Ditulis oleh 3:41 am KALAM

Sambutan Ketua Dewan Pembina dalam Seminar Perangai Indonesia

Pada titik inilah suatu kajian mendalam amat diperlukan, baik terkait haluan Pendidikan, maupun konsepsi ideal tentang Manusia Indonesia. Di sinilah letak diskusi tentang Perangai Indonesia.

Dr. Khamim Zarkasih Putro, M.Si
Ketua Dewan Pembina Yayasan Abdurrahman Baswedan

Sambutan Dalam Seminar Regional
Strategi Memperkuat Perangai Indonesia
Universitas PGRI Yogyakarta, Sabtu, 10 Agustus 2019

Assalamualaikum Wr Wb

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat berupa kesempatan dan kesehatan, sehingga kita bersama dapat berkumpul bersama dalam sebuah forum akademik, berupa Seminar Regional Strategi Penguatan Perangai Indonesia, di kampus Universitas PGRI Yogyakarta. Seminar ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari seminar nasional Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, pada 25 Mei yang lalu di kampus UNY dan juga merupakan bagian dari peringatan 74 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa merdeka, kita tentu optimistis menyongsong satu abad kemerdekaan bangsa (2045). Justru dalam optimisme tersebut kita hendak mengajukan pertanyaan mendasar tentang hari depan bangsa: apakah pada satu abad kemerdekaan, bangsa akan mampu mencapai cita-cita mulianya, ataukah sebaliknya? Pertanyaan ini dimaksudkan untuk merangsang seluruh elemen bangsa untuk melakukan perenungan, guna memperoleh jawaban yang paling bermakna bagi masa depan bangsa. Salah satu aspek yang dipandang dapat ikut menentukan pencapaian bangsa adalah kualitas manusia Indonesia.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa kualitas manusia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Ki Hadjar Dewantara mengatakan: “Pengajaran nasional itulah pengajaran yang selaras dengan penghidupan bangsa (mattschappelijk) dan kehidupan bangsa (cultureel). Kalau pengajaran bagi anak-anak kita tidak berdasarkan kenasionalan, sudah tentu anak-anak kita tak akan mengetahui keperlauan kita, lahir maupun batin; lagi pula tak mungkin anak-anak itu mempunyai rasa cinta bangsa dan makin lama makin terpisah dari bangsanya, sehingga kemudian barangkali menjadi lawan kita.” Pada titik inilah suatu kajian mendalam amat diperlukan, baik terkait haluan Pendidikan, maupun konsepsi ideal tentang Manusia Indonesia. Di sinilah letak diskusi tentang Perangai Indonesia.

Dalam naskah kerangka Seminar (25/5/2019), disebutkan bahwa Perangai Indonesia adalah perangai yang diartikan memuat lima aspek utama: (1) Bertaqwa kepada Allah; (2) Berperikemanusiaan dan berperikeadilan (humanis dan adil); (3) Berilmu (bersikap ilmiah, kritis dan dengan rasa ingin tahu yang tinggi); (4) Berwatakbangsa (cinta tanah air, membela kepentingan bangsa dan masyarakat); dan (5) Berbudi luhur (menyeru kebaikan, mencegah kemungkaran). Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA, menyampaikan pandangannya tentang Perangai Indonesia, yang dinyatakan sebagai perangai dengan ciri: (1) Beriman dan Bertaqwa; (2) Berakhlak Mulia; (3) Berilmu dan Bersikap Ilmiah; (4) Berperikemanusiaan dan Berperikeadilan; (5) Bermasyarakat dan Berkebangsaan. Apakah konsepsi tersebut merupakan hal yang telah ideal, ataukah masih dibutuhkan pendalaman? Kita berharap seminar ini dapat menggali lebih jauh dan mampu mencapai pandangan yang relatif ideal.

Demikian. Selamat berseminar

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Visited 30 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 24 Februari 2020
Close