SMK Model dan BUMDES Mart Sebagai Upaya Menggerakkan Ekonomi Desa di Tengah Wabah Covid-19

sampun
BUMDES MART bersama SMK merupakan salah satu upaya untuk menggerakan ekonomi desa agar tidak mengalami keterpurukan di tengah wabah Covid-19.

Oleh: Drs. Sampun Hadam, M.M

Salah satu dampak wabah Covi-19 terjadi angka pengangguran yang sangat tinggi. Banyak karyawan yang dirumahkan dengan batas waktu yang belum jelas atau bahasa halus diberhentikan dari pekerjaannya alias PHK secara besar-besaran. Tentu sebab yang nyata karena pabrik maupun perusahaan juga mendapatkan dampak yang sama akibat wabah Covid-19 yaitu turunnya omset penjualan bahkan macet total.

Sesuai dengan informasi yang beredar, 1,5 juta lulusan SMK saat ini menganggur dikarenakan korban PHK yang awalnya bekerja sebagai karyawan pabrik, pelayan hotel, pelayan rumah makan, pramuniaga mall, dan sebagainya. Terlebih, dengan meningkatnya angka pengangguran otomatis juga bisa meningkatkan jumlah kriminalitas yang faktanya sudah merajalela. Hal ini bukan hanya tanggungjawab Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, maupun Kementerian Pendidikan, namun juga merupakan tantangan pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat yang harus dihadapi bersama.

Pada masa pandemik saat ini, mengentaskan pengangguran tidak bisa dilakukan secara instan seperti membalikkan telapak tangan. Upaya pengentasan harus dimulai dengan memaksimalkan mindset/ cara berpikir, perilaku, karakter, keterampilan, dan kompetensi skill yang sudah diterima di sekolah sebelumnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih untuk menciptakan penghasilan. Mindset “Job Creator” (pencipta lapangan pekerjaan) sangat dibutuhkan saat ini daripada hanya mengandalkan “Job Seeker” (mencari pekerjaan).

Sebagaimana diketahui, di tengah wabah corona menyebabkan banyak orang yang harus berada di rumah untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Itu bukan hal yang sulit bagi warga desa karena mayoritas bekerja sebagai petani dan masih bisa memanfaatkan lahan untuk ditanam yang artinya bahan pangan masih akan terus ada. Namun, itu menjadi hal yang sulit bagi orang yang bekerja di pabrik/ perusahaan karena mereka harus dirumahkan dan tinggal di kota besar tanpa ada keterampilan bercocok tanam dan ketersediaan lahan. Inilah yang membuat masyarakat kota mudik ke desa karena tidak adanya penghasilan di tanah rantau.

Melalui pengoptimalan pemanfaatan program pemerintah yang telah mengucurkan banyak dana ke desa dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Program peningkatan SDM dan pembangunan fisik semestinnya diprioritaskan untuk upaya peningkatkan sektor ekonomi dan kesehatan.

Alangkah indahnya bila program pemerintah tersebut berkolaborasi dengan SMK untuk mengembangkan Bumdes Mart.

Dengan ada nya Bumdes Mart, masyarakat dapat menggerakkan ekonomi desa melalui peran SMK diantaranya:

  1. Beri kesempatan siswa SMK untuk melakukan pendataan berapa dan apa saja kebutuhan bahan pokok dan bahan kebutuhan keseharian masyarakat setempat dengan didampingi perangkat desa. Dengan pendataan ini kita akan tahu persis barang apa saja yang harus dijual dan berapa jumlahnya.
  2. Pemerintah desa bisa menganggarkan dan membangun tempat dan menyediakan perabot yang diperlukan untuk BUMDES MART.
  3. SMK menyiapkan sistem manajemen, IT serta SDM yang diperlukan .
  4. Supplier mulai mendatangkan barang dengan mengutamakan produk masyarakat setempat.
  5. SMK melakukan upaya pengembangan di bidang pembayaran listrik, PDAM, kebutuhan pertanian, peternakan, dan industri yang ada masyarakat .
  6. SMK membangun link kerja sama antara BUMDES agar terjadi sinergi saling mengisi sehingga mewujudkan kekuatan yang sangat dahsyat antar pemerintah desa.
  7. Pemerintah kabupaten bisa membuat BUMD distribusi untuk memperkuat dan mendekatkan pabrikan dengan BUMDES MART.
  8. Masyarakat bisa memproduksi berbagai macam produk yang nantinya bisa dijual di Bumdes Mart (maupun secara online) dan mengurangi penggunakan produk pabrik. Sehingga, ekonomi lokal bisa tetap berjalan.

Melalui arahan Bapak Bupati, bimbingan teknis satker terkait, SMK Model PGRI 1 Mejayan sebagai sekolah yang terpilih menjadi SMK rujukan sejak tahun 2014 dan penulis buku “10 Langkah Revitalisasi SMK” sangat siap bila dipercaya bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mewujudkan BUMDES MART tersebut.

Kami sangat yakin, BUMDES MART merupakan salah satu upaya untuk menggerakan ekonomi desa agar tidak mengalami keterpurukan di tengah wabah Covid-19.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Close