16.4 C
Yogyakarta
22 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
PENDIDIKAN

(Sajak) Antara Guru Dengan Bekas Muridnya

(Oleh: Ibnu Hani Al-Indonesia)

Kata Sang Guru:

Wahai anakku muda remaja
Dengarkan nasihat orang tua
Sudah banyak makan garam
Walau sekarang ia diam
Tidak bergerak sebagai dulu
Seperempat abad yang baru lalu
Bahkan sudah separo abad!

Dengarkan daku, dengarkan baik
Walaupun kau seorang cerdik
Pandai berfikir pandai mengarang
Suka bergerak gemar berjuang
Tetapi tidak sebagai aku
Cukup “tajarub” lihat rambutku,
Putih alamat setengah abad!

Kudengar banyak tentang engkau!
Memangnya kau sangat terlampau
Engkau belum berpengalaman
Baru saja disekolah zaman
Lepaskan itu turutlah aku!
Ujarku hasil seperempat abad

Sambutan Bekas Murid:

Kudengar baik nasihat tuanku
Tentu terukir dalam hatiku
Tapi izinkanlah aku bicara,
Walaupun aku semaja putera
Usia muda tidakpun cerdik
Ibarat tangkai baru memutik
Hendak menjadi pohon nan rindang

Bukankah tuanku penanam benih
Ditanam subur tersiram kasih
Benih: “PANDAI BERPIKIR SENDIRI”.
Tidak menghiraukan itu dan ini
Asalkan sudah cukup selidik”
Seperti tuanku biasa mendidik
Hak dan benar tentu’kan menang

Bukankah selalu tuanku anjuri
Orang gunakan otak sendiri
Jangan menjadi orang “Pak Turut”
Bagai bayangan atau buntut atau buntut
Walau terhadap Imam Syafi’i !
Jangan sebagai tukang menari
Dengar kecapi lantas berdendang !

Bukankah selalu tuan katakan
“Jangan langkah kau patahkan,
Oleh celaan dari khalayak,
Jangan kafilah hendak berhenti,
Jangan kau, sedang Nabi
Utusan Allah dinista orang”.
Tidak, tidaklah wahai tuanku
Tidak’kan kulepas cita-citaku
Sudah mendalam didarah daging
Hasil berfikir dengen membanding
Bukan aku keras kepala
Tetapi sejah dahulu kala
Tuanku didik berterus terang
“salah” sendiri !

Keterangan:
A.R. Baswedan merupakan sosok produktif yang memiliki berbagai karya. Dirinya juga seorang sastrawan, penyair dan seniman. Banyak sajak-sajaknya yang menggunakan nama pena Ibnu Hani Al-Indonesia. Ibnu Hani merupakan penyair favorit A.R. Baswedan asal Andalusia, Spanyol. Oleh karena itu Ia menyebut dirinya sebagai Ibnu Hani Al-Indonesia atau Ibnu Hani dari Indonesia.

Sumber:
Buku Biografi A.R. Baswedan, Membangun Bangsa Merajut Keindonesiaan, Penyusun: Suratmin & Didi Kwartanada, Terbitan Penerbit Buku Kompas, 2018.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA