30.2 C
Yogyakarta
25 Juli 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Ramadhan dan Covid-19

Oleh: Zuhriyah, S.E., M.L.I.S.

“Wah kalau tidak ada tarawih di Masjid lalu kita mau tarawih dimana ya?“ Tanya seorang ibu rumah tangga di sebuah kampung perkotaan, “Program kelompok takjil yang biasanya dikelola ibu-ibu mau dilanjut apa tidak ya, karena situasi seperti ini?” Pertanyaan lain yang diajukan oleh ibu-ibu pengelola kegiatan takjil di masjid-masjid.  Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain dari umat Muslimin terkait himbauan pemerintah untuk sementara tidak mengadakan sholat tarawih dan kegiatan lain di masjid dalam situasi menyebarnya Virus Covid-19 sekarang ini.

Situasi terkini sehubungan dengan masih merebaknya Covid-19 atau yang sering disebut Virus Corona ini memang telah menimbulkan berbagai pertanyaan mendasar baik kaitannya dengan tata cara menjaga kesehatan, bagaimana cara menghambat penularan virus tersebut, penanganan masalah perekonomian dan juga tata cara peribadahan terutama bagi umat muslim yang sebentar lagi akan menyambut dan memasuki bulan Ramadhan, bulan puasa yang insyaallah penuh keberkahan.

Kadang orang terjebak pada suatu kebiasaan yang sering dilakukan secara rutin sehingga kurang menghayati arti sebenarnya dari suatu peribadahan. Seperti halnya sholat tarawih, karena kebiasaannya adalah dilakukan di masjid, sehingga ketika suatu keadaan mengharuskan kita untuk tidak melaksanakannya di masjid, ada rasa kurang puas atau tidak afdhol. Padahal kita sebenarnya tahu bahwa beribadah bukanlah suatu masalah kepuasan, akan tetapi adalah suatu bentuk pengabdian yang semata-mata untuk mencapai keridhoan Allah.

Kadang orang terjebak pada suatu kebiasaan yang sering dilakukan secara rutin sehingga kurang menghayati arti sebenarnya dari suatu peribadahan.

Dibutuhkan suatu penyegaran pemikiran dan niat dalam kita mengabdikan hidup kita, harta kita bahkan jiwa kita untuk situasi seperti sekarang ini. Ketika banyak orang yang tadinya adalah keluarga cukup dalam arti bisa memenuhi kebutuhan dasarnya setiap hari, namun dengan adanya situasi sulit seperti sekarang ini, mereka terdampak cukup parah bahkan tiba-tiba penghasilannya hampir mencapai titik Nol.

Kalangan masyarakat seperti ini yang kadang terlepas dari pengamatan. Jika pemerintah dengan program KMS (Kartu Menuju Sehat) nya, program PKH (Progam Keluarga Harapan) nya alhamdulillah sudah menyantuni secara rutin keluarga yang tergolong kurang mampu, namun untuk kelompok masyarakat yang secara tiba-tiba menjadi tidak mampu secara ekonomi dikarenakan dampak merebaknya Covid-19, sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari kelompok masyarakat mampu. Kelompok ibu-ibu pengelola takjil pun kini mengarahkan bentuk bantuannya untuk membantu kalangan masyarakat tersebut.

Sedangkan untuk pelaksanaan tarawih, walaupun bisa dilaksanakan secara munfarid atau sendiri-sendiri, akan menjadi momentum belajar bagi para lelaki dalam anggota keluarga untuk belajar menjadi imam dalam sholat berjamaah, menegakkan sholat tarawih di rumah, sekaligus saling menyimak bacaan dan menguatkan hafalan surat-surat dalam Al Qur’an,

Setiap keadaan dan kondisi akan disikapi secara bijaksana bagi mereka orang-orang yang selalu mengaitkan dan menyerahkan hidup dan matinya hanya untuk Allah. Semoga apa yang terjadi saat ini benar-benar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang memang senang untuk berfikir, insan Ulil Albab. Wallahua’lam bishshawab.

Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia


Setiap keadaan dan kondisi akan disikapi secara bijaksana bagi mereka orang-orang yang selalu mengaitkan dan menyerahkan hidup dan matinya hanya untuk Allah.


Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA