Ditulis oleh 5:12 pm KABAR

Tahun Baru

Proyeksi di tahun baru akan menjadi semacam plan yang lebih akurat, oleh karena didasarkan pada pengetahuan yang lebih baik atas apa yang tengah berlangsung.

Setiap memasuki tahun baru, kita dihadapkan pada dua hal sekaligus. Pertama, tentu memeriksa kembali apa yang lalu, dengan perhatian lebih pada pada yang telah dicapai, apa yang belum dan apa yang harus diperbaiki. Pada umumnya ada godaan untuk menonjolkan pencapaian, seraya menutupi apa yang menjadi persoalan atau apa yang harus diperbaiki. Namun, jika kita membuat langkah yang bersifat lompatan, maka tidak ada pilihan lain kecuali bersikap jujur dan berani untuk melakukan refleksi, dan dengan tanpa ragu memeriksa apa yang harus diperbaiki.

Refleksi yang demikian itulah yang akan memudahkan menyusun langkah ke depan, yakni langkah yang dimaksud sebagai kelanjutan apa yang telah dicapai. Proyeksi di tahun baru akan menjadi semacam plan yang lebih akurat, oleh karena didasarkan pada pengetahuan yang lebih baik atas apa yang tengah berlangsung. Pengetahuan atas apa yang telah dicapai dan apa yang belum dapat dicapai, akan sangat membantu dalam menata langkah ke depan. Oleh sebab, dengan data yang akurat dan jujur, membuat plan merupakan susunan aktivitas yang rasional dan dapat dilakukan.

Mungkin hal yang demikian itu terjadi pada gerak maju bangsa? Justru dalam kerangka itulah kita membutuhkan semacam refleksi bersama. Situasi Pandemi Global Covid-19, sesungguhnya memuat sisi positif, karena dengan momen ini, segala yang semula nampak biasa atau tidak dalam masalah, dalam kenyataannya punya masalah.

Sebagai contoh adalah sistem pelayanan kesehatan dan segala sesuatu yang terkait dengannya. Terkait hal tersebut, setidaknya ada dua hal yang perlu diperiksa, yakni: Pertama, kesadaran masyarakat untuk menghindar atau kesadaran warga untuk menjadi kekuatan utama yang memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kedua, kapasitas pelayanan kesehatan, terutama untuk mengerjakan pengetesan, pelacakan dan pengobatan.

Pada yang pertama, kita menyaksikan belum kunjung tumbuhnya kesadaran warga. Hal ini nampak masih banyaknya pelanggaran protokol kesehatan, terutama terkait dengan menjaga jarak fisik dan pemakaian masker. Munculnya klaster-klaster baru, menunjukkan betapa rentan situasi.

Pada yang kedua, kita juga menyaksikan belum dipenuhinya standar baik dalam pengetesan dan pelacakan. Ada kesan bahwa tingginya angka orang dengan Covid-19, akan menimbulkan citra buruk pada kinerja pelayanan kesehatan. Padahal dengan pelacakan yang intensif dan massif, akan makin banyak yang dapat diketahui dan dengan itu akan makin cepat pelayanan, baik dalam mengisolasi maupun untuk memberikan pelayanan pada yang telah terpapar.

Dari kesemuanya itulah kita memandang perlunya refleksi bersama agar dari sana tumbuh kesadaran bersama. Kesadaran bersama dibutuhkan, karena dengan itulah, kita akan menatap tahun baru dengan lebih optimis. Masalah Pandemi Global Covid-19, akan lebih dapat dikendalikan manakala masyarakat dengan penuh kesadaran menjalankan tiga M, yakni menjaga jarak fisik, memakai masker secara benar dan mencuci tangan dengan sabun.

Peningkatan kemampuan pengendalian merupakan jalan lebar bagi pemulihan keadaan, atau melebarkan jalan memasuki tatanan baru yang lebih baik. Semoga Allah SWT menolong bangsa Indonesia. Selamat Tahun Baru Islam 1442 H.

(Visited 8 times, 1 visits today)
Last modified: 20 Agustus 2020
Close