Ditulis oleh 8:45 pm KABAR

Sains dan Teknologi Faktor Penting Kebangkitan Asia

Kebangkitan Asia salah satunya dikarenakan adanya pengembangan sains dan teknologi.

Yayasan Abdurrahman Baswedan menyelenggarakan diskusi buku Memudarnya Supremasi Barat di Tengah Kebangkitan Asia karya Prof. Dr. Bambang Cipto, MA, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada Jum’at, (19/6) sore melalui aplikasi meeting online Zoom. Kemajuan sains dan teknologi menjadi salah satu faktor kebangkitan ekonomi Asia.

Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Bambang Cipto, MA, selaku penulis buku, Ir. Muslich Zainal Asikin, MBA., MT., ATU, Direktur Abhiseka Research Center dan CEO PIRI Islamic Fondation, serta Dr. Wachid Ridwan, Sekretaris Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah. Diskusi dipandu Iwan Setiawan, M.Si Dosen Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Dalam paparannya Prof. Bambang menjelaskan bagaimana saat ini kondisi barat sebagai kekuatan ekonomi politik semakin meredup. Namun di sisi lain, negara-negara di Asia kini mulai bangkit dan membesar.

Sebut saja dari sisi ekonomi. China dan ASEAN kini menjadi pusat perdagangan paling besar di dunia. “Samsung, Toyota, Sony merupakan korporasi besar dari Asia,” jelas Prof. Bambang.

Dari sisi jumlah kelas menengah di Asia juga semakin besar. Hal ini sejalan dengan tumbuhnya megacity di Asia. Diprediksi pada tahun 2035, ada 11 megacity berkembang di Asia yang akan menyumbang jumlah konsumen dunia.

“Jumlah penduduk China 1,438 miliar, India 1,377 miliar dan ASEAN 650 juta berpotensi sebagai pusat perdagangan terbesar di dunia,” jelas Prof. Bambang.

Perebutan supremasi dalam bidang teknologi juga terjadi. Kebangkitan Asia salah satunya dikarenakan adanya pengembangan sains dan teknologi sehingga dapat bersaing dengan produk-produk barat. Sebut saja antara produk iPhone dan Huawei.

“China juga memiliki high speed rail terpanjang sedunia”

“Trump larang sekutu AS gunakan Huawei. Tetapi Huawei unggul di Afrika, Timur Tengah, Rusia dan sampai tingkat tertentu di Eropa,” ujar Prof. Bambang Cipto.

Quantum science satellite (QSS), lanjut Prof. Bambang, yang diorbitkan China kelak akan membuat negara ini punya sistem komunikasi yang sulit dibuka kode-kodenya oleh negara lain. Industri ruang angkasa swasta, satelit mini, sistem navigasi satelit (Beidou) digunakan 130 negara bisa untuk sipil maupun militer.

“Persaingan AI (artificial intelligence) China memiliki anggaran tertinggi di dunia, $150 milyar. China juga memiliki high speed rail terpanjang sedunia,” tandas Prof. Bambang.

Satu pesan penting yang dapat diambil dari diskusi ini adalah peran sains dan teknologi dalam kebangkitan Asia. Indonesia jika ingin ikut dalam kebangkitan Asia, maka harus pula memiliki keunggulan dalam sains dan teknologi. Ini menjadi tantangan kita bersama.

(Visited 73 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 19 Juni 2020
Close