Self Love: Dengan Syukur, Ubah Insecure Menjadi Secure

Di balik gelap pasti ada terang dan di balik kesulitan pastilah ada kemudahan.

Oleh: Eny Rahmawati, S.Pd.I., M.Pd

A. MUKADIMAH

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temuinya adanya seseorang  yang senantiasa merasa inferior (rendah diri). Bahkan  suatu saat  kita sendiri pernah mengalami hal itu, semisal: ketika kita bangkrut, kena PHK, nilai jelek, tidak bisa melanjutkan kuliah, ditinggal orang yang kita sayangi, gagal dalam kerjaan atau keluarga ‘broken home’, bosan dengan sekolah maupun kuliah online /daring, aktivitas yang hanya di rumah atau ‘stay at home”, maupun gagal saat usaha bisnis di tengah wabah covid 19 ini, ataupun kalah dalam suatu ‘kompetisi’ tertentu baik di dunia pendidikan, ekonomi, politik, sosial, budaya maupun seni dan olahraga.  

Hal ini membawa ekses yang kurang baik bagi seseorang antara lain; berdampak selalu menyalahkan diri sendiri, menganggap diri ini lemah, minder, was- was, merasa kurang, selalu disalahkan orang, dinilai orang pemalas dan lemah, merasa martabat kita dijatuhkan saat kita tidak menang dalam ajang apapun, dan dinilai tidak cakap. Sehingga merasa diri kita tidak memiliki kapasitas dan tidak berharga untuk itu. Finalnya, kita minder terus menerus untuk bertarung di medan laga kehidupan dan kalah sebelum bertanding.

Adanya perasaan tersebut mengakibatkan seseorang hanya memandang apapun itu ke atas saja yang dinilai lebih segalanya dari dirinya sehingga menjadikan terabrasi pikiran kita hingga lupa dengan  potensi yang dimilikinya. Juga tertutup sudah dari penglihatan mata dan batinnya bahwa masih banyak orang yang ada di bawahnya kita dalam banyak hal tapi tetap mampu melakukan sesuatu yang positif, yang kreatif, bermanfaat untuk diri dan sekitarnya walau dengan segala keterbatasan keadaan saat ini dengan menjaga jarak secara fisik. Namun  selalu berusaha tetap ikhtiyar ,berdoa dan tawakkal untuk meraih sukses dalam hidupnya tentu dengan ridho Ilahi.

Terkadang kita memiliki banyak kelebihan tetapi kita tidak sadari dan tidak tahu masih banyak orang lain justru memiliki kekurangan teramat besar. Seakan ada sebagian orang di sekitar kita yang tidak lagi paham dengan istilah Jawa sawang-sinawang. Yang dilihat hanya kekurangannya saja. Lupa akan karunia Ilahi atas kelebihan yang dimilikinya seolah kita kufur nikmat dan divisit rasa syukur. Naudzubillahi min dzalik…..

Perasaan seperti itu biasa diistilahkan dengan insecure. Ia hadir terkadang tanpa disadari oleh yang bersangkutan. Tapi ada pula yang paham sehingga mencoba mencari solusi untuk penyembuhannya. Nah yang bahaya bila tidak menyadari akan hal itu, sehingga perlu kita pahami, kita deteksi penyebabnya dan kita carikan solusiya.

Untuk melanjutkan klik tombol Next di bawah ini…
(Visited 2.307 times, 3 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020