Sudirman Said: Gerakkan Jejaring Sosial untuk Hadapi Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Obrolan Ringan "Memperkuat Inisiatif Warga Melawan Covid-19", hari Sabtu 11 Juli 2020.

Penyelesaian Covid-19 tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Dibutuhkan inisiatif kuat warga negara untuk bahu membahu menyelesaikan pandemi ini.

Demikian point penting dalam forum Obrolan Ringan yang diselenggarakan Akademi Al Hikmah Yayasan Abdurrahman Baswedan, Sabtu, 11 Juli 2020 lalu melalui aplikasi meeting online Zoom.

Sudirman Said Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang besar. Hal tersebut terlihat dari jejaring sosial yang kita miliki.

“Ini waktunya menggerakkan partisipasi warga. Kita memiliki potensi jejaring sosial yang cukup besar. Jumlah organisasi masyarakat (Ormas) misalnya kita punya lebih dari 400 ribu. Jumlah Puskesmas hampir 10 ribu, Posyandu 229 ribu. Masjid di tahun 2020 ini diperkirakan ada 800 ribu, Gereja Katolik 12 ribu, Gereja Protestan 43 ribu. Serta ada kampus lebih dari 4.500 dan lain-lain,” jelas Sudirman Said.

Di setiap titik tersebut ada pemimpin informal yang apabila konsolidasi dengan baik merupakan kekuatan yang sangat besar. Semua krisis maupun bencana alam, lanjut Sudirman, kesukarelawanan warga menjadi andalan untuk ikut menyelesaikannya.

“Kalau bisa digerakkan dengan suatu orkestrasi yang baik, program menarik saya kira kita bisa menyumbang sesuatu. Ini tantangan bagi para cendekiawan, apakah mampu kita melihat potensi jejaring sosial kita sebagai modal,” jelasnya.

Terlebih, papar Sudirman, ini ini juga diharapkan dapat menjadi upaya membangun kohesi sosial di tengah pembelahan politik, pasca pemilu yang terjadi saat ini, karena kita memiliki musuh bersama bernama Covid-19.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mengatasi Covid-19 ada tiga bagian dilakukan. Pertama dengan menghindar atau defensive. Yakni dengan cuci tangan, pakai masker, jangan berkerumun. Kedua dengan menyerang. Yakni virusnya dibersihkan, dengan desinfektasi. “PMI melakukan ini dimana-mana, di sekolah, masjid, gereja dan tempat-tempat umum. Dan terakhir dengan mengobati yang sakit, ini bagiannya otoritas kesehatan,” jelas Sudirman.

Di sisi lain, kita tetap tidak boleh mengendurkan kewaspadaan terhadap Covid-19. Apabila masih ada penularan Covid-19, walaupun di luar wilayah kita, maka sesungguhnya virus Corona masih tetap menjadi ancaman.

“Pernyataan sangat penting dari Gubernur Newyork Andrew Cuomo ‘An outbreak anywhere is an outbreak everywhere’,  Artinya jika ada sebaran di satu wilayah, maka di semua wilayah ada sebaran. Jadi kita tidak boleh meremehkan hal tersebut,” tandas Sudirman Said.

Selain Sudirman Said, hadir pula sebagai pembicara dalam Forum Obrolan Ringan ini, yaknni Prof. Hilman Latief, Ph.D Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Sardiman, AM., M.Pd Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial UNY. Dipandu Dr. Untoro Hariadi, M.Si Dosen Fakultas Pertanian Universitas Janabadra sebagai host.

Erik T.

Erik T.