Studi: Hubungan Positif Siswa dan Guru Menguntungkan untuk Kesehatan Jangka Panjang Siswa

Studi Hubungan Positif
Meningkatkan hubungan siswa dengan guru dapat memiliki efek penting, positif dan jangka panjang yang melampaui keberhasilan akademis.

Sewaktu kita masih berada di bangku sekolah, kita memiliki hubungan yang beragam dengan guru yang mengajar kita. Hubungan tersebut dapat baik dan dapat juga buruk. Kini dalam sebuah penelitian terbaru, dikatakan bahwa remaja yang memiliki hubungan baik dan suportif dengan guru mereka, memiliki kesehatan yang lebih baik sebagai orang dewasa. Hal ini mungkin mengejutkan dan mengherankan, karena meskipun persahabatan penting bagi tumbuh kembang seorang remaja, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan yang sama antara hubungan teman sebaya yang baik dan kesehatan siswa di masa dewasa.

Penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa meningkatkan hubungan siswa dengan guru dapat memiliki efek penting, positif dan jangka panjang yang melampaui keberhasilan akademis. Hal ini juga dapat memiliki implikasi kesehatan yang penting dalam jangka panjang.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan sosial remaja mungkin memiliki kaitan dengan hasil kesehatan ketika mereka dewasa, kemungkinan karena hubungan yang buruk dapat menyebabkan stres kronis, yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seseorang selama masa hidupnya. Namun, tidaklah jelas apakah koneksi antara hubungan remaja dan kesehatan seumur hidup adalah penyebabnya. Mungkin juga karena faktor lain, seperti latar belakang keluarga yang berbeda, mungkin berkontribusi pada masalah hubungan di masa remaja dan kesehatan yang buruk di masa dewasa. Selain itu, sebagian besar penelitian berfokus pada hubungan remaja dengan teman sebayanya, bukan pada hubungan mereka dengan guru.

Untuk mengeksplorasi pertanyaan tersebut lebih jauh, para peneliti menganalisis data pada hampir 20.000 peserta dari studi Add Health, sebuah studi longitudinal perwakilan nasional di Amerika Serikat yang diikuti peserta selama 13 tahun, dari kelas tujuh hingga masa dewasa awal. Kumpulan peserta termasuk lebih dari 3.400 pasang saudara kandung.

Saat remaja, peserta menjawab pertanyaan seperti, “Seberapa sering Anda kesulitan bergaul dengan siswa lain?” “Seberapa besar Anda setuju bahwa teman-teman peduli pada Anda?” “Seberapa sering Anda kesulitan bergaul dengan guru Anda?” dan “Seberapa besar Anda setuju bahwa guru peduli pada Anda?” Sebagai orang dewasa, para peserta ditanya tentang kesehatan fisik dan mental mereka. Peneliti juga melakukan pengukuran kesehatan fisik, seperti tekanan darah dan indeks massa tubuh.

Peneliti menemukan bahwa, seperti yang sebelumnya sudah diduga, peserta yang memiliki hubungan yang lebih baik dengan teman sebaya dan guru di sekolah menengah dan atas juga melaporkan kesehatan fisik dan mental yang lebih baik di usia pertengahan 20-an. Namun, ketika ia mengontrol latar belakang keluarga dengan melihat pasangan saudara kandung, hanya hubungan antara hubungan guru yang baik dan kesehatan orang dewasa yang tetap signifikan.

Hal tersebut mungkin karena hubungan yang dilaporkan sebelumnya antara hubungan teman sebaya dan kesehatan fisik sebenarnya dapat mencerminkan faktor lain yang mendasari tentang latar belakang keluarga siswa.

Hasil studi menunjukkan bahwa hubungan guru bahkan lebih penting daripada yang disadari sebelumnya dan bahwa sekolah harus menginvestasikan dalam melatih guru tentang bagaimana membangun hubungan yang hangat dan mendukung dengan siswa mereka. Peneliti menyadari hal tersebut bukan sesuatu yang biasa diterima kebanyakan guru, oleh karenanya pelatihan menjadi hal yang penting.

Sumber:
Situs sciencedaily.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Close