Saatnya Yang Muda Tampil ke Muka

10.6.1. Saatnya - Nazauma
Dengan harapan kontribusi positif mereka dapat membuat negara dan bangsa ini lebih maju, bergairah , dan memiliki tujuan yang pasti untuk membangun negeri ini lebih baik.

Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno. yang menyemangati pemuda untuk memimpin negeri ini dengan mengatakan, “Bawakan saya sepuluh orang pemuda niscaya saya akan mampu mengguncangkan dunia”. Kesempatan harus diberikan kepada Generasi Muda untuk bisa memimpin negeri ini. Sebagai generasi penerus pewaris kepemimpinan bangsa, pemuda harus terus pro aktif dan turut berkontribusi dalam membangun negara dan bangsa ini. Partisipasi generasi muda dalam praktek politik praktis, haruslah dipahami sebagai bentuk partisipasi pemuda untuk melakukan akselerasi perubahan.

Di tangan pemuda ke depannya akan memimpin dan menentukan negeri tercinta ini. Apakah negeri ini akan menjadi negeri yang makmur atau menjadi negeri yang hancur? semua itu berada di tangan para pemuda. Para pemuda adalah calon-calon pemimpin negeri ini. Pemuda yang punya integritas terhadap negeri ini dan telah teruji jiwa NKRInya serta mengedepankan intelektualitas menjadi pilihan calon pemimpin negeri ini. Memang benar menjadi pemimpin memang tidaklah mudah, apalagi menjadi seorang pemimpin muda. Tentunya tantangan yang akan dihadapi akan sangat berat.

Kemerdekaan telah diraih, pembangunan telah dilaksanakan secara estafet dari generasi ke generasi. Sekarang ini giliran tugas generasi muda meneruskan perjuangan para pendahulunya, Melanjutkan , dan mengisi pembangunan dengan sepenuh hati, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi. Apalagi, kemajuan Indonesia ini tidak lepas dari peran para pemuda. Ini bukti betapa sesungguhnya perubahan sebuah bangsa harus dilakukan pemuda. Spirit inilah yang mesti disadari generasi muda Indonesia saat ini, bahwa kalau kita ingin berubah, anak mudalah yang harus tampil di permukaan.

Generasi Muda harus berani tampil dengan menghadapi beberapa isu terhangat yang menjadi perhatian utama para generasi pemimpin muda ini adalah globalisasi, perkembangan teknologi, keberagaman, keberlanjutan, proses belajar, dan kerja sama antarsektor. Anak-anak muda yang belajar dari kegagalan kepemimpinan yang mengakibatkan krisis finansial dan mereka memiliki keyakinan bahwa generasi muda memiliki visi baru yang ditawarkan untuk memperbaiki masa depan. Dengan harapan kontribusi positif mereka dapat membuat negara dan bangsa ini lebih maju, bergairah, dan memiliki tujuan yang pasti untuk membangun negeri ini lebih baik.

Sudah sekian lama Indonesia merdeka. Beberapa dekade ini pemuda belum pernah diberi kesempatan untuk tampil ke depan. Kejenuhan ini setidaknya, memutar orientasi kepercayaan rakyat untuk mencoba mencari pemimpin alternatif. Yang muda harus berani tampil, pemuda yang intelektual,gesit, dan energik tempat berlabuhnya harapan dan mimpi besar akan perubahan. Setidaknya, generasi muda menjawab persoalan rakyat bukan dengan segudang teori dan setumpuk ide. Tapi menjawab persolan rakyat dengan kerja nyata.

Beri pemuda kesempatan untuk bisa berkontribusi terhadap negaradan bangsa ini. Menyikapi fenomena tampilnya para pemuda menjadi pemimpin, termasuk yang terjadi di Indonesia. Coba, sekarang kita lihat, dalam isu apa yang tidak muncul anak muda? Semua sendi-sendi pembangunan negara ini, selalu saja ada anak muda yang tampil menjadi pilar. Namun, satu hal yang mesti diingat, ketika kepercayaan masyarakat ini sudah diberikan sepenuhnya, jangan kemudian disia-siakan. Harus dijawab dengan bukti serta kerja nyata bahwa ada perubahan yang bisa diberikan kaum muda untuk kemajuan bangsa dan Negara ini.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Close