Dari Anyer sampai Panarukan, dari masjid Istiqlal sampai Masjidil Kharom, dari Indonesia sampai ke ujung dunia, tiada manusia di bumi ini di jagad raya ini yang tidak tahu wabah virus Corona. “Corona” dianggap merupakan ancaman hidup dan mati umat manusia di dunia saat ini.
Manusia mempunyai sifat mutmainnah (baik) dan sifat amarah (jelek). Sifat “mutmainah” inilah yang dapat kita andalkan untuk menghadapi ancaman “corona”.

Mari di bulan Ramadhan ini kita tingkatkan sifat baik yang terpendam, kita charge kembali budi baik yang mulai melemah dan sebaliknya kita buang jauh jauh sifat jelek yang merusak jiwa dan raga kita.

Semua kejadian di bumi dan alam semesta ini adalah karena kehendak Allah. Sebagaimana tercantum dalam firman Allah yang artinya ” Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi (alam semesta) dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhful Mahfudh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(Q.S.Al-hadid 22).

Sifat sombong dan putus asa adalah dua penyakit hati bagi manusia yang akan menjerumuskan ke lembah kehinaan . Sifat inilah sebenarnya yang dilarang oleh Allah swt sebagaimana yang tersurat dalam firman Allah (QS Al-hadid 23) yang artinya “Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berputus asa atas segala sesuatu yang telah hilang darimu dan janganlah kamu bersenang senang dengan berlebih lebihan atas segala kenikmatan / kebahagiaan yang sedang kamu terima, karena Allah tidak suka kepada orang yang sombong lagi congkak”.

Dari ayat di atas tersebut, dapat diambil sebagai pedoman bahwa :

  1. Segala sesuatu yang akan dan sedang menimpa di jagad ini baik yang mengenai manusia maupun bukan manusia, yang susah maupun yang senang adalah atas kehendak Allah SWT.
  2. Allah tidak senang kepada orang orang yang sombong lagi congkak . Jika mendapatkan rizki berlebih yang merupakan kenikmatan pemberian Allah SWT, kadang tidak merasa bersyukur bahkan kadang untuk membanggakan diri dan menyombongkan diri, inilah orang orang yang akan kena adzab dari Allah SWT.
  3. Kita dilarang untuk berputus asa. Putus asa bisa diartikan bahwa kita merasa tidak mempunyai harapan lagi atas rahmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT. Putus asa berarti juga merasa frustasi hingga menyebabkan lemah segalanya. Kewajiban kita adalah berusaha dengan bekal ilmu yang ada dan selalu berdo’a kepada Allah agar diberi jalan yang lurus dalam menghadapi segala cobaan ini.
    Firman Allah (QS. 29:56).
    “Walladzina jaahadu fina lanahdiyannahum subulana” artinya, siapa saja yang berusaha dengan berdo’a memohon kepada Aku (tidak putus asa) pasti Aku beri petunjuk.

Oleh karena itu hendaklah kita jangan berlaku sombong dan jangan berputus asa. Berjuang melawan hawa nafsu adalah perjuangan yang sesungguhnya.


Siapa saja yang berusaha dengan berdo’a memohon kepada Aku (tidak putus asa) pasti Aku beri petunjuk. (QS. 29:56)


(Visited 335 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 12 Mei 2020
Close