17 C
Yogyakarta
22 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KALAM

Semangat Kebangkitan Nasional Untuk Mengatasi Pandemi Corona

A. Membangun Kebersamaan

Tokoh utama berdirinya Budi Utomo adalah Dr Wahidin Sudirohusodo. Organisasi Budi Utomo menjadi tonggak bangkitnya kesadaran untuk menata kehidupan kolektif. Semangat untuk mengatasi problema sosial kemasyarakatan itulah yang menandai era kebangkitan nasional. Strategi untuk problem solving diubah dari cara individu tradisional menjadi organisatoris kolegial.

Latar belakang pendidikan Dr Wahidin Sudirohusodo berpengaruh atas problematika sosial yang sedang sedang dihadapi. Pada awal awal abad 20 terjadi pandemi malaria. Berbagai masalah muncul yang perlu penanganan khusus. Masalah yang kompleks ini tidak bisa diatasi sendirian. Sekalian warga masyarakat harus terlibat aktif. Holobis kontul baris. Masing masing pribadi mesti bersedia mencincingkan lengan baju, cancut taliwanda. Ajakan Dr Wahidin Sudirohusodo itu betul betul dipatuhi oleh masyarakat dari berbagai lapisan sosial beliau berhasil membangun semangat kebersamaan.

Kunci utama pengaruh Dr Wahidin Sudirohusodo terletak pada faktor keteladanan. Beliau segera menghimpun dana dari para pejabat, tokoh masyarakat, pengusaha dan rakyat untuk memberantas wabah penyakit malaria. Dana yang terkumpul cukup untuk membeli obat dan merawat para penderita penyakit malaria. Kota Surabaya, Semarang, Surakarta dan Yogyakarta dijadikan posko penanganan wabah malaria. Mereka bekerja secara sukarela. Para voluntir terdiri dari kaum priyayi yang punya sensibilitas humanisme kemanusiaan. Etos kerja mereka merupakan manifestasi dari doktrin amemangun karyenak tyasing sesama. Hidup bermakna bila bermanfaat buat orang lain.

Bupati Karanganyar bernama KRT Tirtokusumo menjadi sponsor usaha Dr Wahidin Sudirohusodo. Beliau termasuk orang yang terpandang secara ekonomi. Keberadaannya sebagai komisaris pabrik gula Colomadu dan Tasikmadu memungkinkan untuk memberi bantuan finansial ekonomis. Kebetulan industri gula sedang jaya jayanya. Jaringan KRT Tirtokusumo cukup luas. Marketing pabrik gula yang tersebar di seluruh pelosok dunia dijadikan referensi untuk mendapatkan bantuan dana. Ditambah lagi hubungan Dr Wahidin Sudirohusodo dan KRT Tirtokusumo akrab sejak masa kanak kanak. Kegiatan ahli medis dibantu oleh birokrat ekonomis. Ibarat tumbuh oleh tutup. Dr Wahidin Sudirohusodo dan KRT Tirtokusumo bekerja sama seerat eratnya dalam mengatasi pandemi malaria. Bersama dengan Tim Colomadu Mangkunegaran, KRT Tirtokusumo belanja pil kina di Negeri Tamasek Singapura. Pil kina ini disumbangkan kepada Dr Wahidin Sudirohusodo untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tindakan Dr Wahidin Sudirohusodo sungguh tepat. Beliau dapat bekerja sama dengan segala elemen sosial. Bersama dengan Sri Susuhunan Paku Buwono X, raja Karaton Surakarta Hadiningrat, Dr Wahidin Sudirohusodo mendapat fasilitas untuk praktik medis di rumah sakit Kadipolo. Kanjeng Sinuwun Paku Buwono X memberi kepercayaan penuh kepadanya untuk melakukan pengabdian medis. Bahkan mobil sang raja kerap dipinjamkan untuk mempercepat mobilitas tenaga medis. Sedangkan GKA Retno Puoso, Permaisuri KGPAA Paku Alam Vll diajak sebagai ketua posko penanganan pandemi malaria di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Permaisuri Sri Paduka Paku Alam Vll ini cukup simpati dan empati kepada kiprah Dr Wahidin Sudirohusodo. Kemampuan komunikasi dan interaksi sosial sangat diperlukan untuk membuat kebijakan medis. Dukungan pelaku ekonomi, pengusaha, tokoh masyarakat dan pejabat tentu memudahkan perjuangan Dr Wahidin Sudirohusodo dalam bidang kesehatan. Usaha ini melibatkan pula generasi muda yang potensial. Mereka adalah Soetomo dan Gunawan, mahasiswa kedokteran STOVIA. semangat untuk mendidik kader bangsa juga tinggi pada diri Dr Wahidin Sudirohusodo. Sebuah keteladanan yang patut ditiru oleh pejuang medis masa kini.

Posko penanganan pandemi untuk wilayah pesisir diserahkan kepada sahabat Dr Wahidin Sudirohusodo yang bernama Utoyo Kusumo. Kelak menjadi Bupati Jepara. Mulai daerah Rembang, Tuban, Pati, Semarang, Demak, kudus, Kendal, Pekalongan dan Tegal pandemi malaria berhasil diatasi. Utoyo Kusumo berhubungan erat dengan Dr Soetomo. Bupati Jepara ini sempat pula memimpin organisasi Budi Utomo. Ternyata Budi Utomo juga aktif dalam bidang medis. Maklum, organisasi ini lahir dari idealisme mahasiswa kedokteran yang sadar untuk memajukan nasib bangsa. Adapun Dr Gunawan ditugaskan untuk menjadi koordinator penanganan pandemi untuk wilayah Jawa bagian timur. Ketika bertugas di Surabaya ini, Dr Gunawan sering mendapat bantuan dari tokoh Sarikat Islam, HOS Tjokroaminoto. Tugas sosial medis ini dilakukan dengan sepenuh hati. Mereka adalah generasi humanis dan idealis yang cemerlang.

B. Kesadaran Priyayi Terpelajar

Budi Utomo yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908 dijadikan sebagai hari kebangkitan nasional. Prestasi gemilang pekerja medis ini mendapat apresiasi yang tinggi dari segenap warga bangsa. Kerja nyata mereka dicatat dengan tinta emas oleh sejarah. Mereka punya etos kerja dengan sesanti yang terkenal, budi luhur kulinakna, watak asor singkirana. Kalau sekarang mirip dengan ajaran amar makruf nahi mungkar.

Sokongan pada organisasi Budi Utomo berasal dari KRT Arumbinang, Bupati Kebumen. Rumah dinas bupati Kebumen menjadi markas penanganan pandemi malaria untuk wilayah Jawa bagian selatan. Wilayah kerjanya meliputi daerah Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo dan Purworejo. Setelah pensiun dari jabatan bupati, KRT Arumbinang bertugas direktur Pesanggrahan Madusita di desa candi Ampel Boyolali. Pesanggrahan Madusita merupakan pusat menejemen kebun dan pabrik teh. Juga berfungsi sebagai tempat penginapan yang mahal dan mewah. Tempatnya amat indah permai, di bawah kaki gunung Merbabu. Arah lalulintas Surakarta, Salatiga dan Semarang. Singkat kata pesanggrahan Madusita adalah mesin pencetak uang. Perusahaan ini milik Karaton Surakarta Hadiningrat. Hasil usaha ini sebagian untuk membiayai organisasi Budi Utomo. Lagi pula banyak karyawan pesanggrahan Madusita yang menjadi pengurus budi Utomo. Padha gulangen ing kalbu. Ing sasmita amrih lantip. Ajaran untuk melakukan refleksi dan kontemplasi amat dianjurkan oleh anggota dan pengurus organisasi Budi Utomo. Etos priyayi pelajar menjadi basis keanggotaan.

Kelas menengah terpelajar amat suka dengan gerakan Budi Utomo. Segi segi edukasi amat diperhatikan. Para priyayi terpelajar percaya pada transformasi sosial lewat pendidikan. Paham ini ditunjukkan oleh KRT Kolopaking, Bupati Banjarnegara. Beliau juga aktif dalam kancah pergerakan nasional. Ketika wabah malaria menyerang masyarakat, kaum priyayi terpelajar ini yang tampil dengan cekatan. Lila lan legawa kanggo mulyane negara. Pada dirinya terdapat jiwa satriyo pinandhito. Sebagai intelektual yang memegang tugas eksekutif, mereka juga berkewajiban untuk berdarma bakti layaknya kaum brahmana. Maka dikenal istilah kama arta darma muksa. Tahapan ini harus dilalui oleh segenap kader Budi Utomo. Keluhuran, keutamaan, keagungan hendaknya dikedepankan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Program Budi Utomo yang menonjol memang dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Hampir semua aktivitas medis, semua Bupati di pulau Jawa didaftar sebagai dewan penasihat. Tentu ini menunjukkan sebuah kerja sama yang harmonis. Aliansi birokrat dengan pelaku medis berjalan dengan sangat menguntungkan. Tradisi ini perlu diperhatikan dan diteruskan pada era sekarang.

Kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh organisasi Budi Utomo meliputi pengajaran, pelatihan dan sarasehan. Bidang pendidikan ditujukan untuk membentuk watak yang utama. Tiap pengurus harus bersedia ngayahi pakaryan praja. Bentuknya gotong royong gugur gunung, dengan semangat kekeluargaan. Kitab kitab Jawa yang memuat wulangan wejangan wedharan dikaji oleh pengurus Budi Utomo. Biasanya menggunakan media macapatan. Misalnya membahas serat wulangreh, Wedhatama dan Dewaruci. Kajian ini untuk mengasah ketajaman pikir dan hati. Pendidikan Budi Utomo lebih mengarah pada edukasi tradisional.

Kehadiran Budi Utomo menjadi cikal bakal organisasi pergerakan nasional yang lebih yunior. Budi Utomo telah memberikan inspirasi bagi pejuang bangsa. Masa depan bangsa perlu ditata dengan semangat kebersamaan yang diwujudkan dalam bentuk organisasi legal rasional. Budi Utomo adalah embrio perjuangan. Oleh karena itu, lahirnya Budi Utomo dirayakan sebagai hari Kebangkitan Nasional.

Para tokoh Budi Utomo telah memberikan keteladanan. Para pejuang medis masa kini sedang menghadapi pandemi corona. Sejarah Budi Utomo yang sarat dengan aktivitas medis sangat cocok untuk dijadikan rujukan. Kebangkitan Nasional yang sudah berjalan lebih dari satu abad tetap relevan dengan perjuangan masa sekarang. Semoga wabah corona segera bisa diatasi dan masyarakat kembali tenang ayem tentrem. Kita mendukung penuh pelaku medis yang sadar historis.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA