Ditulis oleh 11:37 am KABAR

Songsong Seminar Perangai Indonesia, Yayasan AR. Baswedan Gelar FGD

Yayasan AR. Baswedan berkerjasama dengan Universitas PGRI Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Strategi Penguatan Perangai Indonesia, Selasa (30/7/2019) di Ruang Multimedia, Kampus Universitas PGRI Yogyakarta. FGD ini dihadiri kalangan kepala sekolah, guru, dan dosen. Hadir pula Muhammad Fairuzabadi, M.Kom, Wakil Rektor 3 UPY serta Dr. Septian Aji Permana, M.Pd Kepala Bagian Kerja Sama UPY.

FGD ini dilakukan untuk mendiskusikan bagaimana sesungguhnya sosok warga bangsa, ciri-ciri apa yang dimiliki warga bangsa, sedemikian sehingga dengan mudah dibedakan dengan bangsa lain dan di sisi lain, ciri-ciri dimaksud merupakan kekuatan yang dapat membawa bangsa kepada masa depannya yang baru.

Dr. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua Dewan Pembina Yayasan AR. Baswedan mengatakan selama ini jika ditanya tentang manusia Indonesia referensi kita selalu pada tulisan Mochtar Lubis. “Waktu itu dikatakan bahwa manusia Indonesia itu munafik, percaya tahayul, feodal dan lainnya. Nah, mari kita diskusikan, bagaimana perangai Indonesia yang akan kita bangun ke depan,” jelas Khamim.

Drs. Totok Sudarto, Ketua PGRI Kab. Bantul juga menyampaikan pendapatnya. Ia menekankan pentingnya integritas dalam membangun perangai Indonesia. Integritas, menurut Totok, masih sangat rendah. Sebut saja saat pemilu legislatif beberapa waktu lalu dimana terjadi praktek politik uang. “Di kampung itu, ada calon yang ngasi uang Rp. 7 juta dapat 70 suara. Padahal ya warga gak kenal. Nah ini contoh integritas baik calon maupun warga yang rendah,” papar Totok.

Selain itu Totok juga menyampaikan pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sebuah kesempatan yakni ngelmu iku kalakone kanthi laku. Saat ini, lanjut Totok, banyak orang yang memiliki ilmu tapi tidak dilakoni (gunakan). “Kita itu sudah tahu kalau pohon-pohon di daerah Cino Mati, itu kalau ditebang gak bisa nahan air, tapi ya nekat saja tetap ditebangi,” jelasnya.

Sedangkan Tri Ismu Husnan Purwono, SH., M.M Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengatakan pembangunan perangai Indonesia, ada ditiga ranah, yakni rumah atau keluarga, sekolah dan komunitas atau masyarakat. “Ketiga tempat ini yang akan membentuk perangai anak-anak kita, oleh karena itu penting untuk melakukan pembenahan bagaimana keluarga, sekolah dan masyarakat membentuk anak-anak Indonesia dengan baik,” jelasnya.

Tri Ismu Husnan Purwono, SH., M.M Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

Syamsudin, MA yang menjadi pemandu diskusi mengatakan bahwa pandangan-pendangan dalam FGD ini sangat menarik. Oleh sebab itu akan menjadi masukkan yang baik sekali dalam merumuskan konsepsi perangai Indonesia kedepan. “Hasil dari FGD ini akan menjadi masukkan yang baik dalam memperkaya substansi dalam seminar pada 10 Agustus mendatang,” ujar Syamsudin.

Yayasan AR. Baswedan berkerjasama dengan UPY akan menyelenggarakan seminar dengan tema Strategi Penguatan Perangai Indonesia yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 10 Agustus 2019 di kampus UPY. “Kami mengundang bapak ibu guru untuk hadir dalam seminar tersebut,” tutup Syamsudin.*

(Visited 54 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 14 Februari 2020
Close