Ditulis oleh 8:04 am COVID-19

Setengah Juta Kasus COVID-19 pada Anak-Anak di Amerika Serikat

Angka-angka tersebut merupakan pengingat yang sangat mengerikan tentang mengapa masyarakat dunia perlu menanggapi soal virus corona secara serius.

Virus corona atau COVID-19 merupakan virus yang dapat dikatakan tidak “pandang bulu” lantaran siapa saja dapat terkena virus ini, bahkan anak-anak. Di Amerika Serikat, sebuah laporan terbaru melaporkan bahwa terdapat lebih dari setengah juta anak di telah dinyatakan positif mengidap virus corona sejak pandemi mulai.

Meski dalam kasus anak-anak, sangatlah jarang yang menunjukkan gejala berat dan serius oleh karena virus ini, namun mereka tidak kebal terhadapnya. Laporan terbaru dari American Academy of Pediatrics (AAP) menemukan bahwa anak-anak membentuk sekitar 9,8% dari semua kasus COVID-19 di negara bagian AS yang telah melakukan pencatatan data demografis.

Data tersebut tersedia dari 49 negara bagian, New York City, District of Columbia, Puerto Rico dan Guam. Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus COVID-19 pada anak-anak meningkat 16% dengan tercatatnya 70.630 kasus baru, meski dari laporan tersebut sangat jarang dan hampir tidak ada yang menampakkan gejala serius atau meninggal.

Selain itu, terdapat sejumlah kecil negara bagian yang melaporkan pasien rawat inap serta data kematian berdasarkan usia. Di 23 negara bagian serta NYC, anak-anak membentuk 0,7% hingga 3,7% dari total rawat inap yang telah dilaporkan. Juga dilaporkan bahwa diantara 0,3% dan 8,3% anak-anak yang menderita COVID-19 akhirnya dirawat di rumah sakit.

Lebih jauh lagi dalam 42 negara bagian, anak-anak membentuk 0% hingga 0,3% dari total kematian akibat COVID-19. Laporan tersebut mengatakan bahwa 18 dari 42 negara bagian tersebut, tidak melaporkan adanya kematian pada anak-anak.

Presiden AAP Dr. Sara “Sally” Goza, mengatakan bahwa angka-angka tersebut merupakan pengingat yang sangat mengerikan tentang mengapa masyarakat dunia perlu menanggapi soal virus corona secara serius. Dan meskipun masih sangat banyak yang belum diketahui tentang COVID-19. Namun yang telah diketahui adalah bahwa penyebaran virus pada anak-anak dapat mencerminkan apa yang terjadi di komunitas yang lebih luas.

Jika melihat pandemi secara keseluruhan, terdapat kesenjangan yang sangat terlihat dan memiliki kemungkinan besar untuk anak-anak untuk terkena virus. Sally mengatakan bahwa terdapat jumlah yang tidak proposional dari kasus pada anak-anak kulit hitam dan Hispanik dan di tempat-tempat di mana terdapat kemiskinan yang tinggi, menurut laporan yang diterima. Dirinya menambahkan bahwa haruslah ada usaha untuk mengatasi ketidaksetaraan di dalam masyarakat yang memiliki kontribusi pada kesenjangan ini,

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa anak-anak juga dapat menjadi penular virus corona pada orang lain. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran akan pembukaan kembali sekolah yang dapat menimbulkan resiko menularnya virus pada anggota keluarga lain, utamanya yang dewasa, dari siswa sekolah. Satu studi yang dilakukan di Korea Selatan dan diterbitkan pada 16 Juli di jurnal Emerging Infectious Diseases menemukan bahwa anak-anak yang lebih tua memiliki kemungkinan yang sama dengan orang dewasa untuk menularkan virus tersebut. (njd/livescience)

(Visited 49 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 12 September 2020
Close