Ditulis oleh 1:35 pm SAINS

Selain Teknologi, Guru Juga Wajib Menguasi Pedagogi dan Konten

Guru harus menguasi materi pembelajaran dengan baik agar materi yang disampaikan tidak melenceng dari apa yang semestinya harus dipelajari.

Salah satu yang terdampak dari adanya virus corona atau Covid-19 adalah dalam bidang pendidikan. Semua satuan pendidikan baik itu dari PAUD sampai Perguruan Tinggi meliburkan kegiatan pembelajaran di ruang kelas dan digantikan dengan pemebelajaran secara daring atau online. Pembelajaran yang dilakukan secara online mendapatkan banyak keluhan baik itu dari guru maupun siswa.

Guru selalu mengeluhkan jika biaya internet bertambah boros dan merasa lelah jika harus mengoreksi tugas-tugas siswa menggunakan Laptop. Siswa banyak yang mengeluh karena selalu mendapatkan tugas ketika pembelajaran online.

Pada dasarnya pembelajaran online terdapat dua bentuk komunikasi yaitu synchronous dan asynchrnous atau kita bisa menyebutnya berkomunikasi secara live (langsung) dan tidak live (tidak langsung). Contoh dari pembelajaran synchronous adalah menggunakan video conference dan bercakap-cakap langsung menggunakan media sosial atau platform e-learning lainnya. Sedangkan dalam pembelajaran asynchronous, siswa dapat menerima materi kapan saja dan dimana saja. Misalnya siswa dapat menonton video, membaca tulisan blog, membaca e-book, dan mengerjakan tugas kapan saja tanpa dipantau langsung oleh guru. Pembelajaran asynchronous adalah bentuk pembelajaran online yang sering digunakan oleh para guru di Indonesia karena hal ini dapat menghemat kuota internet, menghindari dari ketidakstabilan sinyal internet, dan dapat mengatur waktu dengan fleksibel. Namun sayangnya mayoritas guru tidak mempunyai persiapan yang matang untuk membuat materi pembelajaran yang menarik dan cenderung hanya memberikan tugas agar siswa lebih terpantau dalam belajarnya. Kemandirian belajar siswa yang masih lemah yang membuat para guru cenderung memberikan tugas kepada siswa agar guru dapat memastikan bahwa siswa mengikuti pembelajaran, selain itu guru juga memperoleh bukti fisik jika pembelajaran online telah dilaksanakan dengan baik.

Baca juga: Pembelajaran Jarak Jauh dan Covid-19, Mendidik Komunitas Pendidikan Kita 

Menurut survey yang dilakukan oleh penulis, mayoritas platform online yang digunakan oleh guru adalah Google Classroom (GC) dan Whatsapp Group (WAG). Google Classroom merupakan Learning Management System yang dikembangkan oleh Google dan bersifat gratis. Platform ini sering digunakan guru karena mudah untuk digunakan (user friendly) dibandingkan dengan platform sejenis seperti schoology dan edmodo. Google Classroom bisa dioperasikan baik menggunakan samartphone maupun personal computer (PC). Guru dan siswa harus mempunyai akun Google untuk menggunakannya dan terhubung dengan layanan Google lainnya. Pengumpulan tugas dan mengoreksinya menjadi lebih mudah jika kita menggunakan Google Classroom karena manajemen file yang bagus, dibandingkan menggunakan e-mai atau Whatsapp Group (WAG) yang harus megunduhnya satu per satu dan tertimpa dengan pesan lainnya. Penggunaan Whatsapp Group (WAG) populer karena mudah digunakan dan lebih cepat menyampaikan informasi secara langsung jika penggunanya selalu mengaktifkan Whatsapp.

Sebenarnya pembelajaran secara online tidak hanya dapat diterapkan dalam kondisi saat ini karena adanya dampak covid 19 yang mengharuskan kegiatan belajar dari rumah, akan tetapi dapat diterapkan juga dalam kondisi normal. Dalam kondisi normal, guru dapat menerapkan model pembelajaran yang disebut Filpped Classroom (kelas terbalik). Jika biasanya guru memberikan materi di ruang kelas dan memberikan tugas di rumah. Dalam pembelajaran flipped learning, kegiatan tersebut dibalik menjadi memberikan materi seacara online dan siswa mempelajari materinya di rumah, sedangkan tugasnya dikerjakan dan didiskusikan di ruang kelas. Model pembelajaran seperti ini akan menjadi lebih efektif karena siswa telah mempelajari materi secara matang di rumah, kemudian siswa mengerjakan tugas-tugas di ruang kelas, dan guru akan mendiskusikan jawaban dari tugas-tugas tersebut secara lebih jelas. Guru tidak lagi menghabiskan waktu untuk menyampaikan materi pelajaran di kelas, namun waktu guru akan dihabiskan untuk berinteraksi dengan dan membantu murid-murid.

Dalam pembelajaran online guru tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi saja, namun harus memperhatikan aspek penguasaaan pedagogi dan konten dalam pembelajaran. Mishra dan Koehler (2006) memperkenalkan konsep TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) yaitu sebuah framework (kerangka kerja) dalam mendesain model pembelajaran baru dengan menggabungkan tiga aspek utama yaitu teknologi, pedagogi dan konten/materi pengetahuan. Selain penggunaan teknologi sebagai media belajar, dalam framework TPACK, pedagogi adalah aspek penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran.  Pedagogi merupakan keterampilan guru dalam mengajar yang meliputi kegiatan mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar mengajar. Selain keterampilan dalam mengajar, guru juga harus mengerti kondisi psikologis dan biologis setiap muridnya.

Baca juga: Membentuk Anak Yang Bahagia

Konten pengetahuan (Content knowledge) pada framework TPACK juga tidak kalah pentingnya dengan aspek lainnya. Guru harus menguasi materi pembelajaran dengan baik agar materi yang disampaikan tidak melenceng dari apa yang semestinya harus dipelajari. Disiplin keilmuan sangat penting disini, misalnya guru dengan latar belakang Pendidikan Bahasa Inggris harus mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris, jangan mengajar mata pelajaran matematika. Selain itu guru juga harus selalu menambah pengetahuannya dengan banyak membaca buku, jurnal penelitian, dan mengikuti seminar yang sesuai dengan bidang ilmunya.

Profesi guru adalah profesi yang tidak mudah. Guru harus senantiasa mendidik siswa dalam situasi apapun. Guru juga harus senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga siswa akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang baik. Teacher Professional Development (pengembangan profesionalitas guru) juga harus selalu dilakukan oleh Pemerintah agar kemampuan guru semakin meningkat.

(Visited 169 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 30 Mei 2020
Close