Surat Dari Desa: Jangan Mudik, Tapi Tetap Jaga Tali Silaturahmi

surat dari desa
Semoga kita dapat menghadapi cobaan ini dengan penuh ketabahan, kerjasama dan saling bantu.

Pandemi Covid-19 yang terus meluas, membuat pemerintah memberikan larangan agar tidak melakukan mudik atau perjalanan pulang ke kampung halaman. Terutama menghadapi puasa dan hari raya Idul Fitri, yang sebentar lagi akan datang.

Himbauan pemerintah tersebut, disambut oleh warga desa yang juga mengharapkan snak saudara yang sedang marantau di kota-kota besar untuk menunda pulang kampung, hingga pandemi Covid-19 selesai diatasi. Salah satunya melalui surat yang ditulis oleh Supangat, warga desa Banyuurip, Purworejo. Dalam suratnya ia mengatakan agar saudara-saudara satu desa yang ada diperantauan untuk tidak mudik terlebih dahulu. “Ada kabar, obat untuk menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan oleh virus tersebut, belum ditemukan,” ujarnya.

Ia juga berharap walaupun tidak dapat mudik, tali silaturahmi dapat tersu dijaga. “Kami percaya saudara-saudaraku akan mengikuti anjuran untuk tidak mudik. Karena itulah yang terbaik. Dari tempat masing-masing, kita jaga tali persaudaraan,” tandasnya.

Surat lengkapnya dapat disimak di bawah ini.


Surat Dari Desa

Assalamualaikum Wr Wb.

Kepada saudara-saudaraku satu desa, sekampung halaman yang ada di perantauan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, sehingga tetap dalam sehat, dan terhindar dari wabah. Marilah kita bersama-sama berdoa untuk keselamatan bangsa dan seluruh umat manusia. Karena sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa wabah yang kini melanda Indonesia, merupakan wabah yang menyerang hampir seluruh negara. Dunia kini sedang berduka, dan tengah berjuang untuk mengatasi krisis kesehatan. Semoga Allah memberikan pertolongan, agar wabah segera lenyap dan digantikan dengan keadaan sehat dan bahagia. Kita percaya bahwa setelah kesulitan akan terbit kemudahan.

Saudara-saudaraku sekalian. Kita semua mungkin tidak pernah mengira akan datangnya wabah yang memakan korban dan menyebar demikian cepat. Ada kabar, obat untuk menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan oleh virus tersebut, belum ditemukan. Tentu ini bukan kabar baik. Karena berarti tidak ada cara lain untuk menghadapi wabah ini, kecuali tidak tertular.

Para ahli telah mengatakan bahwa wabah menyebar melalui kontak langsung. Dari orang ke orang. Oleh sebab itulah, agar tidak tertular, maka harus menghindari kontak langsung. Jaga jarak fisik, merupakan cara terbaik untuk tidak tertular dan sekaligus membatasi penyebaran wabah.

Cara penyebaran wabah yang seperti itu, tentu saja membuat cemas. Karena kita tidak tahu, dimana virus itu berada. Kini, satu-satunya petunjuk yang sering disebut-sebut oleh berita adalah daerah zona merah, yang menjadi titik utama penyebaran. Mereka yang datang dari wilayah tersebut, saat ini, langsung dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Oleh sebab itulah. Dengan sangat berat hati untuk mengucapkannya, kami berharap agar saudara-saudaraku yang ada di perantauan, khususnya yang kini berada di zona merah, mohon kiranya untuk tidak mudik lebih dahulu, sebelum keadaan dinyatakan oleh pemerintah, telah benar-benar aman.

Tidak mudik pada kesempatan ini, merupakan bantuan yang sangat penting bagi kita di sini. Kami tahu pesan ini kurang enak. Tetapi itulah yang sangat diharapkan. Pemerintah daerah, akan menetapkan saudara-saudaraku sebagai ODP jika tetap memutuskan mudik. Artinya, kalau tetap mudik, sampai di daerah akan di karantina lebih dahulu, sekitar 14 hari.

Kami percaya, saudara-saudaraku akan mengikuti anjuran untuk tidak mudik. Karena itulah yang terbaik. Dari tempat masing-masing, kita jaga tali persaudaraan. Semoga Allah SWT, selalu memberikan pertolongan dan kekuatan, sehingga kita dapat menghadapi cobaan ini dengan penuh ketabahan, kerjasama dan saling bantu. Semoga wabah segera hilang, dan kehidupan normal seperti sediakala. Aamiin YRA.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

(Visited 137 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020