Ditulis oleh 3:31 pm KALAM

Sajak I

Anak anakku pandemi telah menjadi hantu
Membuat kita ketakutan
Kemudian kepanikkan menjadi pisau menyayat-nyayat melukai tubuh kita
jiwa-jiwa menjadi yatim piatu kehilangan tempat bergantung
dan tidak punya lagi pelindung  

Mata kita telah sayu
menyaksikan wajah wajah bermuka palsu
sambil clingak-clinguk seperti munyuk
bicaranya menyalak nyalak seperti asu
telinga kita pekak oleh ledakkan kebohongan

Langit murka bumi berduka
Matahari tak bersinar bulan terbelah

Hidup di bumi yang bersemayam pandemi
Kepala kita bagaikan di moncong senapan
Hidup atau mati berjarak setetes keringat
Karena kita terlanjur menyerahkan kebebasan dengan para bangsat
Maka kehidupan berkejaran dengan pelatuk senapan

Anak-anakku
Bukan kematian yang kita gelisahkan
Tetapi ketakutan kematian tanpa kebenaran
Maka kita harus berjuang tetap hidup
Supaya masa depan tidak mengulang kesalahan
Dan masa lalu biar menjadi penjara bagai para bangsat

Jika saat ini Allah mengabulkan doaku
Maka aku memohon matahari tidak terbit
Supaya ketidakpastian tanpa ujung ini bersarang dalam pekat
Kecemasan demi kecemasan bisa tidur mendengkur

Bantul 6 April 2020

(Visited 49 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 8 Mei 2020
Close