Ditulis oleh 7:35 am COVID-19

Sikap Mukmin: Tetap Tenang dan Sabar Dalam Badai Ujian

Sebaik-baik senjata seorang muslim adalah sabar.

Oleh : Ustadz Abdullah Sunono

Bagaimana sikap seorang mukmin dalam menghadapi persoalan serta ujian yang dihadapi?

Sikap seorang mukmin harusnya selalu positif dan caranya menyikapi persoalan itu selalu benar.

Rasulullah pernah bersabda tentang seorang mukmin, yang kira-kira begini penjabarannya: “Alangkah menakjubkannya urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya adalah kebaikan. Jika ia diberi kebaikan maka ia akan bersyukur, dan itu adalah kebaikan untuknya. Dan jika ia ditimpa musibah, ia bersabar, dan itupun sebuah kebaikan baginya.”

Sebaik-baik senjata seorang muslim adalah sabar. Ketika Allah subhanahu wata’ala menimpakan sesuatu yang ada diluar skenario kita, mestinya kita bersabar dan berhusnuzhzhan pada Allah ta’ala. Karena, sesuatu yang buruk menurut kita, siapa tahu Allah ta’ala tengah menyiapkan sesuatu untuk kita. Entah itu kemenangan, pahala atau kebaikan-kebaikan yang lain.

Terkait dengan peliknya persoalan dan masalah-masalah yang timbul di dalam dada kaum muslimin dalam pandemi global COVID-19 ini, Allah mungkin sedang menyembunyikan kemenangan dibaliknya. Sebuah kegemilangan yang tak terduga-duga.

Sebagaimana dalam kisah perang Badar yang melegenda. Bukankah sebelumnya kaum Muslimin berencana merebut kafilah dagang Abu Sufyan yang berisikan 1000 onta penuh harta? Benak kaum muslimin saat itu dipenuhi bayangan, jika pulang nanti setiap anggota pasukan membawa 3 ekor onta, disebab personel pasukan saat itu hanya 300 orang.

Namun rupanya Allah berkehendak lain. Bukannya bertemu Abu Sufyan bin Harb dan 1000 onta penuh harta, Allah malah mempertemukan mereka dengan Abu Jahl bin Hisyam plus 1000 pasukan penuh senjata. Sungguh diluar skenario, bukan? Pikiran pun berganti. Benak yang awalnya diisi dengan pikiran satu orang 3 onta, bertukar satu orang melawan 3 personel pasukan lengkap dengan senjata. Sangat jauh berubah.

Kalau dipikir dengan akal, 300 lawan 1000 sangat tidak seimbang. Namun ternyata, Allah menyiapkan 1000 sampai 3000 malaikat untuk membantu tentara-Nya. Perkiraan awal muslimin yang kalah, namun ternyata mereka beroleh kemenangan yang begitu gemilangnya. Hasil sabar.

Begitupun kisah Khandaq atau Ahzab. Kali itu pasukan sekutu 10.000 lawan 3.000. Cuma bisa bertahan dengan parit. Tapi Allah uji lagi. Dengan berkhianatnya Yahudi Bani Quraiydhah di bagian dalam Madinah. Belum cukup, kaum Munafikpun memisahkan diri hingga jumlah pasukan berkurang.

Adakah Rasul panik? Tidak. Malahan dimasa itulah muncul janji-janji penaklukan Persi, Romawi dan bumi Arab seluruhnya. Tambahan lagi, Rasul bersabda; “setelah ini, bukan mereka lagi yang mendatangi kita. Namun kitalah yang akan mendatangi mereka!”

Benarlah. Selepasnya, tak lama terjadilah Fathu Makkah. Rasul datang dengan 10.000 personel muslimin. Buah sikap positif beliau semasa sulit di Khandaq.

Kita yakin setelah musibah ada hikmah. Tapi kita lupa dalam musibah itu ada nikmat. Apa itu? Rasul bersabda, “Tidak ada musibah yang menimpa seorang Muslim baik berupa rasa penat, sakit, khawatir, sedih, gangguan-gangguan yang lain, duka cita, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah membersihkan dosanya.” Indah sekali bukan?

Sesungguhnya, seseorang itu diuji sesuai kadar agamanya. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Allah segerakan siksanya di dunia. Jangan berfikir jika hidup kita aman-aman saja tanpa ada rintangan dalam maksiat itu nikmat. Tidak. Itu istidraj.

Sesungguhnya, seseorang itu diuji sesuai kadar agamanya.

Covid-19 itu adalah tentara Allah yang Allah kirim dan bisa menulari manusia. Kenapa bisa? Karena Allah mampu membuatnya bisa menulari manusia. Seperti Tha’un. Bisa saja ia menjadi azab. Namun bila Tha’un mengenai Muslim, maka Allah menjadikannya rahmat baginya.  Maka bersabarlah dan ikhlas serta meyakini kehendak Allah. Jika meninggal, maka matinya syahid.

#stayathome maka bersabarlah.

Penulis: Pengasuh dan Pengajar di Pondok Mahasiswa Islamic Center di Seturan


Marilah bersikap sabar serta positif dalam menghadapi tiap-tiap persoalan dalam hidup kita.


(Visited 354 times, 9 visits today)
Tag: Last modified: 14 April 2020
Close