Ditulis oleh 3:51 am KABAR

Sastra Profetik: Menyerap, Mengekpresikan dan Memberi Arah Realitas

Buku Persekongkolan Ahli Makrifat karya Kuntowijoyo memuat berbagai cerpen yang pernah dibuat penulisnya. Kuntowijoyo menamainya sastra profetik. Sastra yang menyerap, mengekpresikan, dan memberi arah realitas. Sekaligus menilai dan kritik sosial-budaya secara beradab dan terlibat dalam sejarah kemanusiaan.

Demikian disampaikan Prof. Dr. Makhrus Munajat, SH., M.Hum, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga dalam diskusi buku Yayasan Abdurrahman Baswedan, Jum’at, 8 November 2019 di Sekretariat Yayasan.

“Membaca buku ini kita seakan diajak bertamasya dengan pengalaman dan pergulatan makna yang pernah dialami Penulis,” ujar Prof. Makhrus.

Cerita ‘Mata’ disalah satu bagian buku tersebut, memperlihatkan penulis ingin mendedahkan suatu kisah dimana terkadang realitas dengan fakta itu kadang sering berkebalikan. Dibuka dengan premis apa gunanya punya pengilatan kalau sesungguhnya kita sendri tidak tahu yang kita lihat itu apa.

“Dalam bahasa awamnya, penulis ingin katakan bahwa buta secara fisik itu berbeda dengan orang yang buta secara batin. Buta batin adalah kebutaan yang parah yang seringkali dihadapi oleh kebanyakan orang. Dan ini tentu lebih berbahaya dari buta secara fisik,” jelas Prof. Makhrus.

Semua cerita-cerita dalam buku Persekongkolan Ahli Makrifat ini, mengetengahkan pertentangan antar dua sisi yang berbeda. Hal ini yang kemudian menjadikannya menarik untuk dibaca dan disimak.

“Karya yang kaya akan pengalaman dan pemahaman. Karya makrifat yang mencoba mengajarkan pada kita bahwa selalu ada positif dalam tumpukan kelam yang sering kita klaimkan sebagai keburukan tersebut,” tandas Prof. Makhrus.

(Visited 89 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 3 Februari 2020
Close