Sejarah Kabupaten Banyumas

1.6.5. Sejarah
Pemandangan ibukota Banyumas memang indah. Tata kota Purwokerto dibuat sesuai dengan standard arsitektur Mataram. Empat hal pokok yang pasti diatur, yakni pendapa kabupaten, pasar, alun-alun dan Masjid Agung.

A. Nama Banyukerto Menjadi Banyumas

Pada masa kerajaan Demak Bintara nama Banyumas masih disebut Banyukerto. Wilayah ini langsung diperintah oleh Kadipaten Semarang. Pembina wilayah Banyukerto dipegang oleh Ki Ageng Pandan Aran. Pembesar kadipaten Semarang ini masih keturunan Adipati Yunus Syah Alam Akbar, Sultan Demak Bintara.

Lama kelamaan daerah Banyukerto semakin maju. Pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan berjalan lancar. Rakyat pun hidup makmur sejahtera.

Kekuasaan Demak berpindah ke Pajang. Kerajaan Pajang diperintah oleh Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Raja Pajang ini memang sakti mandraguna. Beliau masih berdarah Majapahit, Demak dan Pengging. Pada dirinya mengalir darah biru, bangsawan besar Jawa. Benar benar trahing kusuma rembesing madu, wijining amara tapa, tedhaking andana warih.

Kedudukan Joko Tingkir di Kerajaan Pajang sangat kuat. Begitu menduduki tahta semua kekuatan politik dirangkul. Selama memegang kekuasaan Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya selalu bisa momong momor momot. Putra Sunan Prawoto pewaris Kasultanan Demak Bintara bernama Raden Joko Kahiman. Sewaktu berguru kepada Sunan Kalijaga, Joko Kahiman bernama santri Abdul Mukmin.

 Sultan Hadiwijaya raja Pajang menetapkan Raden Joko Kahiman sebagai penguasa Banyukerto. Saat itu Banyukerto berstatus Kawedanan. Begitu Joko Kahiman dilantik status Banyukerto dinaikkan dari Kawedanan menjadi Kabupaten. Joko Kahiman resmi menjabat sebagai Bupati Banyukerto. Atas usul Pangeran Benawa, nama Banyukerto diubah menjadi Kabupaten Banyumas.

Joko Kahiman menjadi bupati Banyumas tahun 1582 – 1583, dengan gelar Tumenggung Purwonagara.

Kabupaten Banyumas berhasil sebagai daerah pemekaran. Penggantinya bernama Raden Ngabehi Martasura I yang memerintah tahun 1583 – 1600. Kekuasaan Jawa bergeser dari Pajang ke Mataram. Rajanya bernama Panembahan Senopati.

Raden Ngabehi Martasura I berasal dari Paremono Muntilan Magelang. Beliau masih putra Patih Manca Negara, perdana menteri jaman kerajaan Pajang selama tinggal di Magelang, Raden Ngabehi Martasura I belajar tata pemerintahan, tata praja dan udanagara.

Pemerintahan Mataram selanjutnya dipegang oleh Sinuwun Prabu Hadi Hanyokrowati.

Bupati Banyumas dipegang pejabat baru. Beliau adalah Raden Ngabehi Martapura II. Istrinya berasal dari Pati, anak Ki Ageng Penjawi. Istri sang bupati populer disebut Ratu Adipati Wicaksono Arum. Beliau seorang putri linuwih, cerdas, ramah, cekatan, pintar, lincah, pemurah dan welas asih. Tentu saja kehadiran Ratu Adipati Wicaksono Arum menjadi idola buat sekalian warga Kadipaten Banyumas.

Wanudya ayu ngambar, aruming kusuma, wadana asawang sari, o, ri sedhenging purnama sidi, netya njahit esmu lindri, grana rungih milangeni, tuhu mustikane putri tetunggule widodari.

Demikianlah penduduk Kabupaten memberi pujian kepada Nyonya Bupati Raden Ngabehi Martapura II. Rakyat betul betul ayem tentrem, aman damai dan guyub rukun.

B. Daftar Para Bupati Banyumas

1. R Djoko Kahiman, 1582 – 1583
Dilantik pada masa kerajaan Pajang. Rajanya bernama Sultan Hadiwijaya.

2. R Ngabehi Martasura I, 1583 – 1600
Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Panembahan Senopati.

3. R Ngabehi Martasura II, 1601 – 1620
Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Prabu Hadi Hanyokrowati.

4. R Adipati Martayuda I, 1620 – 1650
Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sultan Agung Hanyokrokusuma.

5. R Tumenggung Martayuda II, 1650 – 1678
Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Amangkurat Agung.

6. R Tumenggung Suradipura, 1678 – 1707
Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Amangkurat Amral.

7. R Tumenggung Yudanegara II, 1707 – 1745
Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana I.

8. R Tumenggung Reksapraja, 1745 – 1749
Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana II.

9. R Tumenggung Yudanegara III, 1749 – 1755
Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana III.

10. R Tumenggung Yudanegara IV, 1755 – 1780
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana III.

11. R Tumenggung Tejakusuma, 1780 – 1788
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana III.

12. R Tumenggung Yudanegara V, 1788 – 1816
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana IV.

13. R Adipati Cakranegara I, 1816 – 1830
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana IV.

14. RT Mardireja II, 1830 – 1832
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana VII.

15. R Adipati Cakranagara II, 1832 – 1864
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana VII.

16. R Adipati Cakranagara III, 1864 – 1879
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana IX.

17. KPA Martadireja III, 1879 – 1913
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana IX.

18. KPAA Ganda Subrata, 1913 – 1933
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana X.

19. RAA Sujiman Ganda Subrata, 1933 – 1950
Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana X.

20. R Moh Kabul Purwodireja, 1950 – 1953
Dilantik pada masa Presiden Soekarno.

21. RE Budiman, 1953 – 1957
Dilantik pada masa Presiden Soekarno.

22. M Mirun Prawiradireja, 1957
Dilantik pada masa Presiden Soekarno.

23. R Bayu Nuntoro, 1957 – 1960
Dilantik pada masa Presiden Soekarno.

24. R Subagyo,  1960 – 1966
Dilantik pada masa Presiden Soekarno.

25. Letkol Sukarno Agung  1966 – 1971
Dilantik pada masa Presiden Soeharto.

26. Kol Poedjadi Bandayuda 1971 – 1978
Dilantik pada masa Presiden Soeharto.

27. Kol RG Rudjito  1978 – 1988
Dilantik pada masa Presiden Soeharto.

28. Kol Djoko Sudantoko 1988 – 1998
Dilantik pada masa Presiden Soeharto.

29. Kel Aris Setiono 1998 – 2008
Dilantik pada masa Presiden BJ Habibie.

30. Drs. H Marjoko 2008 – 2013
Dilantik pada masa Presiden Susila Bambang Yudhoyono.

31. Ir KPH Purbowinoto Achmad Husein 2013
Dilantik pada masa Presiden Susila Bambang Yudhoyono.

(Visited 703 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020