Ditulis oleh 10:13 am KALAM

Ramadhan Bulan Penuh Barakah

Banyak keberkahan dalam ramadhan yang bisa kita raih. Kuncinya adalah memanajemen waktu dengan aktivitas sesuai tuntunan yang ada.

Oleh: Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA
“Setiap amal yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku semata.” – (HR Imam Muslim)

Ramadhan merupakan bulan kesembilan di antara bulan-bulan dalam tahun Hijriyah. Bulan yang paling istimewa, penuh barakah, karena memiliki paling banyak keistimewaan dan keberkahan. Ramadhan selalu dinantikan dan menyenangkan semua orang beriman, karena bisa menunaikan ibadah puasa dan lainnya selama sebulan.

Faktanya puasa dengan tidak makan dan minum serta tidak kumpul suami-isteri di siang hari dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, dijalani dengan waktu yang bervariasi. Pada tahun 2019 puasa yang terlama di Murmansk, Rusia dengan durasi 20,45 jam. Adapun yang waktunya yang terpendek di Ushuaia, Argentina dengan durasi 11 jam. Indonesia dengan durasi 14 Jam. Memperhatikan effort-nya, muslim di Rusia menghadapi tuntutan waktu yang sangat lama. Bagi yang imannya tipis, ibadah ini berat sekali. Namun bagi yang tebal imannya, puasa dengan waktu yang panjang tidaklah dianggap berat. Biasa-biasa saja. Masih bisa dihadapi dengan penuh kekhusyukan dan ringan terjangkau. Beratnya puasa tidaklah sebanding nilainya dengan keberkahannya yang sangat banyak.

Demikian juga selama seabad, kita kini memasuki waktu yang sulit sekali dengan pandemi Covid-19. Format belajar, format bekerja, dan format beribadah pun mengalami perubahan yang signifikan. Berpuasa dan beribadahnya ada yang sama, tetapi ada juga yang berbeda. Di tengah-tengah kehidupan yang susah, kita tetap harus menunaikan ibadah puasa. Sepanjang tidak ada larangan syar’i terhadap perilaku berpuasa, maka kita wajib mengeksplorasi keberkahan Ramadhan, sehingga kita tetap bisa menikmati keistimewaan dan keberkahan Ramadhan dengan senang dan penuh rasa syukur.

Banyak keberkahan Ramadhan yang bisa kita raih. Pertama, Ramadhan merupakan bulan yang baik untuk mendapatkan pengampunan. Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan Ridlo Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari). Melaksanakan puasa yang didasarkan atas Iman dan ikhlas, bukan karena paksaan atau mendapatkan pujian dari selain Allah SWT. Dengan puasa yang dilandasi hati bersih, maka yang diperoleh adalah ampunan terhadap dosa-dosa yang telah lewat, sehingga hati suci kembali.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan Ridlo Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.”

HR. Bukhari

Kedua, Terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Pada bulan ramadhan ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Saat malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- ketika diturunkannya Al Qur’anul Karim. Di turunnya Lailatul Qadar umat muslim juga bisa mendapatkan pahala senilai seribu bulan. Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Kami sudah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr : 1-3). Betapa besar keberkahan yang dijanjikan oleh Allah SWT pada Lailatul Qadar yang tidak terjadi di waktu yang lain. Karena itu untuk dapat merebut 10 hari terakhir bulan Ramadhan, ummat Islam sengaja melakukan i’tikaf di masjid.

Ketiga, keberkahan yang dikandung oleh Al Qur-an untuk Islam, sehingga tidak hanya menjadi petunjuk bagi manusia semua dan berbagai penjelasan dari petunjuk itu, melainkan juga pedoman bagi kehidupan kita untuk membedakan yang haq dan batil. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam QS Al Baqarah:185, yaitu “… bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur-an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)… “. Karena al Qur-an ini merupakan suatu mu’jizat Rasulullah SAW, perlu dibaca dan dipahami isinya serta diamalkannya dalam kehidupan sehari-Hari. Sepanjang waktu Ramadhan, kita perlu melakukan tadarrus Al Qur-an dan menelaahmya dengan baik untuk kita bisa semakin mencintainya. Kita jadikan Al Qur-an sebagai petunjuk dan pedoman hidup sehari-hari.

Keempat, Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup. Selebar-lebarnya pintu untuk kembali pada jalan yang lurus pada bulan Ramadhan dibuka untuk umat Islam. Sesuai sabda Rasulullah SAW, yaitu : “Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim). Hal ini mengandung arti bahwa Ramadan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada ummat Islam untuk berlomba-lomba berbuat kebajikan (fastabiqul khairat) untuk bisa menabung pahala yang telah disediakan secara berlibat ganda.

Kelima, Terkabulnya doa orang berpuasa. Jika kita bisa memanajemen dengan baik waktu yang ada, kita bisa berikhtiar untuk berdoa kepada Allah SWT, karena kita yang sedang menunaikan puasa Ramadhan kali ini memiliki kesempatan untuk berdoa yang sebanyak-banyaknya. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda; “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad). Selain itu Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (QS Al-Majmu’, 6: 273).

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.”

HR. Ahmad

Adalah wajar jika kita di bulan Ramadhan ini mencari barakah sebanyak-banyaknya. Senyampang kita bisa memasuki Ramadan tahun ini yang banyak tantangan. Semoga kita termasuk golongan yang menang (muflihun). Sebaliknya, kendatipun cukup banyak barakah yang disebarkan selama Ramadan, namun pada kenyataanya tidak semua orang ikut berebutan. Akibatnya mereka tidak memperoleh sedikitpun barakah. Rasulullah saw bersabda:”barangsiapa yang terhalang mendapatkan kebaikan di bulan ini, maka sungguh merugilah ia. (HR Imam Ahmad)

Demikianlah berberapa hal yang bisa menjadi referensi kita dalam mengisi waktu Ramadhan yang penuh berkah. Ramadhan akan terus berjalan. Dan bisa bermakna bagi kita, jika kita bisa memanajemen waktu dengan aktivitas sesuai tuntunan yang ada. Sebagaimana pengalaman pribadi bagaimana mengisi 10 hari terakhir Ramadhan di Masjidil Haram. Sepanjang waktu di masjid hanya untuk sholat, dzikir, dan membaca Al Qur-an. Full energy dan semangat beibadah. Sungguh indah bisa beribadah dengan fokus. Dengan begitu semoga memperoleh barakah yang sebanyak-banyaknya. (Yogyakarta, 26/04/2020-03/Ramadan/1441, Ahad, pk.11.15)

Penulis adalah Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta

(Visited 89 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 27 April 2020
Close