitas bekerja di kantor, belajar mengajar, berkumpul dan segala aktivitas di luar rumah dibatasi, untuk menekan penyebaran virus. Karena virus ini begitu mengerikan jika menempel pada tubuh manusia yang memiliki imun rendah.

Puasa Ramadhan tahun ini terasa berbeda. Wabah corona mengubah banyak aktivitas manusia, yaitu dilakukan serba berjarak atau melalui daring. Pandemi ini tidak memandang harta dan derajat. Siapapun (kaya atau miskin, muda atau tua, perempuan atau laki-laki) bisa mudah tertular corona. Tidak hanya ibadah rohani, bulan Ramadhan juga jadi kesempatan meningkatkan ibadah sosial demi memperoleh keberkahan yang berlimpah. Caranya adalah lewat zakat, infaq, dan sedekah. Melalui cara-cara tadi. umat muslim diharapkan mau lebih berbagi dan peduli kepada orang-orang yang membutuhkan. Memperhatikan dan membantu orang lain yang membutuhkan dapat mengasah kepekaan sosial serta mempererat tali silahturahmi.

Di bulan Mei ini, ada momentum yang bisa kita jadikan pembalajaran yang mungkin relevan untuk diterapkan di masa pandemik ini. Di bulan Mei ini akan ada Hari Kebangkitan Nasional. Sebuah hari yang didedikasikan untuk memperingati para pendahulu negeri ini, yang telah berhasil membangun negeri ini dari organisasi. Karena itu, ibadah puasa di tengah pandemi ini menjadi kesempatan manusia merenung dan mengingat kembali kekuasaan Allah SWT. Selanjutnya, mampu menumbuhkan kepekaan sosial kita dengan berbagi terhadap mereka yang mengalami kesusahan dan sangat membutuhkan.

Bahwa segala penyakit atau wabah yang ada di muka bumi ini, harus kita jauhi. Karena itulah, tetap jalankan social distancing dan perbanyak ibadah di dalam rumah. Ramadhan di tengah pandemi semestinya tidak menyurutkan bagi umat muslim untuk tetap memperbanyak ibadah seperti kondisi normal.

Mari gunakan semangat kebangkitan nasional ini, untuk terus melawan penyebaran virus corona di tengah pandemi ini. Kita harus tetap menjaga semangat untuk sehat, bersih dari segala hal, tidak keluar rumah jika tidak penting. Dan yang tak kalah pentingnya adalah, mari tetap semangat untuk berdonasi untuk meringankan masyarakat yang terdampak virus corona. Seperti kita tahu, virus ini tidak hanya bisa membunuh manusia. Tapi juga telah mengganggu perekonomian hampir semua negara. Ramadhan mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu, saling menghargai dan menebar kebaikan.

Sementara kebangkitan nasional mengajarkan kepada kita untuk terus memperbarui informasi, belajar untuk saling tenggang rasa serta mengajarkan semangat untuk lepas dari kebodohan. Mari kita sinergikan antara semangat Ramadhan dan kebangkitan nasional untuk bisa bersikap bijak di tengah pandemi ini.

(Visited 36 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 19 Mei 2020
Close