Siapakah Guru Era Modern Itu?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Keilmuan seorang guru tidak boleh stagnan. Cari dan temukan informasi baru yang dapat diberikan, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik untuk siswa yang bisa membuat Anda menjadi guru yang dikenal sebagai guru modern.

Peraturan Pemerintah Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Pasal I. Beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941) diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 1. Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:

  1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
  2. Kualifikasi Akademik adalah ijazah jenjang pendidikan akademik yang harus dimiliki oleh Guru sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan.

Sesuai dengan tuntutan zaman, pendidikan haruslah mengikuti alur globalisasi tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya dan moral yang melekat pada setiap negara seperti Indonesia. Jika pendidikan dituntut harus modern maka sebagai pencetak generasi penerus bangsa, para guru juga harus berpikir secara dinamis dan perlahan meninggalkan cara pembelajaran yang statis.

Era modern pada zaman globalisasi ini, guru dituntut untuk menyajikan pembelajaran yang kreatif. Tuntutan secara langsung, seorang guru harus menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual. Menciptakan budaya dalam berinteraksi secara langsung untuk menjelaskan, bukan budaya menjawab dengan betul.

Bebaskan pikiran dan pendapat anak didik dalam menjawab atau memecahkan suatu persoalan. Biarkan mereka bereksplorasi dengan pikiran dan kemampuan masing-masing. Selalu berusaha untuk meng-update ilmu pengetahuan dan keahliannya sesuai dengan perkembangan zaman.

Seorang guru bukan robot dan juga bukan sekedar menstranfer ilmu. Interaksi secara langsung dengan siswa, seorang guru harus mampu menarik perhatian siswa. Awali dengan ketulusan. Ketulusan yang ada dalam hati seorang guru membuat guru tersebut menjadi pembelajar sejati. Guru yang tulus mau belajar dari siswanya dan tidak marah ketika diberikan masukan oleh siswa. Memperlakukan siswa seperti anaknya sendiri dengan penuh kasih sayang.

Nilai kasih sayang seorang guru sangat berarti bagi siswa, karena dengan kasih sayang, siswa akan merasakan kenyamanan ketika dalam suasana pembelajaran. Di sinilah salah satu manfaat kasih sayang seorang guru. Yaitu membentuk karakter baik pada diri siswa, membuat mereka bertanggung jawab, percaya diri serta optimis.

Guru yang bisa membaca zaman. Dengan perubahan zaman yang semakin maju, seorang guru harus mampu menggunakan rasa. Berilah senyum yang dapat membuat orang yang kita berikan senyuman akan ikut tersenyum alias ketularan senyum. Senyum seorang guru kepada siswanya akan menumbuhkan suasana positif di dalam hati dan pikiran siswa. Juga dapat mendekatkan hubungan antara siswa dan guru.

Jaga kehormatan diri dengan berpenampilan rapi yang bisa menjadi contoh untuk siswa-siswinya. Pakaian atau lebih tepatnya penampilan guru ketika mengajar sangat penting untuk diperhatikan agar membentuk kesan yang baik pada diri siswa. Penampilan yang menarik akan membuat siswa tidak canggung ketika mendekat kepada anda.

Arah perkembangan zaman yang harus bisa diikuti oleh seorang guru. Guru harus pandai-pandai menciptakan kreasi dan bisa menginspirasi siswanya untuk berpikiran maju. Sosok guru yang inspiratif tentu akan disegani siswamya. Setelah itu mereka akan menjadikan guru yang menginspirasi tersebut sebagai model dalam bergaul dengan teman, mengerjakan sesuatu. Atau berbicara tentang sesuatu meniru kepada sosok guru inspiratifnya.

Guru yang memiliki intergritas, kejujuran, dan amanah dalam tugas akan menepati janji kepada siswa-siswanya. Dan juga berbesar hati untuk meminta maaf ketika belum bisa menepati janjinya atau berbuat kesalahan kepada siswanya. Lebih tepatnya guru yang memiliki budi pekerti yang luhur, akhlak atau etikanya sangat mengagumkan bagi siswa.

Suasana kegembiraan dalam proses pembelajaran akan membuat siswa lebih tertarik.

Mampu menciptakan suasana yang santai tetapi tetap serius. Agar suasana kelas tidak stagnan sehingga terkesan membosankan, maka dibutuhkan sedikit karakter humoris seorang guru untuk memvariasi suasana. Jangan biarkan suasana kelas mencekam atau sunyi sepi. Terkadang perlu kita hadirkan kegembiraan di hati siswa dengan sedikit tertawa bersama. Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan serius dan siswa tetap santai. Suasana kegembiraan dalam proses pembelajaran akan membuat siswa lebih tertarik ketika anda masuk ke kelas mereka.

Guru di era modern ini harus take and give. Guru harus bisa memahami mereka secara personal. Pendekatan yang baik kepada siswa akan membuat guru mudah memahami karakter masing masing dari mereka. Dengan memahami keadaan siswa secara pribadi, membuat kita tidak buru-buru untuk men-cap buruk siswa. Pendekatan secara pribadi harus dilakukan oleh seorang guru. Dengan memahami keadaan siswa, kita lebih mampu menentukan sikap yang tepat. Dan siswapun akan merasa senang dengan guru yang bisa mengakui keberadaan sebagai seorang anak yang membutuhkan perhatian.

Kebutuhan seorang siswa bukan hanya mendapatkan ilmu saja. Meraka juga membutuhkan suntikan semangat, sanjungan, dan sentuhan hati dari guru. Guru harus bisa memberikan motivasi. Hal ini sangat berharga bagi anak-anak yang lemah dalam semangat belajar dan motivasi sangat dibutuhkan bagi mereka yang sering melanggar aturan untuk tidak berputus asa menjadi lebih baik. Motivasi juga dapat dilakukan dengan memberikan hadiah atas keberhasilan siswa.

Hadirnya guru sebagai motivator bagi siswa membuat mereka senang terhadap guru tersebut. Hargai setiap karya siswa walaupun dengan pujian. Tampilkan sanjungan kebaikan terhadap siswa agar termotivasi untuk menjadi lebih baik. Luangkan waktu memeriksa tugas-tugas yang diberikan kepada siswa-siswinya.

Jadilah guru yang profesional dalam bidang anda. Menguasai pelajaran sebelum menyampaikan materi kepada siswa sangat penting agar tidak terkesan jarak ilmu antara siswa dan guru seperti siang dan malam. Penguasaan materi yang disampaikan oleh guru akan membuat siswa lebih semangat dalam belajar dibandingkan guru yang merasa kebingungan ketika menyampaikan materi. Penguasaan materi yang bagus akan menstimulus siswa untuk semangat bertanya. Dan siswa-siswa yang semangat belajar akan sangat menyukai guru-guru yang profesional dalam mengajar.

Bagaimana sikap seorang guru yang harus dibangun sebagai guru modern. Berilah contoh bukan hanya sekedar memberitau agar siswa dapat memahami apa yang disampaikan. Guru harus mendorong dan membimbing siswa untuk meraih sesuatu yang dapat menambah wawasannya. Membangun kesabaran dan fleksibel dalam mendengarkan ide-ide yang dikembangkan oleh siswa. Ajaklah siswanya berpikir jangan hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi juga jadikan sebagai subjek yang mampu berpendapat dan berkreasi.

Sebagai seorang guru, tidak boleh berhenti untuk menimba ilmu. Guru harus mampu dan punya kemampuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan bidangnya. Dengan kata lain, keilmuan seorang guru tidak boleh stagnan. Cari dan temukan informasi baru yang dapat diberikan, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik untuk siswa yang bisa membuat Anda menjadi guru yang dikenal sebagai guru modern.

Menjadi guru hebat tentunya tidak mudah karena ada banyak syarat yang harus kita miliki, tetapi guru tidak boleh putus asa untuk mendapatkan itu. Secara umum tugas guru dapat dibagi menjadi 5 bagian, yaitu: guru sebagai pengajar, guru sebagai pendidik, guru sebgai pejuang akademik, guru sebagai duta ilmu pengetahuan, dan guru sebagai pencerdas bangsa.

Guru secara akademik tidak hanya sebatas mengajar di depan kelas.

Tugas guru sebagai pengajar adalah menyampaikan materi pelajaran bidang ilmu pengetahuan yang diampunya sehingga siswanya mampu memahaminya. Namun, tugas guru tidak hanya mengajar saja. Guru harus bisa mendidik siswanya dalam artian bisa membimbing siswanya agar berperilaku baik. Guru pendidik bertugas tidak sebatas sebagai guru di dalam kelas saja, tetapi juga di luar kelas. Dengan demikian, predikat guru pendidik lebih baik dibanding dengan guru pengajar.

Sebagai garda terdepan dalam pendidikan, guru secara akademik tidak hanya sebatas mengajar di depan kelas atau mendampingi siswa saat belajar. Tetapi lebih pada kepada upaya membantu peningkatan kualitas pendidikan secara umum. Mampu mengubah pola pikir siswa dalam meraih masa depan dengan berperan dalam mencerdaskan anak bangsa.

Sebagai seorang guru harus menarik penampilannya dalam artian ketika tampil mengajar secara prima. Tidak tampak lelah ketika mengajar. Tidak tampak malas ketika harus bekerja. Tidak tampak lusuh ketika menghadapi orang tua peserta didik dan tidak minder ketika menghadapi pimpinan. Sebenarnya kepribadian menarik yang dimiliki oleh seseorang berasal dari hati yang baik.

Hal yang tidak kalah menarik adalah harus hebat etos kerjanya. Guru harus cerdas dan pintar. Karena guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevalusai peserta didik pada pendidikan.

Tampilkan pribadi secara fisik dan psikis. Pribadi dan kepribadian yang menyenangkan, tidak sombong, pintar, disiplin, komunikatif, simpatik, baik hati, adil/tidak pilih kasih, humoris. Sehingga bisa menjadi guru yang luar biasa karena suka dengan tantangan. Senang membaca buku. Senang mengikuti kegiatan ilmiah. Dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakain pesat, hanya guru-guru profesional yang dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca juga: Saatnya Yang Muda Tampil ke Muka

Rr. Nazauma Nareswara, S.Pd.

Rr. Nazauma Nareswara, S.Pd.

Mahasiswa S2 UIN Sunan Kalijaga