29.4 C
Yogyakarta
27 Juli 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Satu Meter

Semua pihak terus melakukan himbauan untuk: (1) menghindari kerumunan, apapun kegiatannya, bahkan acara resepsi pernikahan, dibubarkan dengan alasan keselamatan; (2) menjaga jarak fisik satu meter. Besarnya jarak fisik tersebut didasarkan pada himbauan organisasi kesehatan dunia (WHO). Itulah jarak minimal yang harus dipatuhi. Dengan kepatuhan tersebut diharapkan dapat memutuskan mata rantai penularan wabah.

Apakah satu meter cukup? Pertanyaan ini muncul karena ragam informasi bergerak, dengan macam-macam argumentasi dan data riset. Bahkan belum lama ini muncul informasi hasil studi yang menyebut jarak fisik yang ideal bukan satu meter. Hal ini didasarkan pada penelitian terhadap batuk dan bersin, yang mengatakan bahwa droplet bisa menempuh jarak sampai 7 atau 8 meter (Lihat Detik.com).

Pertanyaan lebih jauh adalah mengapa jarak fisik demikian penting, hingga harus diberikan angka besaran. Dan ketika penyebaran makin luas dan jumlah bertambah secara signifikan, mungkin muncul pertanyaan kritis, apakah jarak yang disarankan telah cukup atau belum. Munculnya akan terbaru tentang besar jarak yang disarankan, memperlihatkan betapa pentingnya jarak tersebut. Mengapa demikian?

Tentu sebabnya tidak lain karena memutuskan mata rantai penyebaran merupakan cara satu-satunya untuk mengakhiri penyebaran wabah. Hal yang nampak mudah dan sederhana, dalam kenyataan tidak mudah untuk diselenggarakan. Adanya berbagai larangan untuk berkumpul, pembubaran kegiatan masyarakat dan berbagai himbauan untuk tetap di rumah, menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga jarak, dan secara kongkrit menjaga jarak fisik sekurang-kurangnya satu meter, masih jauh dari yang diharapkan.

Tentu pertanyaan besarnya adalah adakah cara yang dapat ditempuh agar kesadaran menjaga jarak fisik dapat dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab? Perlukah suatu gerakan jaga jarak, agar secara kongkrit kesadaran yang dibutuhkan muncul. Bagaimana mengupayakan gerakan dimaksud? Pertama, tujuan. Sebagai suatu langkah bersama, sangat penting untuk merumuskan secara bersama dan jelas, arah dan tujuannya. Dalam hal ini sangat jelas bahwa yang ingin dicapai adalah putusnya mata rantai penularan.

Mungkin perlu ada diskusi untuk merumuskan tujuan secara lebih spesifik. Setiap wilayah pasti punya persoalan tersendiri terkait dengan wabah. Ada daerah yang telah punya peta penyebaran. Ada daerah yang belum ada kejelasan. Atau mungkin ada daerah yang sama sekali bebas dari wabah. Untuk daerah yang dikatakan bebas sekalipun, suatu antisipasi dibutuhkan. Diskusi awal, atau semacam rembug-an awal, yang dapat dilakukan secara terbatas atau lewat online (daring), dibutuhkan, agar muncul kesadaran bersama, bahwa gerakan merupakan upaya bersama untuk mengatasi penyebaran wabah.

Kedua, organisasi atau wadah. Tentu suatu langkah bersama membutuhkan koordinasi, saling berbagi informasi, memecahkan masalah bersama dan atau perlu berembug bersama terhadap beban yang harus ditanggung secara bersama. Sebenarnya ada banyak wadah yang secara tanpa disadari terbentuk. Mulai dari arisan keluarga, arisan kampung, kumpulan pemuda, kumpulan olahraga dan lain-lain. Semua organisasi tersebut merupakan contoh dari wadah.

Dalam urusan ini, bisa saja tidak perlu wadah baru, tetapi menggunakan wadah yang ada. Hal yang paling penting adalah (1) pusat koordinasi; (2) mekanisme membahas persoalan bersama dan memutuskan atau mengambil keputusan; dan (3) memastikan keputusan dijalankan bersama-sama dengan arah mencapai tujuan. Penanggungjawab dapat ditunjuk atau dipilih diantara mereka yang ikut rembug-an. Tentu tugas dari penanggungjawab ditentukan oleh rembug-an. Artinya tidak tugas lain kecuali yang ditentukan oleh rembug-an.

Ketiga, langkah-langkah. Apa langkah yang harus dilakukan? Bagaimana melakukan sosialisasi massif kepada warga sekitar atau warga yang dapat dijangkau, sedemikian sehingga menjadi bagian terdepan untuk menjaga jarak dan diam di rumah? Masing-masing wilayah atau kelompok pasti punya kekuatan tersendiri. Oleh sebab itulah, langkah yang akan dilakukan, harus muncul atau ditentukan melalui rembug-an kelompok. Tentu langkah atau kegiatan yang akan dilakukan harus merupakan langkah yang dapat dilakukan. Jangan sampai disusun rencana yang tidak mungkin dilakukan. Rencana langkah hendaknya sederhana, terukur, dapat dikerjakan, masuk akal dan punya jangka waktu yang jelas.

Gerakan 1 meter, jika datang dari bawah, pasti akan lebih efektif, karena dasarnya adalah kesadaran warga. Gerakan seperti ini merupakan bagian dari langkah pemerintah yang terus mengupayakan memutus mata rantai penularan wabah. Jika setiap warga mengambil tanggungjawabnya, pastilah langkah yang terbit merupakan langkah besar, mengingat penggerak utamanya adalah warga atau kesadaran warga. Semoga upaya tersebut dapat diwujudkan. Semoga wabah segera berlalu.

(t.red)

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA