Ramadhan Bulan Ampunan

rochmat wahab, mpd., ma
Barang siapa yang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka semua dosanya yang lalu akan diampuni. (HR Bukhari dan Muslim).
Oleh: Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA

Manusia secara fitrah memiliki potensi lupa dan berbuat salah. Ada pepatah Arab, bahwa “Sesungguhnya manusia itu tempat berbuat salah dan lupa”. Atas dasar kondisi objektif itulah, wajar jika manusia itu berbuat kekeliruan, salah, dan dosa. Beruntunglah kita bisa memasuki Ramadhan tahun ini. Mengapa tidak, Ramadhan bulan ampunan ini bisa kira dapatkan maanfaatnya mensucikan diri dengan menghapus kesalahan dan membersihkan dosa.

Rasa bersalah dan rasa berdosa itu secara psikologis sering menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan kegelisahan. Bahkan bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan diri. Menurun rasa bangga terhadap diri sendiri. Muncul rasa tak berdaya dan tidak bersemangat. Hilang gairah hidup. Rasa pesimis itu diam-diam semakin menguat. Hidup bisa menjadi terganggu kemampuan adaptasinya. Kondisi yang demikian tidak boleh berkepanjangan. Harus segera bisa diatasi.

Berbuat salah dan dosa sebenarnya tidak hanya mempengaruhi kondisi psikis kita, melainkan juga bisa menghalangi pemberian ampunan dari Allah SWT. Karena itu sebelum memasuki Ramadhan kemarin dianjurkan meminta maaf kepada sesama jika terjadi kesalahan, supaya pada saat memohon ampunan dari Allah SWT tidak ada halangan. Walaupun haditsnya diragukan kesohehannya. Bahkan ada yang mengatakan bid’ah. Kalau bid’ah itu tidak, tapi hadits itu dzaif. Jika hadits itu dzaif tapi bukan terkait dengan ibadah, halal-haram (syariah) atau keyakinan (aqidah), maka dianggap sebagai fadhoilul a’mal (akhlaq).

Namun secara umum kita ini sangat dianjurkan untuk meminta maaf sesegera mungkin, jika terjadi kesalahan atau perilaku dzalim terhadap sesama. Sebagaimana Rasulullah SAW sabdakan: “Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi” (HR. Bukhari).

Jika kita sudah membereskan kesalahan kepada sesama, maka kita bisa mohon ampun kepada Allah SWT. Di bulan Ramadhan inilah Allah SWT bisa memberikan maghfirah-Nya dengan sangat murah kepada para hamba-Nya yang mau bertaubat. “Dan Allah tidak akan pernah mengazab mereka selama mereka memohon ampun” (QS. Al-Anfaal:33).

Dengan memohon ampun kepada Allah SWT, pada hakekatnya kita ini melakukan pensucian diri (tazkiyatun nafsi). Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. Asy-Syamsy: 9-10). Juga di ayat lain dikatakan “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dan dia ingat Tuhannya lalu shalat” (QS. Al-A’la: 14-15).

Dalam Al-Qur’an dan Hadis ada 5 cara untuk memperoleh ampunan Allah SWT, di antaranya (1) Melalui Taubat, (2) Melalui Istighfar atau Memohon Ampun, (3 Melalui Amal Kebaikkan, (4) Melalui Musibah, dan (5) Melalui Hukuman. Pada saat ini sesuai dengan konteksnya, di bulam Ramadan dan ketika Covid-19 masih merajalela, maka untuk memperoleh ampunan dari Allah swt dapat dilakukan melalui 4 cara dari 5 cara, kecuali melalui hukuman.

Adapun dalil naqli yang bisa dijadikan referensi, di antaranya. Pertama, melalui taubat. QS At Tahrim ayat 8, menyebutkan: “Hai orang-orang yg beriman ! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh (taubatan Nasuha). Semoga Tuhanmu menghapus dosa-dosamu …). Di sini yang dimaksudkan adalah taubat nashuha. Pertaubatan dengan komitmen merasa kapok, tidak akan mengulangi perbuatan. Bukan kapok lombok. Berhenti sementara, tetapi lain kali mengulangi.

Kedua, Melalui Istighfar atau Memohon Ampun. Dalam QS Ali Imran 135, Allah swt berfirman : “Dan (juga) orang yg apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya dirinya sendiri (zolimullinafsih), ingat akan Allah, lalu memohon ampun (istighfar) atas dosa-dosanya. Dan siapakah yg memberi ampun atas segala dosa, kecuali Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya dalam keadaan mereka sadar dan mengetahuinya”. Setelah dengan banyak istighfat dan memohon ampun kepada Allah, tidak lagi meneruskan perbuatan itu.

Ketiga, Melalui Amal Kebaikkan. Allah SWT berfirman dalam QS Hud:114, yang artinya: “Dan dirikanlah Shalat pada kedua ujung hari (pagi dan pegang) dan pada bagian permulaan malam hari. Sungguh, perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) perbuatan jahat. Itulah peringatan bagi orang yg ingat (akan Tuhannya). Ayat ini menjelaskan bahwa perbuatan atau amal baik itu hanya bisa menghapus dosa bagi orang yg mengerjakan Sholat.

Keempat, Melalui mushibah. Allah swt berfirman dalam QS As Syura:30, yang artinya: Apapun musibah yg menimpa kamu, itu disebabkan perbuatan tangan-tanganmu (sendiri), Tapi Allah memaafkan kebanyakan (daripadanya). Musibah sebagai alat untuk mendapatkan ampunan dari sebagian dosa atau kesalahan manusia. Karena itu orang yg mati teraniaya (musibah), termasuk akibat dari Covid-19, bisa juga dimasukkan sebagai mati syahid, langsung masuk sorga, karena Allah telah mengampuni dosa-dosa orang tersebut.

Betapa pentingnya permohonan ampunan kepada Allah SWT itu bisa dilakukan puasa ini. Saya yakin setiap orang ingin benar-benar merasakan Idul Fitri yang riil. Benar-benar kembali ke fitrah, kembali suci. Walaupun itu tidak mudah. Jika kita sungguh-sungguh insya Allah, Allah swt akan meridloi dan mengabulkan apa yang kita mohon. Sebagaimana Rasulullah sabdakan “Man shooma romadhoona iimanan wahtisaaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih“, yang Artinya, barang siapa yang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka semua dosanya yang lalu akan diampuni. (HR Bukhari dan Muslim). (Yogyakarta, 29/05/2020 – 06 Ramadan 1441 H, Rabu, pk 05.55)

Penulis adalah Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta

(Visited 136 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020