25.1 C
Yogyakarta
18 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Selamat Datang, New Normal?

Akhir-akhir ini, kata “new normal” sering terdengar di banyak media. Ya, new normal ini sedang gencar-gencarnya diwacanakan semenjak pertengahan bulan Mei lalu, walau sebenarnya krisis akibat pandemi virus corona di Indonesia belum berakhir. Pada awal Juni ini, adaptasi new normal sudah dijalankan di beberapa sektor seperti lembaga pemerintahan dan juga tempat ibadah. Jokowi mengemukakan bahwa menurut WHO virus ini tidak akan hilang, maka dari itu kita mau tidak mau harus bisa hidup berdampingan dengan virus corona ini.

Sebenarnya new normal ini, sudah dulu dijalankan oleh sejumlah negara di dunia seperti Korea Selatan. Namun seperti yang kita tahu, baru sebentar new normal diberlakukan di Korea Selatan, gelombang kedua pun muncul. Lantas bagaimana dengan Indonesia sendiri? Sudah siapkah kita menerapkan The New Normal ini?

Bagi Anda yang belum tahu, mungkin saat ini Anda sedang bertanya-tanya, apa sih New Normal itu? New Normal adalah suatu sistem kehidupan baru, dimana perilaku masyarakat sudah bisa kembali produktif menjalankan aktivitas seperti semula secara normal. Dengan catatan, kembali ke normal disertai dengan protokol kesehatan yang ketat. Jadi, new normal itu bukan semata-mata kita kembali ke kehidupan yang dahulu, tetapi kembali ke aktivitas normal akibat dari PSBB dengan ditambah protokol kesehatan.

Penerapan new normal ini memang sangat berisiko dan memerlukan kehati-hatian. Pasalnya, bila dilihat di Indonesia, saat ini kasus positif masih terus bertambah. Padahal WHO mensyaratkan apabila suatu negara akan menerapkan new normal, negara tersebut harus membuktikan bahwa transmisi Covid-19 telah dikendalikan. Kemudian adanya pengendalian risiko kasus Covid-19, kapasitas sarana dan prasarana kesehatannya memadai, dan kurva kasus Covid-19 landai. Di Indonesia, new normal diterapkan karena melihat aspek ekonomi yang saat ini sudah mengkhawatirkan. Banyak pekerja dirumahkan akibat virus ini dan rata-rata masyarakat di Indonesia bekerja dengan mengandalkan pendapatan harian, jadi dengan adanya Covid-19 secara tidak langsung perekonomian pun menurun.

Ada banyak perdebatan sebenarnya dalam penerapan new normal ini. Tetapi nantinya, apabila new normal ini sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai gaya hidup yang baru. Setidaknya kita harus disiplin dalam menaati protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah. Meningkatkan kesadaran diri sendiri dengan selalu memakai masker apabila beraktivitas. Menghindari kerumunan atau physical distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun, menerapkan pola hidup sehat dan makan vitamin. Di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan, pasar, ruang publik, tempat wisata nantinya juga perlu disiapkan sarana dan prasarana pendukung. Seperti alat pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan, pembersihan dengan disinfektan secara berkala untuk meminimalisir penularan Covid-19 lebih lanjut.

Kunci keberhasilan era new normal ini kita tumbuhkan terlebih dulu dari kedisiplinan diri kita masing-masing. Kita juga bersama-sama dengan pemerintah dan masyararakat lainhya saling bergotong royong meminimalisir penularan covid ini. Tentunya dengan kedisiplinan ini, di era new normal, diharapkan semua dapat berjalan dengan baik dan perekonomian serta sektor-sektor lain dapat meningkat.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA